Tiket Kereta Api Keberangkatan 1 Desember 2026 Sudah Bisa Dipesan
KAI Daop 6 Yogyakarta membuka pemesanan tiket kereta keberangkatan 1 Desember 2026 melalui Access by KAI mulai 1 November.
Ilustrasi bola UEFA Nations League./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Sejumlah konglomerat Indonesia melebarkan investasi ke industri sepak bola melalui kepemilikan maupun penyertaan saham di klub dalam dan luar negeri. Nama-nama seperti keluarga Hartono, Erick Thohir, Alvin Sariaatmadja, hingga Glenn Sugita tercatat memiliki keterkaitan dengan klub sepak bola di berbagai kompetisi.
Investasi di industri sepak bola tidak hanya berkaitan dengan aktivitas olahraga. Bisnis ini juga membuka peluang pengembangan merek, hak komersial, pariwisata, hingga industri hiburan.
Berikut sejumlah pengusaha Indonesia yang memiliki atau pernah memiliki saham di klub sepak bola.
1. Keluarga Hartono – Como 1907
Robert Budi Hartono bersama mendiang saudaranya, Michael Bambang Hartono, dikenal sebagai pemilik Como 1907 yang berkompetisi di Serie A Italia. Keduanya mengambil alih klub tersebut pada 2019 melalui Grup Djarum dan perusahaan Sent Entertainment.
Saat itu, Como tengah menghadapi persoalan finansial. Setelah melalui proses pembangunan kembali, klub tersebut berhasil promosi ke Serie A pada 2024.
Investasi keluarga Hartono tidak hanya diarahkan pada sepak bola. Pengembangan merek, pariwisata, fesyen, dan konten gaya hidup turut menjadi bagian dari strategi bisnis klub.
Menurut daftar 50 orang terkaya Indonesia versi Forbes pada Desember 2025, kekayaan gabungan Hartono bersaudara mencapai US$43,8 miliar. Keduanya menempati posisi pertama dalam daftar tersebut.
2. Erick Thohir – Oxford United
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir merupakan salah satu pengusaha Indonesia yang berinvestasi di sepak bola Inggris melalui Oxford United. Bersama Anindya Bakrie, Erick terlibat dalam akuisisi klub tersebut pada 2021.
Struktur kepemilikan Oxford United kemudian mengalami perubahan. Pada November 2025, Erick meningkatkan kepemilikan pengendalinya setelah mengakuisisi seluruh saham Oxford Investment Holdings Pte. Ltd. yang sebelumnya dimiliki Oxford United Investors Pte. Ltd.
Sebelum berinvestasi di Oxford United, Erick juga pernah memiliki saham di Inter Milan dan DC United. Kedua klub tersebut merupakan bagian dari riwayat investasinya, bukan kepemilikan yang masih berlangsung.
3. Alvin Sariaatmadja – US Lecce
CEO Emtek Group, Alvin Sariaatmadja, masuk dalam jajaran pengusaha Indonesia yang berinvestasi di sepak bola Italia melalui US Lecce. Berdasarkan pengumuman resmi klub pada Mei 2022, Alvin bergabung dengan kelompok pemegang saham.
Alvin tercatat mengakuisisi sekitar 10% saham Lecce. Dengan porsi tersebut, keterlibatannya berbeda dari kepemilikan pengendali seperti yang dimiliki Erick Thohir di Oxford United.
Alvin merupakan putra pengusaha Eddy Kusnadi Sariaatmadja, sosok di balik Emtek. Dalam daftar Forbes 2025, Eddy Sariaatmadja dan keluarga tercatat memiliki estimasi kekayaan US$1,8 miliar.
4. Sinar Sitorus – FCV Dender
Pengusaha asal Indonesia, Sinar Sitorus, juga tercatat sebagai investor klub sepak bola Eropa melalui FCV Dender di Belgia.
Sinar diketahui membeli klub tersebut pada 2018 ketika masih berkompetisi di kasta ketiga Liga Belgia. Dender kemudian berhasil promosi ke kasta tertinggi sepak bola Belgia.
Keterlibatan Sinar menunjukkan investasi pengusaha Indonesia di sepak bola Eropa tidak hanya menyasar kompetisi besar seperti Inggris dan Italia.
5. Glenn Sugita – Persib Bandung
Di dalam negeri, Glenn Sugita dikenal sebagai salah satu tokoh utama di balik Persib Bandung melalui PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).
Keterlibatan Glenn bermula pada 2009, ketika Persib menghadapi tantangan pendanaan setelah tidak lagi dapat mengandalkan anggaran pemerintah daerah. Glenn disebut ikut membangun konsorsium pengusaha untuk menopang pendanaan dan pengelolaan klub.
Konsorsium tersebut mengambil alih 70% saham PT Persib Bandung Bermartabat, perusahaan yang menaungi Persib.
Di luar sepak bola, Glenn dikenal sebagai salah satu pendiri Northstar Group, perusahaan investasi yang beroperasi di Asia Tenggara. Pengalamannya di bidang investasi menjadi bagian dari perjalanan pengelolaan Persib melalui konsorsium bisnis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KAI Daop 6 Yogyakarta membuka pemesanan tiket kereta keberangkatan 1 Desember 2026 melalui Access by KAI mulai 1 November.
Como 1907 menang 1-0 atas Venezia pada pekan ke-10 Liga Italia 2026/2027. Penalti Lucas Da Cunha memastikan kemenangan keempat beruntun.
Mensos Gus Ipul mengajak RT/RW dan pemda memperbaiki data bansos. Evaluasi Kemensos menyebut sekitar 45 persen data penerima PKH dan sembako tidak tepat sasaran
Satlantas Polresta Jogja merilis jadwal pelayanan SIM November 2026, mulai Satpas, SIM Keliling Alkid, SIM MAMI, hingga layanan Drive Thru.
Pelajar dan mahasiswa Indonesia menciptakan AeroSpora, dinding lumut pintar, dan NovaSight, aplikasi matematika berbasis AI untuk tunanetra.
Mario Aji gagal finis di Moto2 Malaysia setelah terjatuh pada lap kedua. Pembalap Indonesia itu kini membidik hasil lebih baik di Qatar.