Pemain Timnas Laos Dilaporkan Ditahan, Diduga Terlibat Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Jumali
Jumali Senin, 12 Oktober 2026 21:07 WIB
Pemain Timnas Laos Dilaporkan Ditahan, Diduga Terlibat Pengaturan Skor Piala AFF 2026

Soukphachan Lueanthala/ Istimewa

Harianjogja.com, JOGJA—Pemain sayap Timnas Laos, Soukphachan Lueanthala, dilaporkan berada dalam tahanan terkait dugaan pengaturan skor pada ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026. Kasus tersebut mencuat setelah Federasi Sepak Bola Laos (LFF) menyelidiki dugaan penyuapan, perjudian ilegal, dan manipulasi pertandingan selama fase grup.

Laporan The Guardian pada Kamis (8/10/2026) menyebut Lueanthala diduga membantu mengoordinasikan operasi pengaturan pertandingan yang berkaitan dengan sindikat taruhan yang diyakini berbasis di Vietnam. Pemain yang membela klub Salavan United itu juga diduga menjadi penghubung antara pihak-pihak yang terlibat dan memberikan instruksi kepada rekan setimnya.

Meski demikian, penahanan Lueanthala belum dikonfirmasi secara resmi oleh LFF maupun kepolisian Laos. Dugaan keterlibatannya pun masih harus dibedakan dari kesimpulan hukum yang telah berkekuatan tetap.

Menurut laporan tersebut, pemeriksaan sejumlah pemain dilakukan setelah Timnas Laos menyelesaikan pertandingan terakhir Grup B melawan Myanmar pada awal Agustus 2026. LFF sebelumnya menyatakan telah membuka penyelidikan pada 7 Agustus sebelum meneruskan perkara itu kepada kepolisian.

Empat Kekalahan Telak Laos Jadi Sorotan

Performa Laos di fase grup ASEAN Championship 2026 menjadi perhatian setelah tim tersebut menelan empat kekalahan. Di bawah pelatih asal Serbia, Vladica Grujic, Laos mencatatkan hasil berikut:

Kekalahan 2-7 dari Myanmar menjadi hasil terakhir Laos di fase grup. Namun, deretan skor tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pengaturan pertandingan. Dugaan manipulasi skor dalam kasus ini merujuk pada penyelidikan yang dilakukan federasi dan laporan mengenai pemeriksaan para pemain.

Hasil tersebut berbeda dari penampilan Laos pada ASEAN Championship edisi 2024. Ketika itu, Laos mampu mencetak tujuh gol dalam empat pertandingan dan menahan imbang Indonesia serta Filipina.

Kesejahteraan Pemain Disorot

Kasus dugaan pengaturan skor ini kembali menyoroti persoalan kesejahteraan pemain di Laos. Seorang sumber yang memiliki pengalaman panjang di sepak bola Laos mengatakan pendapatan pemain ketika memperkuat tim nasional relatif rendah sehingga mereka rentan terhadap tawaran uang dari pihak luar.

“Sampai tahun lalu, mereka mendapatkan $10 per hari ketika bergabung dengan tim nasional,” kata sumber tersebut kepada The Guardian. Pernyataan itu berarti pemain menerima sekitar US$10 per hari ketika bergabung dengan tim nasional hingga tahun sebelumnya.

Sumber yang sama juga mengaku pernah mendengar seorang pemain mengatakan dirinya menerima US$10.000 untuk mengatur masing-masing dari tiga pertandingan. Klaim tersebut belum dapat diperlakukan sebagai bukti bahwa seluruh pertandingan Laos di ASEAN Championship 2026 telah dimanipulasi.

Dugaan terbaru ini menambah catatan kasus pengaturan pertandingan yang pernah menjerat sepak bola Laos. Pada 2020, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menjatuhkan larangan seumur hidup kepada Thipphonexay Inthavongsa setelah menyatakan mantan pemain tersebut bersalah dalam upaya manipulasi hasil pertandingan internasional Laos melawan Hong Kong pada 2017.

Untuk kasus Lueanthala, perkembangan penyelidikan dan keterangan resmi otoritas Laos masih menjadi hal penting untuk memastikan duduk perkara dugaan pengaturan skor tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online