David Almansa Hadapi Panas Mandalika

Jumali
Jumali Jum'at, 09 Oktober 2026 11:17 WIB
David Almansa Hadapi Panas Mandalika

David Almansa/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Pembalap Liqui Moly Dynavolt Intact GP, David Almansa, menghadapi tantangan cuaca panas saat menjalani latihan bebas pertama (FP1) Moto3 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (9/10/2026). Meski kondisi lintasan terasa terik, pembalap asal Spanyol itu mampu mencatat waktu tercepat, yakni 1 menit 37,515 detik.

Almansa mengaku puas dengan jalannya sesi pembuka. Menurutnya, panas di lintasan menjadi salah satu kondisi yang harus diperhitungkan, tetapi tidak menghalangi dirinya menjalani latihan dengan baik.

"Tadi saya sangat bagus menjalaninya, meski kondisi sangat panas khususnya di lintasan, tetapi di luar itu, semuanya berjalan dengan bagus," kata dia dikutip dari Antara. 

Hasil tersebut menjadi modal awal bagi Almansa untuk mengevaluasi performa motor sebelum menghadapi sesi berikutnya. Ia optimistis masih dapat memperbaiki penampilannya ketika persaingan berlanjut ke sesi latihan resmi, kualifikasi, hingga balapan utama.

Almansa Jadi yang Tercepat di FP1 Moto3 Mandalika

Almansa menutup FP1 dengan catatan waktu 1 menit 37,515 detik. Pembalap tersebut berhasil merebut posisi teratas setelah persaingan waktu berlangsung sepanjang sesi di sirkuit yang menjadi tuan rumah seri ke-17 Kejuaraan Dunia Moto3 2026.

Alvaro Carpe menempati posisi kedua dengan selisih 0,526 detik dari Almansa. Sementara itu, Maximo Quiles berada di peringkat ketiga dengan jarak 0,691 detik dari pembalap tercepat.

Persaingan pada sesi pertama ini memberi gambaran awal tentang kemampuan para pembalap menyesuaikan motor dengan karakter Sirkuit Mandalika. Catatan waktu FP1 juga menjadi bahan evaluasi bagi tim sebelum menentukan arah pengembangan setelan untuk sesi berikutnya.

Bagi Almansa, posisi teratas belum berarti pekerjaan akhir pekan balap telah selesai. Ia masih melihat ruang untuk meningkatkan catatan waktu setelah memperoleh data awal mengenai kondisi lintasan dan respons motor saat digunakan dalam sesi pembuka.

Cuaca Panas Jadi Faktor dalam Persiapan Balapan

Kondisi panas di Mandalika menjadi salah satu faktor yang perlu diperhitungkan pembalap dan tim. Selain kemampuan mencatat waktu cepat dalam satu putaran, tim juga harus mengevaluasi setelan motor agar sesuai dengan kebutuhan lintasan dan rencana menghadapi sesi berikutnya.

Almansa menjelaskan bahwa pengalaman selama FP1 membantu dirinya memperoleh gambaran awal mengenai kondisi yang dihadapi. Data tersebut dapat digunakan bersama tim untuk menentukan bagian yang perlu diperbaiki sebelum persaingan berlanjut ke sesi yang menentukan posisi start.

Cuaca dan kondisi permukaan lintasan merupakan bagian dari faktor yang dipertimbangkan dalam balap motor. Karena itu, evaluasi hasil latihan tidak hanya berkaitan dengan waktu putaran, tetapi juga bagaimana motor merespons kondisi sirkuit selama sesi berlangsung.

Pembalap berusia 20 tahun itu tetap optimistis dapat meningkatkan performa. Ia berharap hasil pembahasan bersama tim setelah FP1 bisa membantu dirinya tampil lebih kompetitif pada sesi kualifikasi dan balapan.

Bagi penonton di Indonesia, hasil latihan ini menempatkan Almansa sebagai salah satu pembalap yang patut diperhatikan selama akhir pekan di Mandalika. Namun, posisi teratas pada FP1 belum menentukan hasil akhir kualifikasi maupun balapan utama, sehingga performa pada sesi berikutnya tetap menjadi faktor penting.

FP1 Moto3 Berlangsung pada Jumat Pagi

FP1 Moto3 berlangsung pada Jumat (9/10/2026) pukul 09.00–09.35 WITA atau 08.00–08.35 WIB. Sesi ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan lintasan dalam Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Seri Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Selain kelas Moto3, rangkaian akhir pekan tersebut juga menghadirkan Moto2 dan MotoGP.

Setelah sesi latihan pertama, para pembalap masih memiliki kesempatan mengumpulkan data dan memperbaiki setelan motor sebelum kualifikasi. Hasil FP1 menjadi titik awal evaluasi, sedangkan posisi start ditentukan melalui rangkaian sesi kualifikasi sesuai jadwal masing-masing kelas.

Almansa kini memiliki catatan waktu tercepat dari sesi pembuka sebagai acuan untuk melanjutkan persiapan. Ia berharap dapat mempertahankan daya saing saat kembali turun ke lintasan pada sesi berikutnya, meski kondisi panas Mandalika tetap menjadi tantangan yang harus diperhitungkan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online