MotoGP 2027 Pakai Mesin 850 cc, Ini Tantangan Besarnya
MotoGP 2027 memakai mesin 850 cc dan diperkirakan kehilangan sekitar 50 HP. Aprilia menilai tenaga mesin justru akan semakin penting.
http://www.harianjogja.com/?attachment_id=405949" rel="attachment wp-att-405949">http://images.harianjogja.com/2013/05/Rio-F-370x231.jpg" alt="" width="370" height="231" />
MANCHESTER-Rio Ferdinand sekali lagi menegaskan bahwa ia ingin melanjutkan karirnya bersama Manchester United.
Kontrak pemain berusia 34 tahun itu akan berakhir musim panas ini dan ingin ingin menandatangani kontrak baru dengan Setan Merah.
Berbicara lebih mendalam tentang situasi kepada MUTV, bek tengah menekankan keinginannya untuk masuk ke dalam rencana manajer David Moyes, yang akan menggantikan Sir Alex Ferguson pada bulan Juli.
"Manchester United memiliki masa depan cerah. Manajer telah meninggalkan klub dalam kesehatan yang besar dan kami sangat menantikan. Kami memiliki sejumlah besar pemain muda yang bagus yang ingin memenangkan sesuatu dan menjadi sukses dengan bekerja keras," katanya.
"Saya ingin menjadi bagian dari tim dan melanjutkan kesuksesan. Kami memiliki etos kerja yang kuat," harapnya.
Ferdinand bergabung dengan Setan Merah setelah meninggalkan Leeds United, 2002 lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MotoGP 2027 memakai mesin 850 cc dan diperkirakan kehilangan sekitar 50 HP. Aprilia menilai tenaga mesin justru akan semakin penting.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk 2027, terutama untuk SDM, usaha, digitalisasi, dan pengawasan.
Ibu di Semin Gunungkidul membuang bayi yang baru dilahirkannya karena takut tak mampu menafkahi. Polisi menemukan petunjuk dari ceceran darah.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Jalur pendakian Gunung Kerinci ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Anggota DPR RI Vita Ervina mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)