Alex Rins Minta Maaf Usai Acungkan Jari Tengah ke Marshal MotoGP Mandalika

Jumali
Jumali Sabtu, 10 Oktober 2026 22:57 WIB
Alex Rins Minta Maaf Usai Acungkan Jari Tengah ke Marshal MotoGP Mandalika

Alex Rins/Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Pembalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins, menyampaikan permintaan maaf setelah mengacungkan jari tengah kepada marshal dalam sesi latihan MotoGP Mandalika 2026. Insiden yang terjadi pada Jumat (9/10/2026) itu menjadi sorotan setelah videonya beredar luas di media sosial.

Peristiwa tersebut bermula ketika Rins mengalami kecelakaan menjelang akhir sesi Practice. Saat itu, waktu latihan hanya tersisa sekitar dua menit sehingga pembalap asal Spanyol tersebut berusaha segera kembali ke paddock.

Dalam upaya kembali ke garasi, Rins menumpang sepeda motor milik seorang marshal. Namun, perjalanan itu tidak berlangsung sesuai harapannya. Terjadi perdebatan mengenai kendaraan yang digunakan dan lokasi tempat Rins harus turun.

Di tengah situasi tersebut, Rins terlihat mengacungkan jari tengah kepada petugas. Ia kemudian melanjutkan perjalanan dengan menumpang sepeda motor milik seorang fotografer.

Rins akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui media sosial. Dalam kolom komentar unggahannya, ia menulis, “A moment of tension in the middle of the practice... I apologize to the marshal.”

Pernyataan tersebut berarti bahwa insiden itu merupakan momen penuh ketegangan di tengah sesi latihan dan ia meminta maaf kepada marshal.

Kronologi Rins Bersitegang dengan Marshal

Insiden terjadi ketika Rins berusaha kembali ke paddock setelah terjatuh di penghujung sesi Practice. Dengan waktu yang semakin terbatas, ia ingin segera mencapai garasi agar dapat melanjutkan aktivitasnya dalam rangkaian Grand Prix Indonesia.

Namun, sepeda motor yang digunakan petugas di lokasi bukan kendaraan yang bebas digunakan untuk mengantar pembalap langsung ke paddock. Kendaraan tersebut merupakan motor flying marshal yang memiliki fungsi operasional khusus dalam penyelenggaraan balapan.

Menurut penjelasan pihak penyelenggara yang diberitakan media, petugas harus mengikuti prosedur evakuasi yang telah ditetapkan. Pembalap yang mengalami kecelakaan tidak selalu dapat langsung diantar ke garasi menggunakan sepeda motor petugas.

Perbedaan pemahaman mengenai prosedur tersebut memicu perdebatan. Rins menginginkan perjalanan yang lebih cepat, sedangkan petugas harus menjalankan tugas sesuai ketentuan operasional di sirkuit.

Dalam penjelasannya kepada media pada Sabtu (10/10/2026), Rins menyebut kejadian itu sebagai kesalahpahaman. Ia mengatakan beberapa marshal di lokasi memberikan arahan berbeda mengenai kendaraan yang akan mengantarnya kembali.

Rins mengakui gestur yang dilakukannya tidak pantas dan telah menyampaikan permintaan maaf.

Penyelenggara Tegaskan Marshal Bekerja Sesuai Prosedur

Pihak penyelenggara MotoGP Mandalika menjelaskan bahwa motor flying marshal berbeda fungsi dengan kendaraan yang digunakan untuk mengantar pembalap kembali ke paddock.

Chairman Grand Prix of Indonesia 2026, Troy Reza Warokka, menegaskan marshal harus mengikuti prosedur keselamatan dan operasional yang berlaku. Petugas tidak dapat meninggalkan posnya begitu saja untuk mengantar pembalap hingga ke garasi.

Dengan demikian, penolakan untuk mengantar Rins sampai ke paddock menggunakan kendaraan tersebut bukan semata-mata persoalan kesediaan membantu, melainkan berkaitan dengan tugas petugas di lintasan.

Penjelasan itu memberikan konteks atas insiden yang sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial. Meski situasi berlangsung menegangkan dan waktu latihan hampir habis, prosedur keselamatan tetap menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan balapan.

Rins Kembali Fokus ke Rangkaian MotoGP Mandalika

Insiden tersebut menambah perhatian terhadap Rins dalam rangkaian Grand Prix Indonesia 2026. Namun, pembalap Yamaha itu juga perlu menjaga fokus pada agenda balapan setelah sesi latihan berakhir.

Permintaan maaf yang disampaikannya menjadi respons atas gestur yang menuai kritik. Rins mengakui tindakannya tidak tepat, sementara penjelasan pihak penyelenggara memperlihatkan pentingnya prosedur evakuasi dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional di sirkuit.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam kompetisi bertekanan tinggi, komunikasi antara pembalap dan petugas lintasan tetap harus berjalan dengan baik. Prosedur keselamatan tidak dapat dikesampingkan meskipun pembalap ingin kembali ke garasi secepat mungkin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online