Van Gastel Tetap Bangga dengan PSIM Jogja meski Kalah 0-4 dari Persija

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Sabtu, 10 Oktober 2026 18:47 WIB
Van Gastel Tetap Bangga dengan PSIM Jogja meski Kalah 0-4 dari Persija

Laga antara PSIM Jogja vs Persija di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (10/10/2026)/Instagram: PSIM Jogja

Harianjogja.com, BANTUL—Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul van Gastel, tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya meski kalah telak 0-4 dari Persija Jakarta pada pekan keempat Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu (10/10/2026).

Van Gastel menilai para pemain telah berusaha maksimal menghadapi Persija. Namun, gol Alexander Jeremejeff pada menit ke-76 mengubah jalannya pertandingan dan membuat PSIM kesulitan menahan tekanan tim tamu pada sisa laga.

“Saya bangga dengan tim saya. Namun, sayangnya di sekitar menit ke-75 atau 76, kami kebobolan gol. Hal itu bisa terjadi saat melawan Jakarta. Setelah itu mereka memasukkan pemain berkualitas, dan tim kami tidak mampu membendung serangan-serangan dari Jakarta,” ujar Van Gastel dalam konferensi pers seusai pertandingan.

PSIM mampu menjaga gawangnya tidak kebobolan hingga babak pertama berakhir. Akan tetapi, setelah Jeremejeff memecah kebuntuan, Persija semakin leluasa melancarkan serangan.

Stjepan Loncar menggandakan keunggulan Persija pada menit ke-81. Enam menit berselang, pemain pengganti Kwon Chang-hoon menambah gol ketiga. Loncar kemudian mencetak gol keduanya pada masa tambahan waktu untuk memastikan kemenangan 4-0 bagi Macan Kemayoran.

Van Gastel mengakui PSIM masih membutuhkan poin untuk memperbaiki posisi di klasemen. Meski demikian, ia menilai semangat para pemain tetap terjaga dan mengapresiasi perjuangan tim sepanjang pertandingan.

“Saya rasa tim saya sudah mengerahkan segalanya di lapangan. Menurut saya, tim kita masih hidup dan berjuang penuh semangat, meski harus diakui kita memang butuh poin,” katanya.

Ze Valente Akui Perbedaan Kualitas Skuad

Gelandang PSIM, Ze Valente, juga menilai rekan-rekannya telah berusaha memberikan perlawanan terbaik. Namun, ia mengakui Persija memiliki sumber daya dan kualitas pemain yang berbeda sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi Laskar Mataram.

“Kami tahu tidak mudah menghadapi ekspektasi sebesar ini. Persija adalah tim besar di Indonesia dengan target, anggaran, dan level pemain yang berbeda. Kami sudah berusaha sebaik mungkin, meski di menit-menit akhir kami menderita lebih dari yang kami perkirakan,” ujar pemain asal Portugal tersebut.

Ze menilai PSIM perlu menjadikan hasil tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan performa. Ia berharap timnya segera memperoleh poin pada pertandingan berikutnya agar bisa kembali bersaing dan memperbaiki posisi di klasemen.

Selain menyoroti pertandingan, Ze juga mengapresiasi dukungan suporter kedua tim yang hadir di Stadion Sultan Agung. Ia menilai sikap tertib dan suasana damai di antara pendukung kedua klub menjadi hal positif bagi sepak bola Indonesia.

Kekalahan tersebut membuat PSIM masih mengoleksi satu poin dari empat pertandingan dan tertahan di peringkat ke-14 klasemen sementara. Sebaliknya, Persija mengumpulkan 12 poin setelah menyapu bersih empat laga awal musim.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online