PSIM Jogja Siapkan Training Ground Standar FIFA untuk Pembinaan Pemain Muda
PSIM Jogja bersama Universitas Janabadra menargetkan pembangunan training ground standar FIFA mulai direalisasikan awal 2027.
Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat\r\nPelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel (kiri) didampingi Cahya Supriadi saat konferensi pers di Wisma PSSI, Jogja, pada Jumat (9/10/2026).
Harianjogja.com, JOGJA—PSIM Jogja menghadapi ujian berat saat menjamu Persija Jakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (10/10/2026) sore. Laskar Mataram dituntut bangkit setelah hanya mengoleksi satu poin dari tiga pertandingan, sementara Macan Kemayoran datang dengan modal sempurna berupa tiga kemenangan beruntun.
Bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi salah satu modal PSIM untuk menghadapi tim tamu. Namun, perbedaan performa pada awal musim membuat tim besutan Jean-Paul van Gastel itu harus bekerja keras jika ingin mengamankan tiga poin sekaligus meraih kemenangan pertamanya musim ini.
Persija berada dalam tren positif setelah menaklukkan tiga lawan pada pertandingan pembuka, termasuk tim papan atas Borneo FC dan Persib Bandung. Tim asuhan Shin Tae-yong tersebut menempati peringkat ketiga klasemen sementara, sedangkan PSIM berada di posisi ke-14, hanya satu tingkat di atas rival sesama tim DIY, PSS Sleman.
Performa Awal Musim Jadi Pekerjaan Rumah PSIM
Perjalanan PSIM pada tiga pertandingan pertama belum berjalan sesuai harapan. Setelah mengawali kompetisi dengan hasil imbang 1-1 melawan Persita Tangerang di kandang, Laskar Mataram justru menelan kekalahan ketika bertandang ke markas Persebaya Surabaya dan Madura United.
Hasil tersebut membuat PSIM belum mampu mengumpulkan kemenangan hingga memasuki pekan keempat. Kini, mereka harus menghadapi Persija yang tengah berupaya mempertahankan konsistensi sekaligus membidik kemenangan keempat secara beruntun.
Tantangan tuan rumah tidak hanya berasal dari performa lawan. Rekor pertemuan kedua tim pada musim lalu juga belum berpihak kepada PSIM.
Rekor Pertemuan Belum Berpihak kepada Laskar Mataram
Dalam dua pertemuan pada musim lalu, PSIM tidak pernah mengalahkan Persija. Laskar Mataram kalah 0-2 ketika bertandang ke Jakarta, kemudian bermain imbang 1-1 saat berstatus sebagai tuan rumah di Bali.
Catatan tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus diatasi PSIM dalam pertandingan di SSA. Meski demikian, kiper PSIM, Cahya Supriadi, menilai pengalaman menghadapi mantan klubnya itu dapat menjadi bagian dari persiapan tim.
Cahya, yang pernah memperkuat Persija, mengaku antusias menyambut pertandingan tersebut. Dia juga menegaskan kesiapan para pemain PSIM untuk berjuang hingga peluit akhir.
"Kita bersyukur bisa bermain di Jogja dan didukung penuh oleh suporter. Semoga kita bisa memberikan hasil yang terbaik karena kita tahu Persija juga makin hari makin ada peningkatan, tapi kita akan fight sampai selesai," kata Cahya.
Dukungan suporter di Stadion Sultan Agung diharapkan memberikan tambahan semangat bagi PSIM. Meski begitu, kehadiran pendukung sendiri perlu diimbangi dengan penampilan yang lebih baik setelah tim gagal meraih kemenangan dalam tiga laga pembuka.
Shin Tae-yong Bidik Tiga Poin di Kandang PSIM
Persija datang ke Bantul dengan target melanjutkan rentetan kemenangan. Pelatih Shin Tae-yong secara terbuka menyatakan timnya membidik tiga poin dalam lawatan ke markas PSIM.
Optimisme tersebut turut ditopang kondisi pemain. Sejumlah pemain yang sebelumnya mengalami cedera telah pulih sehingga Shin memiliki lebih banyak pilihan untuk menentukan komposisi tim menghadapi Laskar Mataram.
"Persiapan kami sangat baik untuk pertandingan besok. Beberapa pemain yang tadinya cedera, sudah pulih semua. Jadi mungkin bisa lebih baik dalam performa untuk pertandingan besok. Target pertandingan besok itu ya pastinya kita harus dapat tiga poin," kata Shin Tae-yong dalam konferensi pers, Jumat (9/10/2026).
Persija juga memiliki lima pemain yang baru memperkuat Timnas Indonesia dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Kelima pemain tersebut adalah Nadeo Argawinata, Rizky Ridho, Shayne Pattynama, Jordi Amat, dan Rayhan Hannan.
Shin Tae-yong mengakui pemanggilan lima pemain itu ke timnas membuat Persija tidak memiliki banyak waktu untuk berlatih dengan skuad penuh. Situasi tersebut menjadi salah satu aspek persiapan yang dihadapi tim ibu kota menjelang pertandingan melawan PSIM.
Van Gastel Tak Anggap Pemain Timnas Persija sebagai Keuntungan
Di kubu tuan rumah, Jean-Paul van Gastel tidak menganggap kondisi lima pemain Persija yang baru membela timnas sebagai keuntungan berarti bagi PSIM. Menurut pelatih asal Belanda itu, bermain dalam jadwal pertandingan yang padat sudah menjadi hal lumrah bagi Persija.
"Memang betul mereka punya lima pemain berlabel timnas. Di satu sisi mereka sudah memainkan laga-laganya, tetapi di sisi lain, bermain dalam banyak pertandingan itu sudah jadi hal lumrah buat mereka. Jadi menurut saya, itu bukan sebuah keuntungan berarti buat kami," ujar Van Gastel.
Van Gastel menegaskan PSIM tetap berusaha memenangi pertandingan setelah kompetisi kembali bergulir. Timnya telah menjalani waktu istirahat selama beberapa hari sebelum kembali berlatih untuk mempersiapkan laga melawan Persija.
Dengan demikian, PSIM harus menjawab sejumlah tantangan sekaligus saat tampil di SSA. Posisi di klasemen, hasil tiga pertandingan pertama, serta rekor pertemuan musim lalu menjadi pekerjaan rumah yang perlu diatasi jika ingin menghentikan tren negatif.
Di sisi lain, pertandingan belum dimainkan sehingga peluang PSIM untuk membalikkan keadaan masih terbuka. Dukungan suporter di kandang sendiri diharapkan membantu Laskar Mataram menghadapi Persija yang sedang berada dalam tren kemenangan.
Bagi Cahya Supriadi, pertandingan ini juga memiliki arti tersendiri karena mempertemukannya dengan mantan klub. Namun, fokus utamanya adalah membantu PSIM memberikan hasil terbaik dan berjuang hingga pertandingan berakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja bersama Universitas Janabadra menargetkan pembangunan training ground standar FIFA mulai direalisasikan awal 2027.
RSUD Muntilan menguji Dashboard DIAMOND di empat instalasi untuk mengintegrasikan pelaporan, memantau kinerja, dan mendukung keputusan berbasis data.
Kapolri Suyudi Ario Seto memimpin sertijab Irwasum Polri dan empat Kapolda, termasuk pejabat baru untuk Metro Jaya, Maluku, Jatim, dan Bali.
Bulog menyebut harga gabah hingga Rp9.000 per kg dan terbatasnya panen memicu kenaikan harga beras. Sebanyak 300.000 ton beras premium disiapkan.
Kemenkeu mencatat realisasi bansos Rp115,8 triliun per September 2026, mencakup PKH, Kartu Sembako, PIP, KIP Kuliah, dan PBI JKN.
PSIM Jogja menjamu Persija Jakarta di SSA, Sabtu (10/10/2026), dengan misi meraih kemenangan pertama di Super League 2026/2027.