BIGBANG hingga Maroon 5 Siap Tampil di Jakarta International Stadium
Simak jadwal konser My Chemical Romance, BIGBANG, ENHYPEN, dan Maroon 5 di Jakarta International Stadium pada 2026-2027.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Harianjogja.com, JAKARTA — Pasca tragedi "sepak bola gajah" di Divisi Utama, PSSI lebih serius dalam memerangi perjudian dan match fixing. Tidak tanggung-tanggung, PSSI langsung bekerja sama dengan pihak kepolisian dan interpol untuk memberantas tindakan curang ini.
Skandal pengaturan skor kembali terkuak menyusul insiden sepakbola antara PSS Sleman vs PSIS Semarang beberapa waktu lalu. Lima gol yang tercipta dalam pertandingan itu tercipta melalui gol bunuh diri. Kedua kubu bermain sabun sama-sama ingin mengalah agar menjadi runner-up grup demi menghindari Borneo FC di babak semifinal Divisi Utama.
Ketua Umum PSSI, Johar Arifin, menyebut, PSSI sangat fokus memerangi perjudian dalam sepak bola."Mulai dari Ketum hingga anggota komite semuanya sudah menandatangani pakta integritas," tegas Djohar di Hotel Parklane, Jakarta, seperti dilansir dari laman Liputan6.com, Senin (8/12/2014).
Namun mantan staff ahli Kementrian Pemuda dan Olahraga itu menyadari, PSSI tidak bisa sepenuhnya menjangkau praktik perjudian. PSSI memiliki keterbatasan, hanya mampu menghukum pelaku, bukan bandar judi atau oknum di luar sepakbola. Untuk menyentuh judi sepak bola PSSI menggaet Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Menurut Djohar, Kepala Biro Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar akan memimpin tim integritas membantu PSSI memerangi bandar jud.
"Selain itu PSSI juga bekerja sama dengan interpol. Ini ditujukan untuk memerangi pihak-pihak di luar Indonesia. Karena di London, ternyata sepak bola kita juga dijadikan lahan perjudian."
Terkait wacana pembubaran PSSI menyusul hasil buruk yang didapatkan timnas mulai kelompok umur dan senior, Djohar mengungkapkan, tidak ada alasan membubarkan institusi pimpinannya."PSSI sudah pada jalur yang tepat," kata Djohar.
Di mata Djohar, kendati timnas belum mampu berprestasi, hal itu tidak bisa dijadikan patokan, PSSI gagal mewujudkan harapan masyarakat. "Semua level timnas telah serius,” katanya.
"PSSI sudah menyiapkan dana besar dan fasilitas untuk keperluan Timnas, jadi tidak ada yang namanya PSSI santai atau tidak peduli dengan Timnas. Jadi jangan sampai hanya karena kegagalan Timnas, PSSI langsung mau dibekukan, ini konyol," dia menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak jadwal konser My Chemical Romance, BIGBANG, ENHYPEN, dan Maroon 5 di Jakarta International Stadium pada 2026-2027.
Panglima TNI Agus Subiyanto membantah kabar Seskab Teddy diperiksa Pom TNI terkait dugaan penyadapan terhadap presiden.
BBPJN Jateng-DIY mengevaluasi Kelok 23 dan menutup sementara jalur Kretek-Girijati hingga seluruh aspek keselamatan terpenuhi.
JPSM Sehati Sleman siap mendorong pembentukan KPSM di seluruh padukuhan untuk memperluas pemilahan dan pengelolaan sampah mandiri.
Kejagung mengungkap enam perusahaan yang dikendalikan Arif Kurniawan dalam kasus dugaan korupsi tambang nikel di Sulawesi Tenggara periode 2013–2025.
Komisi I DPRD Kulonprogo menemukan alat cetak KTP elektronik bermasalah di Lendah, Galur, dan Panjatan. Warga mengeluhkan hasil cetak bergaris.