IHSG Hari Ini Dibuka Melemah, Saham BBCA, BREN, dan BBRI Tekan Indeks
IHSG hari ini dibuka melemah ke level 5.884,96 dipicu tekanan saham BBCA, BREN, dan BBRI. Investor masih menanti sentimen ekonomi dan arus modal asing.
http://www.harianjogja.com/?attachment_id=397501" rel="attachment wp-att-397501">http://images.harianjogja.com/2013/04/PSIM-LOGO2-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />JOGJA-Pola formasi 3-5-2 yang sempat nyaris dibakukan menjadi pola formasi untuk laga tandang ternyata kembali diragukan oleh jajaran pelatih PSIM.
Terbukti, ketika PSIM dijamu oleh PS UNY di Stadion Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Selasa (16/4) sore, Pelatih PSIM Maman Durrachman justru menguji formasi 4-2-3-1 yang selama ini menjadi formasi baku mereka, terlebih ketika bermain di Stadion Mandala Krida.
Hingga saat ini, Maman Durrachman mengaku masih kesulitan untuk menerapkan pola fromasi 3-5-2. Pasalnya, ia mengaku terkendala mencari pemain yang bisa mendampingi Agung Suprayogi di barisan depan PSIM.
Sebenarnya, sejauh ini ia sudah mencoba beberapa pemain yang ada macam Supri Andriyanto dan M.Arfani. Akan tetapi, ia menilai kedua pemain tersebut ternyata belum menunjukkan performa maksimal untuk menjadi tandem Agung Suprayogi.
”Kalau Supri [Andriyanto] saya rasa tidak mungkin. Sebenarnya saya berharap banyak pada M. Arfani. Tapi ternyata dia pun tidak mampu,” ujarnya Selasa (16/4).
Ketika di babak pertama, Maman Durrachman memang memasang skuat inti dengan menggunakan pola formasi 4-2-3-1 dengan mengandalkan Agung Suprayogi sebagai ujung tombak.
Diakuinya, sepanjang babak pertama, tim inti tersebut tak mampu menunjukkan permainan efektif. Bahkan, di pertengahan babak pertama gawang PSIM yang ketika itu dikawal oleh kiper kedua Putut Jati Purnomo.
Barulah, di babak kedua, ketika Maman merombak total susunan pemainnya namun tetap dengan pola formasi yang sama, PSIM berhasil menyarangkan gol melalui sontekan Seto Nurdiyantoro sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Maman menilai, pertandingan uji coba tersebut memang tak maksimal bagi anak asuhnya. Selain lantaran koordinasi yang gagal antara lini tengah dan lini depan, ia juga menilai anak asuhnya terlalu keletihan.
”Karena kemarin [Senin malam] mereka fitness, sore ini langsung tanding,” ucapnya.
Terlepas dari hasil laga uji coba tersebut, bukan tidak mungkin, ketika menghadapi PSIS Semarang dalam laga uji coba tandang terakhirnya, Sabtu (20/4) mendatang di Stadion Jatidiri Semarang pihaknya tetap akan menggunakan pola satu striker dan empat pemain bertahan.
Ketika menghadapi Persis Solo pada laga perdana putaran II Divisi Utama, Sabtu (27/4) mendatang di Stadion Manahan Solo, timnya memang menargetkan curi poin.
”Lawan Persis besok, kami tetap harus tampil ofensif. Itulah, jika kesulitan mencari dua striker, terpaksa kami akan tetap pakai pola ofensif 4-2-3-1,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
IHSG hari ini dibuka melemah ke level 5.884,96 dipicu tekanan saham BBCA, BREN, dan BBRI. Investor masih menanti sentimen ekonomi dan arus modal asing.
Prediksi Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026, lengkap dengan line up, analisis kekuatan tim, dan skor akhir.
Penggerebekan narkoba di Katingan ricuh, satu polisi gugur dan dua anggota hilang. Pencarian masih berlangsung.
PSS Sleman resmi berpisah dengan Ichsan Pratama. Gelandang kunci Super Elja musim lalu kini meninggalkan tim.
DPR RI hormati putusan MK yang menetapkan Pilkada tetap dipilih langsung oleh rakyat dan siap menindaklanjuti secara yuridis.
Realisasi pajak Sleman capai Rp611 miliar hingga Juni 2026. PBB-P2 tertinggi, pajak tambang masih rendah.