Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp5,2 Triliun

Newswire
Newswire Kamis, 15 Oktober 2026 13:27 WIB
Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika 2026 Capai Rp5,2 Triliun

Pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Muhammad Kiandra Ramadhipa, menunjukan potensinya mampu melesat cepat di arena balap Eropa. ANTARA/HO-honda.

Harianjogja.com, LOMBOK TENGAH—Ajang MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatat dampak ekonomi sebesar Rp5,2 triliun. Gelaran pada 9-11 Oktober 2026 itu juga menarik 157.875 pengunjung, menjadi jumlah tertinggi sejak MotoGP pertama kali digelar di The Mandalika pada 2022.

Pelaksana Tugas Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), Ahmad Fajar, mengatakan capaian tersebut menandai peningkatan kinerja penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dampak ekonomi sebesar Rp5,2 triliun dan rekor 157.875 pengunjung menandai keberhasilan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026," kata Ahmad Fajar dalam keterangan tertulisnya di Lombok Tengah, NTB, Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, aktivitas pariwisata di kawasan The Mandalika dan sekitarnya telah meningkat sejak sebelum balapan berlangsung. Wisatawan domestik maupun mancanegara mulai berdatangan dan memadati kawasan tersebut sejak sepekan menjelang acara.

"Sebanyak 157.875 pengunjung tercatat hadir, naik 12,5 persen dari 2025. Rata-rata belanja pengunjung mencapai Rp8,56 juta per orang, dihitung sejak sepekan sebelum hingga selama event berlangsung," ujarnya.

Jumlah pengunjung MotoGP Mandalika 2026 meningkat sekitar 12,5% dibandingkan penyelenggaraan 2025 yang mencatat 140.324 pengunjung. Capaian tahun ini sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak ajang balap motor tersebut pertama kali diselenggarakan di The Mandalika pada 2022.

Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika Naik 4,8%

Selain jumlah pengunjung, nilai dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Mandalika juga mengalami peningkatan. ITDC mencatat dampak ekonomi pada 2025 sebesar Rp4,96 triliun, kemudian naik menjadi Rp5,2 triliun pada 2026.

"Dampak ekonominya juga meningkat sekitar 4,8 persen dari Rp4,96 triliun pada 2025 menjadi Rp5,2 triliun pada 2026," katanya.

Ahmad menjelaskan, perhitungan dampak ekonomi tersebut didasarkan pada kajian yang dilaksanakan Lembaga Teknik dan Manajemen Industri (LETMI) Institut Teknologi Bandung (ITB). Penelitian dilakukan sejak sebelum hingga selama penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Kajian itu menggunakan pendekatan input-output berbasis tabel Badan Pusat Statistik (BPS) serta pendekatan Keynesian untuk mengukur dampak pengganda ekonomi dari penyelenggaraan ajang tersebut.

“Kajian dampak ekonomi disusun oleh LETMI–ITB menggunakan pendekatan Input-Output berbasis tabel BPS serta pendekatan keynesian untuk mengestimasi dampak ekonomi penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026,” jelasnya.

Pendekatan tersebut digunakan untuk memperkirakan dampak ekonomi yang dihasilkan dari aktivitas penyelenggaraan MotoGP. Meski demikian, angka Rp5,2 triliun yang disampaikan ITDC saat ini merujuk pada hasil kajian LETMI–ITB.

ITDC Menunggu Data Pembanding dari BPS

ITDC juga menantikan publikasi BPS mengenai dampak ekonomi penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Data tersebut diharapkan dapat menjadi pembanding independen terhadap hasil kajian yang telah disampaikan.

Ahmad mengatakan publikasi BPS nantinya dapat digunakan sebagai sarana kontrol untuk menelaah hasil riset LETMI–ITB. Perbandingan perlu memperhatikan kesesuaian cakupan, periode pengukuran, dan metodologi yang digunakan dalam masing-masing kajian.

“Kami juga menantikan publikasi BPS dalam waktu dekat. Data tersebut akan menjadi pembanding dan sarana kontrol bagi hasil riset LETMI-ITB yang kami sampaikan saat ini, sehingga gambaran manfaat ekonomi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 dapat ditelaah secara lebih menyeluruh,” katanya.

Dengan demikian, angka dampak ekonomi Rp5,2 triliun yang diumumkan ITDC masih perlu dibaca sesuai metodologi kajian yang digunakan. Publikasi BPS mendatang diharapkan memberikan perspektif tambahan untuk menilai dampak ekonomi penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online