ASEAN Football Sebut Suporter Vietnam Puncaki Daftar Loyalitas Fans Tandang ASEAN

Jumali
Jumali Jum'at, 16 Oktober 2026 21:57 WIB
ASEAN Football Sebut Suporter Vietnam Puncaki Daftar Loyalitas Fans Tandang ASEAN

Laporan dari media Malaysia ASEAN Football/ Instagram: asean.football

Harianjogja.com, JOGJA—Media sepak bola berbasis di Malaysia, ASEAN Football, menempatkan suporter tim nasional Vietnam di posisi teratas dalam daftar estimasi pendukung yang mengikuti tim nasional mereka saat bertanding di luar negeri. Dalam daftar yang dirilis pada Kamis (15/10/2026), Vietnam memperoleh angka 85 persen, mengungguli Thailand dan Malaysia.

Mengutip pemberitaan mengenai publikasi tersebut, Thailand berada di posisi kedua dengan estimasi 80 persen, sedangkan Malaysia menempati urutan ketiga dengan 78 persen. Kamboja berada di posisi berikutnya dengan 75 persen, disusul Brunei Darussalam dengan 72 persen. Filipina tercatat paling bawah dalam daftar yang dipublikasikan, dengan angka 45 persen.  

Pemeringkatan tersebut mengukur perkiraan antusiasme pendukung yang bepergian ke luar negeri untuk menyaksikan pertandingan tim nasional mereka. Namun, angka yang disajikan bukan statistik resmi jumlah suporter yang melakukan perjalanan lintas negara.

ASEAN Football menyebut penilaiannya menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengompilasi dan menganalisis unggahan komunitas suporter di media sosial. Platform tersebut juga menyatakan bahwa warga negara yang sudah menetap atau bekerja di luar negeri tidak diperhitungkan.

Meski demikian, metode penghitungan dan formula algoritma yang digunakan tidak dijelaskan secara terperinci kepada publik. Karena itu, persentase tersebut perlu dibaca sebagai estimasi dari ASEAN Football, bukan ukuran ilmiah yang dapat memastikan tingkat loyalitas seluruh suporter di Asia Tenggara.

Indonesia Tidak Tercantum dalam Daftar Persentase

Salah satu hal yang perlu diperhatikan dari pemeringkatan tersebut adalah tidak tercantumnya Indonesia dalam daftar persentase yang dipublikasikan. Dengan demikian, data itu tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan posisi suporter Timnas Indonesia dibandingkan Vietnam, Thailand, atau negara lain dalam kategori pendukung yang bepergian ke luar negeri.

Padahal, suporter Indonesia dikenal memiliki kehadiran besar dalam pertandingan sepak bola, baik saat tim nasional bermain di kandang maupun ketika bertanding di luar negeri. Namun, besarnya jumlah penonton di stadion tidak otomatis menunjukkan berapa banyak pendukung yang melakukan perjalanan dari negara asal.

Perbedaan indikator tersebut penting karena jumlah penonton pertandingan, persentase suporter yang bepergian ke luar negeri, dan tingkat loyalitas merupakan ukuran yang berbeda.

Vietnam Juga Mencatat Rata-Rata Penonton Tinggi

ASEAN Football sebelumnya juga menerbitkan statistik kehadiran penonton pada ASEAN Cup 2026. Dalam laporan tersebut, pertandingan yang melibatkan Vietnam mencatat rata-rata 25.599 penonton per laga. Indonesia berada di urutan berikutnya dengan rata-rata 24.875 penonton, sedangkan Kamboja mencatat 17.169 penonton per pertandingan.

Namun, angka kehadiran penonton itu juga perlu dibaca sesuai konteks. Rata-rata penonton pertandingan tidak selalu menunjukkan jumlah pendukung satu tim secara khusus, sebab penonton di stadion dapat berasal dari kedua kubu maupun masyarakat setempat.

Karena itu, statistik kehadiran penonton ASEAN Cup 2026 tidak dapat langsung dijadikan bukti bahwa suporter suatu negara lebih loyal ketika mendampingi timnya bertanding di luar negeri.

Terlepas dari keterbatasan metodologi, publikasi ASEAN Football kembali menyoroti besarnya perhatian pendukung Vietnam terhadap tim nasional mereka. Untuk membandingkan loyalitas suporter di kawasan secara lebih akurat, diperlukan data perjalanan, jumlah tiket yang digunakan pendukung tim tamu, serta metode penghitungan yang transparan dan konsisten antarnegara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online