Veda Ega Pratama Debut di Phillip Island, Modal Finis Keenam

Jumali
Jumali Jum'at, 23 Oktober 2026 13:47 WIB
Veda Ega Pratama Debut di Phillip Island, Modal Finis Keenam

Veda Ega Pratama /Instagram

Harianjogja.com, JOGJA—Pebalap asal Jogja, Veda Ega Pratama, menghadapi tantangan baru saat menjalani seri Moto3 Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island, 23–25 Oktober. Pebalap Honda Team Asia itu membawa modal positif setelah finis di posisi keenam pada Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Namun, hasil tersebut bukan jaminan Veda akan langsung kompetitif di Australia. Phillip Island memiliki karakter lintasan cepat dengan rangkaian tikungan yang mengalir, sementara Veda belum pernah menjajal sirkuit tersebut sebelumnya.

Bagi Veda, setiap sesi latihan akan menjadi kesempatan untuk memahami karakter trek, menemukan ritme balap, dan menyesuaikan setelan motor bersama tim. Tantangan itu semakin besar apabila kondisi cuaca berubah selama akhir pekan balapan.

Modal Positif dari Mandalika

Veda datang ke Australia setelah meraih hasil keenam di hadapan publik Indonesia pada 11 Oktober 2026. Hasil tersebut menjadi pengalaman penting bagi pebalap muda Indonesia itu dalam menghadapi rangkaian balapan berikutnya.

“Setelah Grand Prix Indonesia, saya merasa semakin termotivasi untuk terus berkembang,” kata Veda dalam keterangan resmi, Jumat (23/10/2026).

Ia mengaku antusias menghadapi sirkuit yang belum pernah dicobanya. Berdasarkan pengamatannya, Phillip Island memiliki lintasan cepat dan tikungan yang mengalir, sehingga ia perlu segera memahami karakter trek tersebut.

Pengalaman di Mandalika dapat menjadi bekal untuk menjaga kepercayaan diri. Meski begitu, Veda tetap harus membangun pemahaman terhadap sirkuit Australia dari awal karena karakter lintasan dan kondisi balapnya berbeda.

Cuaca Jadi Salah Satu Tantangan

Veda menyadari bahwa mempelajari sirkuit baru dalam waktu singkat bukan perkara mudah. Perubahan cuaca juga berpotensi memengaruhi proses adaptasi, terutama ketika tim harus menentukan setelan motor dan strategi untuk setiap sesi.

“Saya tahu akan menjadi tantangan untuk mempelajari semuanya dalam waktu singkat, terutama jika kondisi cuaca berubah,” ujarnya.

Veda mengatakan akan berusaha menghadapi tantangan itu dengan sikap positif dan bekerja keras bersama tim sejak sesi pertama. Proses evaluasi dari setiap putaran akan penting untuk membantu menentukan langkah berikutnya.

“Saya ingin mempertahankan motivasi yang kami miliki di Indonesia, terus berkembang, dan memberikan kemampuan terbaik di lintasan,” kata dia.

Bagi pebalap yang baru mengenal Phillip Island, target awalnya bukan hanya mengejar catatan waktu. Kemampuan memahami titik pengereman, menentukan jalur tikungan, dan menjaga konsistensi juga menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi sesi kualifikasi dan balapan.

Balapan Terakhir MotoGP di Phillip Island

Seri Australia 2026 juga memiliki arti khusus bagi kejuaraan dunia balap motor. Phillip Island dijadwalkan menjadi tuan rumah terakhir Grand Prix Australia sebelum penyelenggaraan berpindah ke Adelaide mulai musim 2027.

MotoGP telah mengumumkan perpindahan tersebut melalui kesepakatan penyelenggaraan bersama pemerintah Australia Selatan. Balapan di Adelaide direncanakan menggunakan sirkuit jalan raya di kawasan pusat kota.

Bagi para pebalap, seri kali ini menjadi kesempatan terakhir untuk berlaga di Phillip Island dalam kalender MotoGP sebelum perpindahan tersebut. Sirkuit ini dikenal dengan tikungan berkecepatan tinggi dan kondisi cuaca yang dapat berubah, sehingga menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi peserta.

Veda ingin memanfaatkan akhir pekan balapan untuk terus berkembang bersama Honda Team Asia. Ia juga berharap bisa menikmati setiap momen di Phillip Island sambil berusaha mendapatkan hasil terbaik.

Dengan modal finis keenam di Mandalika dan pengalaman baru yang menanti di Australia, konsistensi selama latihan akan menjadi salah satu faktor penting bagi Veda. Hasil akhir tetap akan ditentukan oleh performa di lintasan dan kemampuannya beradaptasi sepanjang akhir pekan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online