Arema FC Pecat Marcos Santos

Jumali
Jumali Jum'at, 23 Oktober 2026 15:37 WIB
Arema FC Pecat Marcos Santos

Marcos Santos/Instagram: Arema FC

Harianjogja.com, JOGJA—Arema FC mengakhiri kerja sama dengan pelatih Marcos Santos setelah tim berjuluk Singo Edan itu melewati lima pertandingan beruntun tanpa kemenangan di Super League 2026/2027. Kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta menjadi hasil terbaru yang memperpanjang tren negatif tim asal Malang tersebut.

Sebagai langkah awal pembenahan, manajemen menunjuk Andre Caldas untuk menangani tim sebagai pelatih interim. Caldas akan memimpin persiapan Arema FC menghadapi Dewa United pada laga kandang berikutnya.

Keputusan mengakhiri kerja sama dengan Marcos disampaikan General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi. Menurut dia, manajemen membutuhkan momentum baru untuk memperbaiki situasi tim setelah serangkaian hasil yang tidak sesuai harapan.

“Lima laga tanpa kemenangan menjadi indikator penting tim butuh momentum dan ruang penyegaran baru. Manajemen memutuskan untuk mengistirahatkan sekaligus mengakhiri kerja sama secara profesional demi kebaikan bersama,” ujar Yusrinal dalam keterangan resmi, Jumat (23/10/2026).

Lima Laga Tanpa Kemenangan Jadi Evaluasi

Arema FC mengawali Super League 2026/2027 dengan kemenangan meyakinkan 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC di Stadion Kanjuruhan, Jumat (4/9/2026). Namun, hasil positif itu tidak berlanjut secara konsisten pada pertandingan-pertandingan berikutnya.

Setelah kemenangan pada pekan pertama, Arema bermain imbang 3-3 melawan PSM Makassar dan 1-1 menghadapi Persik Kediri. Singo Edan kemudian bermain imbang 2-2 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC sebelum kalah 1-3 dari Garudayaksa FC.

Hasil paling berat datang ketika Arema bertandang ke markas Persija Jakarta pada Rabu (21/10/2026). Dalam pertandingan pekan keenam di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Arema kalah 1-5 dari tuan rumah.

Persija tampil efektif melalui tiga gol Alexander Jeremejeff, ditambah gol Victor Dethan dan Ivan Mamut. Arema hanya mampu membalas satu gol melalui Gabi.

Rentetan hasil tersebut membuat manajemen menilai tim membutuhkan penyegaran. Yusrinal mengatakan keputusan itu tidak diambil secara tergesa-gesa, melainkan dengan mempertimbangkan berbagai aspek dalam kondisi tim.

Ia juga menyebut pengalaman dari musim-musim sebelumnya menjadi bahan evaluasi bagi manajemen. Pertimbangan yang digunakan mencakup aspek teknis, nonteknis, psikologis, serta situasi internal klub.

Manajemen Tegaskan Keputusan Profesional

Marcos Santos menjalani musim kedua bersama Arema FC setelah manajemen mempertahankannya untuk kompetisi 2026/2027. Sebelumnya, klub menyatakan ingin menjaga kesinambungan program tim dan melanjutkan fondasi yang telah dibangun pada musim sebelumnya.

Meski demikian, manajemen kini memutuskan mengakhiri kerja sama di tengah kompetisi. Yusrinal mengatakan klub akan menyelesaikan urusan administrasi dan hak-hak kontrak Marcos sesuai aturan yang berlaku.

Manajemen juga menyampaikan permohonan maaf kepada Aremania, Aremanita, dan masyarakat Malang Raya atas hasil yang belum memenuhi harapan. Klub berharap proses pembenahan dapat menjadi titik balik untuk memperbaiki performa tim.

“Kami memohon maaf kepada seluruh Aremania, Aremanita, dan masyarakat Malang Raya atas raihan yang belum maksimal. Kami memohon doa dan dukungan positif agar momentum pembenahan ini menjadi titik balik kebangkitan Arema FC,” kata Yusrinal.

Andre Caldas Pimpin Arema FC untuk Sementara

Untuk menjaga persiapan tim tetap berjalan, Arema FC menunjuk Andre Caldas sebagai pelatih interim. Manajemen mempertimbangkan lisensi kepelatihan A Pro yang dimiliki Caldas, selain pengalamannya berinteraksi langsung dengan para pemain.

Caldas juga pernah memimpin tim ketika Marcos tidak berada di sisi lapangan. Kedekatan dengan skuad diharapkan membantu proses transisi tanpa mengganggu persiapan menuju pertandingan berikutnya.

“Untuk memastikan persiapan tim tidak terganggu jelang laga kandang melawan Dewa United, kami menunjuk Andre Caldas sebagai pelatih interim,” ujar Yusrinal.

Manajemen menilai Caldas memahami kondisi internal tim sehingga dapat membantu pemain mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya. Penunjukan tersebut bersifat sementara, sementara klub tetap mencari pelatih kepala definitif.

Arema FC dijadwalkan menjamu Dewa United pada Minggu (25/10/2026). Pertandingan itu menjadi kesempatan awal bagi tim untuk berusaha menghentikan tren tanpa kemenangan di bawah kepemimpinan sementara Caldas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online