Jorge Martin Waspadai Marc Marquez dalam Perebutan Gelar MotoGP 2026

Jumali
Jumali Kamis, 15 Oktober 2026 21:57 WIB
Jorge Martin Waspadai Marc Marquez dalam Perebutan Gelar MotoGP 2026

Pebalap Motogp Marc Marquez (kiri). /Instagram.

Harianjogja.com, JOGJA—Jorge Martin menyadari persaingan memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2026 melawan Marc Marquez menuntut konsistensi tinggi. Pembalap Aprilia Racing itu menilai persaingan kali ini tidak jauh berbeda dibandingkan saat menghadapi Francesco Bagnaia, tetapi Marquez memiliki kemampuan untuk memanfaatkan kesalahan sekecil apa pun.

Persaingan kedua pembalap semakin ketat setelah seri MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, 9–11 Oktober 2026. Martin masih memimpin klasemen dengan 355 poin, hanya unggul dua poin atas Marquez yang mengoleksi 353 poin.

Selisih tersebut menyamai rekor jarak terdekat antara dua kandidat juara setelah 17 putaran. Catatan serupa terjadi pada 2022 ketika Fabio Quartararo hanya unggul dua poin atas Bagnaia setelah Grand Prix Thailand. Pada akhirnya, Bagnaia berhasil merebut gelar juara dunia musim tersebut.  

Martin Kembali Hadapi Persaingan Gelar

Bagi Martin, persaingan musim ini menjadi pengalaman penting dalam perjalanan kariernya di kelas utama. Ia pernah berhadapan langsung dengan Bagnaia dalam perebutan gelar pada 2023 dan 2024.

Pada 2023, Martin harus mengakui keunggulan Bagnaia. Namun, ia berhasil membalasnya pada 2024 dengan merebut gelar juara dunia MotoGP meski jumlah kemenangan balapannya lebih sedikit daripada rivalnya tersebut.

Keberhasilan Martin pada 2024 menunjukkan pentingnya konsistensi dalam mengumpulkan poin sepanjang musim. Ia mampu menjaga peluang juara hingga seri terakhir dan mengakhiri persaingan dengan keunggulan 10 poin atas Bagnaia.

Kini, tantangan berbeda menanti Martin. Marquez, pembalap Ducati Lenovo Team, merupakan rival yang memiliki pengalaman panjang dalam perebutan gelar dan telah meraih tujuh gelar juara dunia di kelas utama MotoGP.

Marquez Dinilai Mampu Memanfaatkan Kesalahan

Martin menilai menghadapi Marquez tidak sepenuhnya berbeda dibandingkan saat bersaing dengan Bagnaia. Namun, ia mengakui Marquez memiliki pengalaman dan kemampuan yang membuat persaingan semakin sulit.

“Bagi saya, tidak banyak yang berubah,” kata Martin dikutip dari Crash.

Martin juga menyinggung pengalaman Marquez yang lebih panjang dalam perebutan gelar. Ia sendiri pernah meraih gelar juara dunia di kelas Moto3 dan MotoGP, sedangkan Marquez memiliki sembilan gelar dunia jika seluruh kelas dihitung.

Menurut Martin, salah satu hal yang perlu diwaspadai adalah kemampuan Marquez menjaga konsistensi dan memaksimalkan peluang ketika rivalnya melakukan kesalahan. Dalam persaingan dengan jarak poin yang sangat tipis, satu hasil buruk dapat mengubah posisi klasemen.

Kondisi itu membuat Martin harus menjaga keseimbangan antara keinginan meraih kemenangan dan kebutuhan menghindari risiko yang tidak perlu. Sebaliknya, Marquez juga harus mempertahankan performa agar dapat menyalip rivalnya dalam klasemen.

Mandalika Menjaga Persaingan Tetap Ketat

MotoGP Indonesia menjadi salah satu seri penting dalam perebutan gelar musim ini. Martin dan Marquez sama-sama terlibat dalam persaingan ketat di Mandalika, sedangkan Marco Bezzecchi berhasil memenangi balapan utama.

Martin finis ketiga dan memperoleh tambahan poin yang membuatnya kembali memimpin klasemen. Marquez mengakhiri balapan di posisi keenam, tetapi tetap menjaga jarak dengan rivalnya menjadi dua poin.

Dengan selisih sekecil itu, setiap seri berikutnya berpotensi memengaruhi peta persaingan. Martin harus mempertahankan keunggulan, sementara Marquez memiliki kesempatan untuk merebut posisi teratas jika mampu mengumpulkan poin lebih banyak.

Persaingan keduanya juga mengingatkan pada duel gelar sebelumnya yang baru ditentukan menjelang akhir musim. Namun, hasil akhirnya masih bergantung pada performa masing-masing pembalap dalam balapan-balapan tersisa.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online