Claudio Mutzi, Kunci PSS Sleman Redam Sayap PSM Makassar

Catur Dwi Janati
Catur Dwi Janati Rabu, 14 Oktober 2026 21:27 WIB
Claudio Mutzi, Kunci PSS Sleman Redam Sayap PSM Makassar

Claudio Mutzi/ Instagram: PSS Sleman

Harianjogja.com, SLEMAN — Kemenangan PSS Sleman atas PSM Makassar bukan hanya soal tiga gol yang tercipta di Stadion Maguwoharjo. Di balik kemenangan 3-0 pada pekan keempat Super League 2026/2027, Claudio Mutzi turut berperan menjaga keseimbangan permainan Super Elang Jawa, terutama saat meredam ancaman dari sisi sayap.

Dipercaya mengisi posisi bek kanan di tengah absennya Saiful Djoge dan Stefan Ashkovski karena cedera, Mutzi memperlihatkan kemampuan membaca permainan lawan. Ia tidak sekadar menjaga pemain yang berada di wilayahnya, tetapi juga berulang kali memotong jalur umpan sebelum bola sampai kepada sasaran.

Sektor kiri serangan PSM menjadi salah satu ujian bagi pemain muda kelahiran 28 Mei 2003 tersebut. Di sisi itu, PSM memiliki Rizky Eka Pratama yang mengandalkan kecepatan serta Victor Luiz yang ikut menopang serangan.

Kombinasi keduanya berpotensi merepotkan pertahanan PSS. Namun, Mutzi berulang kali hadir untuk menutup ruang dan mengganggu distribusi bola menuju sektor tersebut.

Bukan Sekadar Menempel Lawan

Cara Mutzi menjaga pertahanan terlihat dari kecenderungannya membaca arah bola. Alih-alih terus menempel ketat pemain lawan, ia berusaha memperkirakan ke mana umpan akan diarahkan, kemudian bergerak untuk memotong alirannya.

Pendekatan itu membuat upaya PSM mengalirkan bola ke sisi yang ditempati Rizky Eka tidak selalu berjalan mulus. Ketika jalur umpan tertutup, serangan lawan kehilangan momentum dan PSS memperoleh kesempatan untuk kembali menguasai permainan.

Rizky Eka akhirnya tidak dapat melanjutkan pertandingan setelah mengalami benturan dalam perebutan bola. Pemain tersebut sempat mencoba meneruskan permainan sebelum digantikan Gala Pagamo pada penghujung babak pertama.

Meski pergantian pemain itu tidak bisa dikaitkan hanya dengan satu faktor, duel di sektor sayap memperlihatkan betapa pentingnya kecepatan dan ketepatan mengambil keputusan dalam menjaga pertahanan.

Data I.League mencatat PSS menang 3-0 melalui dua gol Hiromu Tanaka pada menit ke-34 dan ke-85, serta gol Matheus Fornazari pada menit 90+2. Hasil tersebut menjadi kemenangan perdana PSS setelah melewati tiga laga awal tanpa poin.

Berkembang dari Pembinaan PSS

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, mengapresiasi perkembangan Mutzi. Menurut dia, melihat pemain yang tumbuh melalui pembinaan klub kemudian mampu bersaing di level tertinggi sepak bola Indonesia merupakan hal yang membanggakan.

“Selalu menyenangkan melihat perkembangan pemain yang berasal dari klub kita sendiri,” kata Huistra dalam konferensi pers seusai pertandingan, Minggu (11/10/2026) malam.

Huistra juga mengenang perjalanan Mutzi yang telah bergabung dengan tim selama sekitar satu setengah tahun. Dalam periode tersebut, sang pemain dinilai terus mengembangkan kemampuannya.

“Claudio sudah bergabung dengan tim selama lebih dari satu setengah tahun dan perlahan-lahan mengembangkan kemampuannya. Hal itu sangat bagus untuk disaksikan,” ujarnya.

Perkembangan tersebut terlihat ketika Mutzi dipercaya mengisi posisi bek kanan. Ia tidak hanya menjalankan tugas bertahan, tetapi juga berusaha menutup ruang yang ditinggalkan rekan setimnya saat PSS kehilangan penguasaan bola.

Kemampuan melakukan cover menjadi nilai tambah. Ketika pemain lain bergerak membantu serangan atau meninggalkan posisinya, Mutzi berusaha mengisi ruang kosong agar lawan tidak leluasa membangun serangan.

Ikut Membangun Serangan PSS

Kontribusi Mutzi tidak berhenti di lini belakang. Ia juga beberapa kali membantu serangan melalui kerja sama dengan Riko Simanjuntak dan Moussa Bagayoko di sisi kanan.

Pergerakan tersebut memberi PSS alternatif untuk mengembangkan permainan dari sayap. Ketika memiliki ruang, Mutzi berani bergerak ke depan dan mendukung rekan setimnya dalam menekan pertahanan PSM.

Huistra secara khusus memuji kerja sama Mutzi dan Riko yang dinilainya mampu menciptakan ancaman. Rangkaian serangan dari sisi tersebut turut berperan dalam terciptanya gol pertama PSS yang dituntaskan Hiromu Tanaka.

“Hari ini Claudio dan Riko bermain sangat apik di sisi tersebut. Mereka bahkan menciptakan peluang. Gol pertama bermula dari sisi itu lewat sebuah umpan silang. Tanaka berada di dalam kotak penalti untuk menuntaskan peluang tersebut, dan itu pemandangan yang menyenangkan,” kata Huistra.

Statistik yang dicantumkan dalam bahan awal dari laman I.League juga menunjukkan kontribusi defensif Mutzi. Dalam empat penampilannya musim ini, ia disebut membukukan 13 tekel, delapan intersepsi, dan lima sapuan. Angka tersebut perlu dipastikan kembali pada halaman statistik pemain sebelum diterbitkan.

Sayangnya, Mutzi tidak menyelesaikan pertandingan hingga peluit akhir. Ia ditarik keluar pada menit ke-82 dan digantikan Jajang Mulyana.

Meski demikian, penampilannya menjadi salah satu catatan positif bagi PSS. Kemampuan membaca arah umpan, menutup ruang, dan mendukung serangan membuat Mutzi berperan dalam dua fase permainan sekaligus.

Bagi PSS, perkembangan pemain muda seperti Mutzi membuka opsi tambahan di sektor bek kanan. Konsistensi penampilannya pada laga-laga berikutnya akan menjadi ujian untuk membuktikan bahwa kontribusi tersebut bukan sekadar penampilan bagus dalam satu pertandingan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online