Suporter Persija Jakarta Dilarang Tandang 6 Laga

Newswire
Newswire Rabu, 21 Oktober 2026 20:07 WIB
Suporter Persija Jakarta Dilarang Tandang 6 Laga

Aksi The Jakmania saat mendukung Persija / Antara-Rosa Panggabean

Harianjogja.com, JAKARTA—Suporter Persija Jakarta harus absen mendampingi tim kesayangan mereka dalam enam pertandingan tandang Super League 2026/2027. Sanksi tersebut dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI setelah kericuhan mewarnai laga Persita Tangerang melawan Persija pada pekan kelima kompetisi.

Selain larangan kehadiran suporter tandang selama setengah musim, Persija juga harus menanggung denda total Rp90 juta. Sementara itu, panitia pelaksana (panpel) Persita Tangerang dijatuhi denda Rp40 juta karena dinilai gagal menjalankan tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban pertandingan.

Direktur Utama I-League, Ferry Paulus, menyampaikan keputusan tersebut dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/10/2026). Ia menjelaskan, sidang Komdis yang membahas insiden itu berlangsung selama dua hari.

"Nah, dari hasil sidang Komdis yang rasanya cukup alot karena memakan waktu sampai dua hari, di mana khusus Persija, ya, ini dilarang untuk datang ke pertandingan away selama setengah musim," kata Ferry.

Ia menegaskan, hukuman tersebut berlaku untuk enam pertandingan tandang Persija di kompetisi Super League.

"Ya. Memang jumlah pertandingannya adalah enam pertandingan, tetapi selama setengah musim ini dilarang Persija untuk hadir di semua partai away yang Persija akan hadiri, ya, khusus di Super League. Kemudian, selain daripada itu, Persija juga mendapatkan denda sebesar Rp30 juta," imbuhnya.

Persija Tak Dikenai Pengurangan Poin

Ferry juga membantah kabar di media sosial yang menyebut Persija akan menerima hukuman pengurangan poin akibat kericuhan tersebut. Sanksi yang diumumkan mencakup larangan suporter menghadiri laga tandang dan denda finansial.

Persija dikenai denda Rp30 juta terkait insiden keributan suporter. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu juga dibebani denda tambahan Rp60 juta atas pelanggaran yang berkaitan dengan penyalaan petasan dan pelemparan flare di tribune. Dengan demikian, total denda yang harus ditanggung Persija mencapai Rp90 juta.

Ferry menyatakan Persija sebenarnya memiliki hak untuk mengajukan banding sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, ia menilai langkah tersebut kurang tepat untuk ditempuh.

"Jadi, terhadap keputusan ini dapat diajukan banding, ya. Sesuai dengan pasal yang ada. Jadi memang diberi ruang untuk banding," kata Ferry.

"Tetapi kami sebenarnya menganggap kurang pas untuk diberikan banding. Karena memang hukuman yang ada sekarang ini, apalagi terhadap Persija," imbuhnya.

Babak Kedua Sempat Tertunda 31 Menit

Kericuhan terjadi ketika Persita menjamu Persija di Banten International Stadium, Sabtu (17/10/2026). Insiden tersebut membuat pertandingan yang semula dijadwalkan melanjutkan babak kedua pada pukul 20.00 WIB baru kembali bergulir sekitar pukul 20.31 WIB.

Menurut Ferry, persoalan yang memicu keributan berkaitan dengan spanduk. Meski pertandingan sebelumnya berjalan lancar, insiden tersebut membuat jalannya laga terganggu.

“Pertandingan sebenarnya berjalan dengan lancar, baik. Tetapi terhenti di babak kedua karena memang ada keributan yang sebenarnya sepele persoalannya, hanya persoalan spanduk,” ujar Ferry.

Panpel Persita Didenda Rp40 Juta

Tak hanya Persija, tuan rumah Persita Tangerang juga menerima sanksi melalui panitia pelaksana pertandingan. Komdis menjatuhkan denda Rp40 juta karena panpel dinilai tidak menjalankan tanggung jawab menjaga keamanan dan ketertiban di area stadion.

"Panitia pelaksana pertandingan Persita ya di kompetisi Super League, diputuskan oleh Komdis pelanggaran sebesar denda Rp40 juta, di mana pelanggaran gagal menjalankan tanggung jawab menjaga ketertiban, keamanan, dan seterusnya," kata Ferry.

Sanksi tersebut menjadi konsekuensi bagi penyelenggara setelah pertandingan terganggu akibat kericuhan suporter. Bagi Persija, larangan suporter mendampingi tim di laga tandang selama enam pertandingan menjadi dampak langsung yang harus diperhatikan sepanjang periode hukuman.

Keputusan ini sekaligus menegaskan bahwa insiden di tribune tidak hanya berpotensi mengganggu jalannya pertandingan, tetapi juga dapat berujung pada sanksi finansial bagi klub maupun panitia pelaksana.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online