PSIM Kembali Kebobolan di Babak Kedua, Van Gastel Kian Tertekan

Ariq Fajar Hidayat
Ariq Fajar Hidayat Jum'at, 16 Oktober 2026 17:57 WIB
PSIM Kembali Kebobolan di Babak Kedua, Van Gastel Kian Tertekan

PSIM Jogja vs PSM Makassar/ Instagram: PSIM Jogja

Harianjogja.com, BANTUL—PSIM Jogja belum mampu keluar dari tren negatif di Super League 2026/2027. Laskar Mataram kalah 1-2 dari PSM Makassar pada pekan kelima di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Jumat (16/10/2026) sore.

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk tim asuhan Jean-Paul van Gastel sekaligus membuat PSIM masih berkutat di zona degradasi.

Masalah PSIM kembali terlihat setelah turun minum. Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, tuan rumah justru dua kali kebobolan melalui serangan PSM. Gol balasan Ze Valente lewat titik penalti belum cukup untuk menyelamatkan PSIM dari kekalahan.

Van Gastel sebelumnya melakukan sejumlah perubahan dalam susunan pemain. Raka Cahyana dipercaya mengisi posisi bek kanan menggantikan Rio Hardiawan, sedangkan Muhammad Alwi Fadilah menempati sisi kiri pertahanan. Adrian Purzycki juga kembali masuk susunan utama setelah absen dalam dua pertandingan akibat hukuman kartu merah.

PSIM dan PSM sama-sama datang dengan modal kurang meyakinkan. PSIM baru saja kalah 0-4 dari Persija Jakarta, sedangkan PSM menelan kekalahan 0-3 saat menghadapi PSS Sleman.

PSIM gagal menjaga pertahanan setelah turun minum

PSIM lebih banyak menguasai permainan pada babak pertama. Namun, dominasi tersebut belum menghasilkan peluang yang cukup berbahaya untuk mengubah kedudukan. Kedua tim menutup 45 menit pertama dengan skor 0-0.

Selepas jeda, PSIM mencoba bermain lebih terbuka untuk mengejar kemenangan perdana musim ini. Akan tetapi, ruang yang muncul di lini belakang justru dimanfaatkan PSM melalui serangan balik cepat.

PSM memecah kebuntuan pada menit ke-50. Fahrul Aditia berhasil menjebol gawang PSIM setelah lini pertahanan tuan rumah terlambat kembali mengantisipasi serangan lawan.

PSIM berusaha meningkatkan tekanan setelah tertinggal. Namun, upaya tersebut belum mampu menghentikan PSM yang kembali menghukum tuan rumah lewat skema serangan balik pada menit ke-66. PSM unggul 2-0.

Tertinggal dua gol, PSIM memperoleh peluang untuk memperkecil kedudukan setelah wasit menunjuk titik putih. Keputusan tersebut diambil setelah pemeriksaan melalui video assistant referee (VAR). Dalam insiden yang sama, pemain PSM Dusan Lagator disebut menerima kartu merah di menit ke-79.

Ze Valente yang maju sebagai eksekutor penalti menjalankan tugasnya dengan baik pada menit ke-82. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-2 dan membuka peluang PSIM untuk menyamakan kedudukan.

PSIM kemudian menggencarkan serangan pada menit-menit akhir. Namun, tekanan tuan rumah tidak menghasilkan gol tambahan hingga pertandingan berakhir. PSM pun membawa pulang kemenangan 2-1.

PSIM masih terpuruk di zona degradasi

Kekalahan ini membuat PSIM belum mampu bangkit setelah lima pertandingan awal Super League 2026/2027. Berdasarkan data klasemen yang tercantum dalam bahan awal, PSIM berada di peringkat ke-16 dengan satu poin, sedangkan PSM naik ke posisi ke-12 dengan lima poin.

Bagi PSIM, persoalan yang perlu segera dibenahi bukan hanya penyelesaian akhir, tetapi juga kemampuan menjaga organisasi pertahanan setelah turun minum. Kegagalan mengantisipasi serangan balik membuat upaya mengejar kemenangan justru berujung pada kebobolan.

Van Gastel dan para pemainnya kini menghadapi tekanan untuk segera memperbaiki performa. Jika masalah tersebut terus berulang, PSIM berisiko semakin kesulitan keluar dari papan bawah klasemen.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online