Juventus Dibantai Lazio 0-3, Spalletti Akui Timnya Inferior

Jumali
Jumali Senin, 19 Oktober 2026 08:37 WIB
Juventus Dibantai Lazio 0-3, Spalletti Akui Timnya Inferior

Logo Serie A Italia./JIBI


Harianjogja.com, JOGJA—Juventus menelan kekalahan telak 0-3 saat menjamu Lazio pada pekan ketujuh Serie A 2026/2027, Minggu (18/10/2026). Pelatih Luciano Spalletti mengakui timnya tampil inferior dan tidak mampu mengendalikan pertandingan. Ia pun menegaskan perlunya evaluasi, termasuk kemungkinan mengubah metode kerja bersama para pemain.

Lazio memastikan kemenangan melalui gol Oliver Provstgaard pada menit ke-37, Gustav Isaksen pada menit ke-66, dan Fisayo Dele-Bashiru pada menit ke-89. Sementara itu, Juventus kesulitan menciptakan ancaman yang cukup untuk membalikkan keadaan di hadapan pendukung sendiri.

Kekalahan tersebut menjadi pukulan bagi Juventus yang kini mengoleksi 11 poin dari tujuh pertandingan. Bianconeri tertinggal delapan poin dari puncak klasemen, sedangkan para pendukung meluapkan kekecewaan melalui cemoohan setelah pertandingan berakhir.

Spalletti Sebut Juventus Tampil Inferior


Spalletti tidak mendampingi Juventus dari bangku cadangan dalam pertandingan tersebut karena menjalani sanksi. Tugas mendampingi tim di lapangan diambil alih asistennya, Marco Domenichini. Dalam wawancara dengan DAZN Italia, Spalletti menilai Juventus gagal mengendalikan permainan dan tidak memiliki gagasan yang jelas untuk menghadapi Lazio.

"Ini jelas Juventus yang inferior, tim yang tidak mengendalikan permainan, dan tidak memiliki ide ke mana arah pertandingan ini dibawakan," ungkap Spalletti kepada DAZN Italia.

Pelatih asal Italia itu juga menyinggung padatnya jadwal pertandingan yang memengaruhi kondisi fisik dan mental skuadnya. Meski demikian, ia tidak menjadikan kelelahan sebagai pembenaran atas penampilan buruk Juventus.

"Sulit untuk menjalaskannya bahkan kepada diri kami sendiri, karena kami baru kembali jam 4 pagi pada hari Jumat dari Vigo, lalu membiarkan para pemain memulihkan diri bersama staf performa fisik. Kami mencoba mengubah beberapa hal, ada enam pemain baru, tetapi kami lambat dalam hal kaki maupun pikiran. Dalam sepak bola, Anda bisa melihat lawan, Anda bisa melihat bola, dan jika Anda terlalu lambat bereaksi, tidak menunjukkan hati atau ritme, taktik dan sistem menjadi tidak relevan," jelasnya.

Spalletti menyoroti minimnya tempo permainan, lemahnya respons pemain, serta kurangnya kerja keras ketika Juventus berada dalam tekanan. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan taktik atau perubahan sistem permainan.

"Tanpa tempo, tanpa ide, tanpa berlari, tanpa keinginan untuk bekerja keras, dan ketika ada kerentanan dalam duel, membiarkan kepala tertunduk saat segalanya tidak berjalan baik, itu semua adalah hal-hal yang tidak saya sukai," tegas pelatih.

Suporter Kecewa, Juventus Harus Berbenah

Cemoohan suporter setelah pertandingan memperlihatkan besarnya kekecewaan terhadap performa Juventus. Kekalahan dari Lazio juga menambah tekanan kepada Spalletti, terutama karena perolehan poin timnya pada awal musim ini belum sesuai harapan.

Dalam menanggapi pembahasan mengenai karakter pemain modern saat menghadapi kesulitan, Spalletti menekankan pentingnya menunjukkan reaksi dan memperjuangkan kesempatan. Ia menilai pemain tidak boleh menyerah hanya karena menemui hambatan pertama.

"Yang penting adalah menunjukkan reaksi, bukan membiarkan diri terhanyut oleh keadaan. Karier kami tidak hanya bergantung pada keberuntungan, kami harus memperjuangkan kesempatan itu. Kami dipaksa untuk mempelajari pelajaran tersebut. Ada anak-anak muda saat ini yang berjuang dan ada pula yang membiarkan diri mereka jatuh pada batu sandungan pertama, tetapi setiap orang memiliki karakter yang berbeda," balas Spalletti.

Catatan Juventus setelah tujuh pertandingan juga menjadi perhatian. Bianconeri mengumpulkan 11 poin, lebih sedikit dibandingkan 12 poin yang diraih tim pada era Igor Tudor dan 13 poin pada era Thiago Motta dalam jumlah pertandingan yang sama.

Spalletti menyadari situasi tersebut membutuhkan evaluasi serius. Ia menyebut ada dua aspek yang perlu diperiksa, yakni cara berkomunikasi dengan pemain dan metode kerja yang diterapkan tim.

"Jelas, kami perlu menganalisis dan hanya ada dua kemungkinan. Kita bisa mendiskusikan cara kita berbicara kepada tim, atau metode kerjanya. Sesuatu harus diubah, itu terlihat jelas," kata Spalletti.

Ia juga mengaku terkejut dengan penampilan Juventus dan membuka kemungkinan mengevaluasi hubungannya dengan para pemain. Spalletti mengatakan selama ini ia berusaha membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan skuadnya, tetapi hasil pertandingan melawan Lazio menunjukkan bahwa pendekatan yang digunakan belum menghasilkan performa memadai.

"Saya juga terkejut dengan performa ini, jadi saya perlu berpikir keras tentang hal itu, karena saya tidak mengubah cara saya berbicara kepada para pemain. Saya ingin berkomunikasi dengan mereka, memiliki hubungan yang baik dengan mereka. Itu selalu menjadi cara saya. Mungkin saya perlu menganalisis hubungan saya sendiri dengan tim, karena hubungan itu jujur dan adil. Mereka sendiri akan menyadari bahwa apa yang kami lakukan hari ini tidak cukup baik," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online