Atap Kelas MTs Muhammadiyah Ambruk di Sragen, 48 Siswa Diliburkan
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Harianjogja.com, JOGJA-Panitia pelaksana (panpel) pertandingan home Laskar Mataram bersikeras tetap menggunakan Stadion Mandala Krida untuk tempat dilangsungkannya laga derby DIY antara PSIM kontra PSS Sleman, Jumat (8/8) mendatang.
Alasannya, selain nyaman karena tampil di kandang, panpel menilai http://www.harianjogja.com/baca/2014/07/31/jelang-derby-diy-laga-derby-psim-vs-pss-digelar-di-maguwoharjo-523114">stadion tersebut masih layak digunakan.
Hal ini diungkapkan oleh CEO PT Putra Insan Mandiri (PIM), Dwi Irianto, Minggu (3/8/2014) malam. Pria yang akrab dipanggil Mbah Putih itu menyatakan keinginan panpel tersebut telah disampaikan dalam rapat bersama. Bahkan, untuk memuluskan keinginan tersebut, panpel telah menghubungi Manajer Kompetisi dan Administrasi PT Liga Indonesia (LI) Darwis Satmoko.
"PT LI pada prinsipnya tidak masalah, asalkan tidak menganggu pertandingan. Lapangan harus steril, tidak ada material tercecer yang bisa disalahgunakan oleh oknum untuk melakukan pelemparan dan berujung bentrok," ujar Dwi.
Setelah mendapatkan kepastian penggunaan Stadion Mandala Krida dari PT LI, panpel akan mengirimkan foto renovasi stadion ke operator liga tersebut. Langkah itu dilakukan agar PT LI bisa menilai kelaikan stadion untuk laga derby.
BPO Keberatan
Adapun rencana penggunaan Stadion Mandala Krida yang tengah direnovasi sebagai tempat digelarnya laga langsung mendapatkan reaksi dari Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Disdikpora DIY. Kepala BPO Disdikpora DIY, Edi Wahyudi mengaku keberatan jika laga dipaksakan digelar di tempat tersebut.
“Kondisi tidak memungkinkan. Lagipula alat berat sudah ada di dalam stadion, jika tetap dipaksakan tentu itu akan menghambat pekerjaan kami. Disisi lain laga itu juga sangat riskan karena jika bola itu mengenai alat berat bisa rusak," katanya terpisah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Atap kelas MTs Muhammadiyah 4 Sambungmacan Sragen ambruk saat KBM. 48 siswa diliburkan, 6 siswa luka-luka.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.