Pelaku Usaha DIY Tertekan, Stimulus Dinanti
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFI Pemain PSS Sleman, Anang Hadi (8) berhasil menjebol gawang Persitara pada laga semifinal Divisi Utama LPIS 2013 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (7/11). Babak pertama dengan skor 2-0 untuk kemenangan PSS Sleman.
Harianjogja.com, SLEMAN-Pasca kekalahan timnya atas PSS Sleman di ajang semifinal Divisi Utama Liga Indonesia 2013 dengan skor telak 3-0, Kamis (8/11/2013) malam, CEO Persitara S. Andyka mengaku kecewa.
Kekecewaannya itu bukan lantaran timnya dikalahkan oleh PSS, namun justru karena sikap PSSI yang dinilainya terlalu memihak PSS.
"Kalau soal pertandingannya, kami akui, kualitas kami memang tak begitu bagus. Kami yakin, kalau kami masuk final pun, kami juga pasti akan kalah dari Lampung FC [Lampung FC sudah lebih dulu lolos ke final setelah mengalahkan Persenga Nganjuk di laga semifinal lainnya]," ucapnya.
Diakuinya, laga semifinal kali ini memang terasa aneh. Pasalnya, beberapa hari sebelum ditetapkannya pelaksanaan pertandingan semifinal Divisi Utama, ia sulit berkomunikasi dengan pihak PSSI sebagai penyelenggara.
Itulah sebabnya, penetapan PSS sebagai tuan rumah dinilainya janggal.
Pasalnya kriteria penetapan tuan rumah itu pun sampai sekarang ia tak paham. "Kalau ditanya siap atau tidak, kami sebenarnya juga sangat siap kalau bertindak sebagai tuan rumah. Tapi setahu kami, klub peserta yang lain tak pernah diminta mengajukan, tiba-tiba PSS yang ditunjuk," keluhnya.
Tak hanya itu, hingga hari pelaksanaan pertandingan pun, pihaknya juga baru mengetahui jika ternyata tim tamu sama sekali tak mendapatkan biaya apapun dari tuan rumah.
Padahal, sepengetahuannya, dalam setiap home tournament, tuan rumah seharusnya menanggung biaya tim tamu."Tapi sampai hari pertandingan, kami belum mendapatkan kejelasan itu," tegasnya.
Dari situlah ia kemudian melontarkan pernyataan yang mengejutkan, yakni menganggap bahwa di Divisi Utama 2013 kali ini, PSS memang seperti sudah dipersiapkan untuk juara.
Hal itu terlihat dari begitu seringnya PSSI mengeluarkan keputusan yang menguntungkan PSS. "Puncaknya adalah saat semifinal dan final ini saya rasa," tuturnya.
Seperti diketahui, Kamis (7/11/2013) malam lalu, Persitara memang dikalahkan telak tiga gol tanpa balas oleh PSS. Ketiga gol masing-masing dicetak oleh Agung Suprayogi di menit 12, Anang Hadi di menit 40, dan Monieaga Bagus Suwardi di menit 72.
Di babak final, PSS sudah ditunggu oleh Lampung FC yang di partai semifinal lainnya mengalahkan Persenga Nganjuk dengan skor 2-0.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rupiah mendekati Rp18.000 per dolar AS, KADIN Sleman mendesak stimulus ekonomi karena biaya produksi naik dan daya beli masyarakat melemah.
Draf kesepakatan Iran-AS bocor. Selat Hormuz dibuka, sanksi ditangguhkan, aset Iran Rp427 triliun siap dicairkan.
Kenaikan harga BBM non-subsidi mendorong Pemda DIY memperketat penggunaan kendaraan dinas, memperbanyak rapat daring, dan efisiensi operasional.
Menteri Keuangan Purbaya menegaskan pelaku yang merugikan negara akan terus dikejar hingga aset berhasil dipulihkan untuk negara.
Presiden Prabowo Subianto menyambut Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Merdeka. Bahas kerja sama ekonomi dan tenaga kerja terampil.
Pertamina Patra Niaga memastikan kualitas BBM tetap terjaga melalui pengelolaan zat pengotor di kilang untuk menghasilkan BBM standar Euro 4.