Survei Kaspersky: Pengguna HP Rajin Update, tetapi Abai Keamanan Data
Survei Kaspersky menunjukkan 77% pengguna ponsel rutin update, tetapi hanya 20% memeriksa izin aplikasi. Simak kebiasaan digital yang perlu diperbaiki.
Ilustrasi/Dok
Harianjogja.com, JOGJA—Padel belakangan identik dengan gaya hidup kelas atas, terutama karena popularitasnya di kalangan selebritas, pebisnis, dan komunitas perkotaan. Namun, jauh sebelum olahraga tersebut menarik perhatian publik, sejumlah cabang lain telah lebih dahulu dikenal memiliki citra eksklusif karena biaya, fasilitas khusus, dan sejarah perkembangannya.
Sebutan olahraga orang kaya atau olahraga sultan bukan kategori resmi dalam dunia olahraga. Istilah tersebut lebih menggambarkan hambatan biaya dan lingkungan sosial yang melekat pada cabang tertentu, mulai dari kepemilikan kuda hingga akses ke resor ski dan klub dengan fasilitas khusus.
Biaya juga tidak selalu menjadi satu-satunya alasan. Beberapa olahraga memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan bangsawan atau kelompok elite, meskipun kini sudah berkembang menjadi kegiatan kompetitif yang dapat diikuti masyarakat luas.
Berikut sembilan olahraga yang kerap dikaitkan dengan kalangan berada, beserta alasan di balik citra eksklusifnya.
Polo dikenal dengan julukan sport of kings atau olahraga para raja. Cabang ini dimainkan dengan menunggang kuda sambil menggunakan tongkat panjang untuk memukul bola ke gawang lawan.
Kebutuhan terhadap kuda terlatih menjadi salah satu faktor yang membuat polo relatif mahal. Pemain juga perlu memperhitungkan biaya perawatan kuda, pakan, kandang, pelatihan, perlengkapan keselamatan, lapangan, serta keanggotaan klub jika berlatih di fasilitas khusus.
Pengeluaran tersebut tidak berhenti pada saat pertandingan berlangsung. Kuda harus dirawat secara rutin, sedangkan pemain perlu terus mengembangkan kemampuan berkuda dan teknik permainan agar dapat berkompetisi dengan baik.
Kombinasi kebutuhan fasilitas, perawatan hewan, dan tradisi klub membuat polo memiliki citra eksklusif yang bertahan hingga sekarang.
Olahraga berkuda juga identik dengan kalangan berada karena membutuhkan akses terhadap kuda, pelatihan, dan fasilitas yang memadai. Biaya dapat mencakup pakan, kandang, perawatan kesehatan hewan, perlengkapan berkuda, pelatih, hingga transportasi saat mengikuti kompetisi.
Tingginya biaya kepemilikan dan pemeliharaan kuda memang menjadi salah satu kendala akses olahraga berkuda, terutama di sejumlah negara Asia Tenggara. Namun, seseorang tidak harus memiliki kuda sendiri untuk mulai belajar karena beberapa pusat latihan menyediakan fasilitas dan kuda yang dapat digunakan peserta.
Dalam kompetisi internasional, olahraga berkuda memiliki tiga disiplin utama di Olimpiade, yakni dressage, eventing, dan jumping. Ketiganya menuntut keterampilan, koordinasi, serta kerja sama yang baik antara atlet dan kuda.
Kebutuhan merawat hewan sekaligus mengikuti latihan secara konsisten menjadikan olahraga ini relatif mahal, tetapi tidak berarti kesempatan mempelajarinya hanya terbuka bagi orang kaya.
Berlayar kerap dianggap sebagai olahraga mewah karena sebagian orang mengaitkannya dengan yacht, marina, dan perjalanan laut. Padahal, yacht bukan syarat untuk menekuni olahraga ini. Kompetisi berlayar menggunakan berbagai jenis perahu, termasuk perahu kecil yang dirancang khusus untuk perlombaan.
Biaya yang dibutuhkan bergantung pada kelas perahu, akses ke perairan, penyimpanan, perawatan, perlengkapan keselamatan, serta kebutuhan mengikuti kompetisi. Kepemilikan kapal pribadi tentu dapat membuat pengeluaran meningkat, tetapi kegiatan berlayar juga bisa dilakukan melalui klub dan program latihan yang menyediakan perahu.
Berlayar bukan sekadar kegiatan rekreasi. Cabang ini memiliki aturan kompetisi internasional dan telah dipertandingkan dalam Olimpiade sejak 1900, kecuali pada edisi 1904.
Kebutuhan peralatan dan akses ke lokasi latihan menjadi alasan olahraga ini kerap dikaitkan dengan kalangan berada, khususnya ketika kegiatan dilakukan menggunakan kapal besar atau fasilitas privat.
Balap mobil profesional membutuhkan investasi besar karena melibatkan kendaraan yang harus memenuhi regulasi teknis, perlengkapan keselamatan, perawatan, dan dukungan tenaga ahli. Pengeluaran itu jauh melampaui harga mobil yang digunakan untuk berlomba.
Dalam kompetisi tingkat tinggi, tim juga memerlukan mekanik, insinyur, teknisi, logistik, transportasi, serta dukungan operasional sepanjang musim. Pengembangan kendaraan dan pemenuhan standar keselamatan menjadi bagian penting dari persiapan balapan.
Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) mengatur berbagai kompetisi otomotif internasional, termasuk kejuaraan balap sirkuit dan reli. Regulasi teknis serta keselamatan yang berlaku turut menentukan perlengkapan dan kebutuhan operasional peserta.
Biaya tinggi inilah yang membuat balap mobil profesional identik dengan olahraga bermodal besar. Namun, dunia otomotif memiliki jenjang yang beragam, sehingga olahraga ini tidak selalu harus dimulai dengan langsung mengikuti kompetisi profesional.
Golf telah lama dikaitkan dengan kalangan berada karena sejarah klub-klubnya, biaya keanggotaan di fasilitas tertentu, serta penggunaan lapangan yang membutuhkan lahan luas dan perawatan khusus. Perlengkapan seperti stik, bola, sepatu, dan tas juga menambah pengeluaran pemain.
Di sejumlah klub, biaya bermain dapat mencakup iuran anggota, tarif lapangan, penyewaan peralatan, dan layanan pendukung. Turnamen atau perjalanan bermain di berbagai lapangan juga bisa meningkatkan pengeluaran.
Citra eksklusif golf tidak hanya terbentuk karena perlengkapan, tetapi juga lingkungan sosialnya. Klub golf tertentu berkembang menjadi tempat pertemuan komunitas bisnis dan kegiatan sosial yang melibatkan anggota dari berbagai kalangan.
Meski demikian, biaya bermain golf sangat bergantung pada lokasi dan fasilitas yang dipilih. Pemula tidak harus langsung menjadi anggota klub eksklusif atau membeli perlengkapan mahal untuk mencoba olahraga ini.
Berburu dapat membutuhkan biaya besar jika dilakukan sebagai kegiatan rekreasi atau ekspedisi di lokasi tertentu. Pengeluaran antara lain mencakup perjalanan, akomodasi, pemandu, transportasi, dan perlengkapan sesuai jenis kegiatan.
Di negara atau wilayah tertentu, kegiatan berburu juga tunduk pada aturan perizinan, musim berburu, jenis satwa yang boleh diburu, dan ketentuan konservasi. Karena itu, biaya serta aksesnya sangat bervariasi di setiap tempat.
Berburu tidak bisa begitu saja digambarkan sebagai kegiatan yang selalu menghabiskan ratusan juta hingga miliaran rupiah. Anggaran sebesar itu lebih mungkin muncul pada perjalanan eksklusif atau ekspedisi khusus, bukan sebagai gambaran umum seluruh aktivitas berburu.
Citra olahraga ini sebagai aktivitas kalangan kaya terutama muncul ketika kegiatan dilakukan melalui paket perjalanan privat, menggunakan jasa pemandu khusus, serta membutuhkan perjalanan ke lokasi yang jauh.
Ski menjadi salah satu olahraga yang identik dengan gaya hidup mahal, terutama bagi masyarakat yang tinggal di negara tropis. Untuk mencoba olahraga ini, mereka perlu bepergian ke kawasan bersalju atau resor ski di negara lain.
Biaya perjalanan dapat bertambah dengan tiket pesawat, akomodasi, tiket lift, penyewaan peralatan, pakaian khusus, dan instruktur. Jika dilakukan selama beberapa hari, pengeluaran perjalanan dan fasilitas dapat menjadi komponen biaya yang cukup besar.
Namun, tidak semua pemain ski harus menginap di hotel mewah atau membeli perlengkapan premium. Pemula dapat menghemat biaya melalui penyewaan alat, memilih resor yang lebih terjangkau, atau mengikuti pelatihan kelompok.
Citra eksklusif ski terutama terbentuk dari kebutuhan geografis dan perjalanan menuju lokasi bersalju, ditambah fasilitas serta peralatan khusus yang diperlukan untuk berlatih dengan aman.
Tenis memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan lingkungan kerajaan dan kalangan istimewa di Eropa. Federasi Tenis Internasional mencatat bahwa lawn tennis berkembang di Inggris pada abad ke-18 ketika kalangan aristokrasi mulai menjadikannya kegiatan untuk menjamu tamu di lingkungan rumah mereka.
Perkembangan tersebut ikut membentuk tradisi klub, etiket, dan suasana sosial yang kemudian melekat pada tenis. Klub dengan sejarah panjang dan fasilitas premium memperkuat citra eksklusif olahraga ini.
Meski begitu, tenis kini menjadi olahraga yang dimainkan secara luas. Untuk mulai bermain, seseorang hanya membutuhkan raket, bola, dan lapangan yang dapat diakses melalui sekolah, komunitas, fasilitas publik, atau klub. Biayanya dapat jauh lebih terjangkau dibandingkan citra klub elite yang sering diasosiasikan dengan olahraga ini.
Sejarah sosial tenis memang membuatnya identik dengan kelas atas pada masa lalu, tetapi perkembangannya menjadi olahraga massal menunjukkan bahwa citra tersebut tidak lagi menggambarkan seluruh pemain tenis.
Anggar atau fencing juga memiliki kaitan historis dengan kalangan bangsawan Eropa. Sebelum berkembang menjadi olahraga modern, keterampilan menggunakan pedang menjadi bagian dari latihan militer, pendidikan kaum bangsawan, dan tradisi duel. Federasi Anggar Internasional mencatat sejarah panjang keterampilan bersenjata tersebut dalam perkembangan olahraga anggar.
Dalam olahraga modern, anggar menggunakan tiga jenis senjata, yakni foil, épée, dan sabre. Masing-masing memiliki aturan mengenai sasaran yang sah dan teknik penilaian. Pertandingan dilakukan dengan perlengkapan khusus, termasuk pakaian pelindung, masker, dan senjata latihan yang sesuai dengan regulasi.
Biaya peralatan serta kebutuhan tempat latihan khusus dapat menjadi hambatan bagi pemula. Namun, klub dan program pelatihan tertentu menyediakan fasilitas untuk belajar tanpa harus membeli seluruh perlengkapan sejak awal.
Hubungan historis dengan tradisi bangsawan serta perlengkapan khusus membuat anggar memiliki citra elegan dan eksklusif. Meski demikian, anggar modern merupakan cabang olahraga kompetitif yang dapat dipelajari melalui klub atau program pembinaan.
Sembilan olahraga tersebut memperlihatkan bahwa citra eksklusif dapat terbentuk melalui beberapa faktor sekaligus, mulai dari biaya perlengkapan dan perawatan, kebutuhan fasilitas khusus, lokasi latihan, hingga sejarah sosial. Karena faktor-faktornya berbeda, tidak tepat menyamaratakan semua olahraga sebagai aktivitas yang hanya bisa dilakukan kalangan berada.
Sebagian cabang olahraga memang menuntut pengeluaran besar jika dilakukan pada tingkat profesional atau melalui fasilitas premium. Namun, ada pula jalur yang lebih terjangkau melalui penyewaan peralatan, klub komunitas, fasilitas publik, dan program pengenalan bagi pemula.
Pada akhirnya, istilah olahraga orang kaya lebih tepat dipahami sebagai gambaran citra sosial dan hambatan biaya, bukan aturan yang membatasi siapa yang boleh bermain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Survei Kaspersky menunjukkan 77% pengguna ponsel rutin update, tetapi hanya 20% memeriksa izin aplikasi. Simak kebiasaan digital yang perlu diperbaiki.
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah tayang di bioskop sejak 8 Oktober 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, durasi, dan format penayangannya.
Amazon meluncurkan Alexa Tablet 8, 11, dan 12 Pro dengan Android, Google Play Store, serta Alexa+. Harga mulai sekitar Rp4,1 juta.
DPRD DIY menilai MBG prasmanan tak otomatis menjamin keamanan makanan. Waktu distribusi, kualitas air, dan pengawasan menjadi sorotan.
Manchester United menjamu Tottenham di Old Trafford, Sabtu malam. MU mengincar kebangkitan, sedangkan Spurs berusaha meraih kemenangan pertama.
Kenali 4 ciri burnout kerja, penyebabnya, dan 5 cara menjaga kesehatan mental di kantor agar tekanan pekerjaan tidak berlarut-larut.