Mourinho Jadi Salah Satu Tokoh Pertama yang Hormati Messi Usai Pensiun dari Timnas
Jose Mourinho memberikan penghormatan kepada Lionel Messi setelah bintang Argentina itu mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional.
Foto ilustrasi Motogp. - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— MotoGP akan memasuki era baru pada 2027. Kapasitas mesin dipangkas dari 1.000 cc menjadi 850 cc, sementara regulasi aerodinamika juga diperketat untuk membuat motor lebih lambat dan lebih mudah dikendalikan.
Perubahan tersebut bukan sekadar mengurangi ukuran mesin. Bagi tim, regulasi baru akan memaksa mereka mencari keseimbangan baru antara tenaga, aerodinamika, sasis, elektronik dan ban.
Direktur Teknik Aprilia, Fabiano Sterlacchini, bahkan memperkirakan motor MotoGP generasi 2027 akan kehilangan sekitar 50 tenaga kuda dibandingkan motor 1.000 cc saat ini. Namun, kehilangan tenaga itu justru membuat pengembangan mesin menjadi semakin penting.
Mesin 850 cc Akan Lebih Sering Dipaksa Maksimal
Sterlacchini menjelaskan bahwa motor MotoGP saat ini tidak sepanjang waktu menggunakan seluruh kemampuan mesinnya.
Menurutnya, kondisi ketika katup gas terbuka penuh saat ini hanya terjadi sekitar 15 hingga 20 persen dari satu putaran. Dengan berkurangnya tenaga akibat regulasi 850 cc, persentase tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 30 hingga 40 persen.
“Saat ini, motor benar-benar berada pada batas kemampuan mesinnya sekitar 15 hingga 20 persen dari satu putaran. Pada kondisi tersebut, katup gas terbuka sepenuhnya,” kata Sterlacchini seperti dikutip Speedweek, Selasa (1/9/2026).
Perubahan itu membuat setiap tambahan tenaga menjadi lebih bernilai.
Sterlacchini mengatakan bahwa mencari tenaga ekstra pada motor 1.000 cc saat ini tidak sepenting yang akan terjadi pada motor generasi berikutnya. Ketika tenaga mesin berkurang, motor akan lebih sering berada dalam kondisi ketika tenaga maksimum benar-benar dibutuhkan.
“Seberapa penting saat ini menemukan tenaga ekstra dari mesin? Tidak terlalu penting, karena saya tidak menggunakan tenaga penuh tersebut dalam waktu yang lama. Mulai musim depan, hal ini akan menjadi dua kali lebih penting,” ujarnya.
Dengan kata lain, 50 hp yang hilang tidak sekadar berarti motor menjadi lebih lambat. Tim juga harus menemukan cara agar setiap tenaga yang tersedia dari mesin 850 cc bisa dimanfaatkan seefektif mungkin.
MotoGP 2027 Bukan Sekadar Perlombaan Tenaga
Meski mesin menjadi salah satu fokus utama, Sterlacchini mengingatkan bahwa performa motor tidak dapat ditentukan oleh satu komponen.
Ia menggambarkan pengembangan motor seperti sebuah orkestra. Mesin bisa saja sangat kuat, tetapi performa keseluruhan tetap buruk jika sasis, aerodinamika, elektronik atau bagian lainnya tidak bekerja secara harmonis.
“Anda bisa memiliki musisi yang sangat bagus, tetapi pemain drum mungkin bermain terlalu keras dan menenggelamkan suara alat musik tiup. Mungkin juga satu orang memainkan musik rock, sementara yang lain memainkan simfoni klasik,” kata Sterlacchini.
Analogi tersebut menggambarkan betapa pentingnya keseimbangan dalam pengembangan motor MotoGP.
Menurutnya, direktur teknis harus mampu menentukan bagian mana yang paling membutuhkan investasi. Tidak ada gunanya mengembangkan satu sektor secara berlebihan jika komponen lain justru menjadi titik lemah.
“Pada titik tertentu, dia harus mengatakan: Kita kekurangan piano, saya ingin oboe. Kita perlu berinvestasi pada bagian ini, bukan bagian itu,” ujarnya.
Pendekatan tersebut diperkirakan semakin penting ketika regulasi 2027 mulai diterapkan.
Aerodinamika Masih Punya Ruang untuk Berkembang
Selain mesin, aerodinamika menjadi sektor lain yang berpotensi mengalami perkembangan besar.
Dalam beberapa tahun terakhir, aerodinamika semakin berpengaruh terhadap karakter motor MotoGP. Winglet, fairing dan berbagai perangkat aerodinamika digunakan untuk membantu meningkatkan stabilitas ketika motor berakselerasi maupun mengerem.
Namun, Sterlacchini menilai teknologi aerodinamika pada sepeda motor masih jauh tertinggal dibandingkan Formula 1.
“Dalam aerodinamika sepeda motor, saya pikir kita tertinggal 30 hingga 50 tahun dibandingkan Formula 1. Masih banyak yang harus ditemukan,” katanya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat ruang besar bagi tim untuk melakukan eksperimen.
Meski begitu, regulasi MotoGP 2027 justru membatasi sejumlah perangkat aerodinamika dibandingkan generasi motor saat ini. Tujuannya antara lain mengurangi efek aerodinamika yang terlalu besar dan membuat motor lebih mudah diikuti pembalap lain.
Artinya, para insinyur harus mencari solusi dengan ruang pengembangan yang lebih terbatas.
Tubuh Pembalap Juga Memengaruhi Aerodinamika
Hal menarik lainnya adalah pengaruh gerakan pembalap terhadap aliran udara.
Menurut Sterlacchini, posisi tubuh pembalap tidak hanya berkaitan dengan ergonomi atau keseimbangan. Gerakan pembalap juga menghasilkan gaya aerodinamika yang dapat memengaruhi perilaku motor.
Ketika pembalap keluar dari fairing atau menjulurkan kakinya saat mengerem, posisi tubuh tersebut menciptakan gaya di luar garis tengah motor.
“Untuk membantu membelokkan motor dan mengarahkannya ke tikungan saat pengereman, seperti dayung, hanya saja menggunakan udara, bukan air,” jelas Sterlacchini.
Konsep tersebut menggambarkan bagaimana pembalap dan motor pada dasarnya menjadi satu sistem aerodinamika.
Gerakan tubuh yang terlihat sederhana dari luar dapat ikut memengaruhi arah dan kestabilan motor ketika memasuki tikungan.
Era Baru MotoGP Akan Menguji Insinyur
Regulasi 2027 pada akhirnya tidak hanya akan menguji kemampuan pembalap.
Insinyur juga akan menghadapi tantangan besar karena harus merancang motor yang lebih kecil tetapi tetap kompetitif. Kapasitas mesin turun menjadi 850 cc, aerodinamika dibatasi, sementara performa harus tetap optimal dalam berbagai kondisi balapan.
Bagi Aprilia dan pabrikan lainnya, mencari tenaga tambahan dari mesin akan menjadi salah satu pekerjaan penting.
Namun, seperti yang ditegaskan Sterlacchini, motor tercepat bukan selalu motor dengan mesin paling bertenaga.
Motor harus mampu mengubah tenaga menjadi akselerasi, mengerem dengan stabil, menikung dengan efektif dan menjaga performa ban sepanjang balapan.
Itulah sebabnya MotoGP 2027 berpotensi menjadi era ketika detail kecil semakin menentukan hasil besar.
Setiap tambahan tenaga dari mesin 850 cc, setiap peningkatan efisiensi aerodinamika dan setiap penyempurnaan sasis dapat menjadi pembeda di lintasan.
Bagi penonton, perubahan tersebut mungkin hanya terlihat sebagai motor dengan mesin lebih kecil. Namun bagi para pabrikan, 2027 akan menjadi perlombaan teknologi baru—mencari cara mendapatkan performa maksimal dari paket yang dibatasi regulasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jose Mourinho memberikan penghormatan kepada Lionel Messi setelah bintang Argentina itu mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional.
Survei Pew Research Center menunjukkan kekhawatiran warga Amerika Serikat terhadap AI meningkat, terutama di kalangan usia muda.
Jadwal bola malam ini 1-2 September 2026 menghadirkan Al Hilal vs Al Ahli, Parma vs Cremonese, Dortmund dan sejumlah laga Championship.
Lebih dari 1.000 pelari mengikuti Bank Jateng Friendship Run Boyolali 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Boyolali, Minggu (30/8/2026).
Veda Ega Pratama gagal meraih poin di Moto3 Aragon 2026 setelah finis ke-20. Posisi Veda di klasemen turun ke-7. Simak kronologi dan pernyataan Veda di sini.
Sebanyak 31.649 penerima bansos DIY terindikasi judi online per 16 Juli 2026. Dinsos membuka mekanisme sanggah bagi KPM.