Cristiano Ronaldo Terancam Skorsing, Hukuman Bisa 15 Hari

Jumali
Jumali Sabtu, 10 Oktober 2026 18:27 WIB
Cristiano Ronaldo Terancam Skorsing, Hukuman Bisa 15 Hari

Reaksi Cristiano Ronaldo saat Portugal kalah di pertandingan perempat final Piala Dunia FIFA Qatar 2022 dengan Maroko di Stadion Al Thumama, Doha, Qatar, 10 Desember 2022./Reuters

Harianjogja.com, JOGJA—Cristiano Ronaldo terancam sanksi disiplin setelah meninggalkan pemusatan latihan timnas Portugal menjelang pertandingan UEFA Nations League melawan Denmark. Berdasarkan regulasi Federasi Sepak Bola Portugal (FPF), pelanggaran tersebut dapat berujung skorsing selama satu hingga enam bulan serta denda bagi pemain profesional.

Meski demikian, hukuman akhir untuk kapten Portugal itu belum diumumkan secara resmi. Pengacara olahraga Gonçalo Almeida memperkirakan sanksi bisa lebih ringan apabila pengakuan Ronaldo atas tindakannya diterima sebagai dasar pengurangan hukuman. Dalam skenario minimum, Ronaldo berpotensi menjalani skorsing selama 15 hari dan membayar denda 255 euro. 

Regulasi FPF Atur Sanksi Pemain yang Tinggalkan Timnas

Persoalan Ronaldo berkaitan dengan Pasal 160 Regulasi Disiplin FPF. Aturan tersebut mengatur sanksi bagi pemain yang telah dipanggil ke tim nasional, tetapi meninggalkan atau tidak menghadiri latihan, pertandingan, maupun kegiatan resmi tim tanpa alasan yang dibenarkan.

Berdasarkan ketentuan itu, pemain dapat dikenai larangan bermain selama satu hingga enam bulan. Pemain profesional juga berpotensi dijatuhi denda sebesar lima sampai 10 unit denda, yang dalam pemberitaan media Portugal diperkirakan setara dengan 510 hingga 1.020 euro.

Pasal 160 ayat 2 juga mengatur skorsing preventif otomatis atas ketidakhadiran atau tindakan meninggalkan kegiatan tim nasional. Artinya, skorsing preventif perlu dibedakan dari putusan akhir mengenai jenis dan lamanya hukuman yang akan dijatuhkan dewan disiplin.  

Almeida, yang memberikan penjelasan kepada media Portugal A Bola, menilai pengakuan Ronaldo dapat menjadi faktor penting dalam penanganan perkara tersebut. Regulasi disiplin FPF juga memungkinkan batas minimum dan maksimum sanksi dikurangi setengah apabila pengakuan dilakukan secara penuh, tanpa pengecualian, dan dinilai dapat dipercaya.

Jika ketentuan pengurangan itu diterapkan, hukuman minimum berupa skorsing satu bulan dan denda 510 euro dapat turun menjadi 15 hari dan 255 euro. Namun, penerapan ketentuan tersebut tetap bergantung pada penilaian Dewan Disiplin FPF, sehingga prediksi itu belum dapat dianggap sebagai keputusan resmi.  

Perselisihan dengan Jorge Jesus Jadi Pemicu

Keputusan Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan Portugal terjadi pada 30 September 2026, menjelang pertandingan melawan Denmark di Kopenhagen. Peristiwa itu menyusul perselisihan dengan pelatih Portugal, Jorge Jesus, terkait komunikasi mengenai kesempatan bermain.

Menurut penjelasan Ronaldo yang dilaporkan Reuters, ia sebelumnya memahami bahwa dirinya tidak akan dimainkan dalam pertandingan melawan Norwegia dan Denmark untuk mengatur kondisi fisiknya. Namun, ia mengaku kemudian mendapat informasi bahwa dirinya akan dimainkan sekitar 30 menit saat melawan Norwegia. Kesempatan tersebut tidak terwujud meskipun ia telah melakukan pemanasan.

Ronaldo menilai ada kesepakatan yang tidak dijalankan sebagaimana pembicaraan sebelumnya. Ia juga mempersoalkan penjelasan Jesus kepada media. Pelatih Portugal tersebut, sementara itu, membantah adanya kesepakatan seperti yang digambarkan Ronaldo. Dengan demikian, alasan di balik perselisihan itu berasal dari keterangan pihak-pihak yang terlibat dan tidak seluruhnya disepakati bersama.  

Setelah konferensi pers Jesus dan pembicaraan dengan Presiden FPF Pedro Proença, Ronaldo memutuskan meninggalkan pemusatan latihan. FPF mengonfirmasi kepergian kaptennya dari kamp di Kopenhagen, tetapi menyatakan persiapan tim untuk pertandingan berikutnya tetap berjalan bersama pemain lain yang tersedia.  

Ronaldo Akui Kesalahan dan Minta Maaf

Pada 6 Oktober 2026, Ronaldo menyampaikan penjelasan panjang melalui media sosial. Ia mengakui keputusannya meninggalkan pemusatan latihan dapat berujung sanksi dan menyatakan bertanggung jawab atas tindakannya.

“Saya paham bahwa ada konsekuensi dari tindakan saya ini, yakni hukuman dari Federasi Sepakbola Portugal. Saya yakin hukuman tersebut pasti berat,” kata Ronaldo dalam pernyataannya.

Ia juga menekankan posisinya sebagai kapten tim nasional dan meminta maaf kepada rekan-rekannya karena meninggalkan pemusatan latihan. Ronaldo menyatakan bahwa tanggung jawab atas keputusan tersebut berada pada dirinya, meskipun ia tetap menyampaikan keberatan terhadap sikap pelatih.

Pengakuan itu menjadi salah satu dasar yang dinilai dapat meringankan sanksi. Namun, Ronaldo juga menyatakan bahwa hukuman harus ditentukan oleh federasi, sehingga besaran denda dan lamanya larangan bermain tetap menunggu proses disiplin.

Bagi Portugal, keputusan tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan kapten tim pada agenda internasional berikutnya. Jika skorsing berlangsung hingga jeda internasional November, Ronaldo berisiko absen dalam pertandingan melawan Denmark dan Wales. Kepastian mengenai jadwal kembalinya bergantung pada putusan final FPF dan cakupan sanksi yang ditetapkan.  

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online