Pelatih Baru PSIM Jogja Segera Diumumkan, Ini Bocorannya
PSIM Jogja telah menentukan pelatih baru. Guntur Cahyo Utomo menyerahkan data pemain dan analisis tim untuk mempercepat proses transisi.
Pelatih PSIM Jogja, Risto Vidokavic (kiri) didampingi Raka Cahyana saat sesi konferensi pers usai laga melawan Dewa United di SSA, Bantul, pada Jumat (6/11/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Pelatih PSIM Jogja, Risto Vidakovic, menyoroti sejumlah keputusan wasit Gedion Dapaherang setelah timnya kalah 1-2 dari Dewa United dalam pekan ke-9 Super League 2026/2027 di Stadion Sultan Agung (SSA), Jumat (6/11/2026) sore.
Risto secara khusus menilai hadiah penalti untuk Dewa United pada awal pertandingan terlalu berlebihan. Meski demikian, dia mengaku tidak ingin menjadikan kepemimpinan wasit sebagai alasan kekalahan PSIM.
"Saya tidak suka melihat wasit dan mencari-cari alasan untuk tim, tetapi hari ini sangat aneh, keputusan-keputusannya aneh," kata Risto dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Salah satu keputusan yang dipersoalkan Risto adalah penalti untuk Dewa United pada menit ke-10. Hukuman itu diberikan setelah bola hasil sepak pojok tim tamu pada menit kelima mengenai tangan striker PSIM, Adrian Dalmau, di dalam kotak penalti.
Pertandingan sempat berlanjut sebelum wasit menghentikan permainan untuk mengecek VAR. Setelah pemeriksaan, Dewa United mendapat hadiah penalti yang kemudian berhasil dieksekusi Denilson Jr menjadi gol.
Menurut Risto, posisi Dalmau ketika bola mengenai tangannya tidak seharusnya berujung penalti. Dia menilai pemainnya tidak mengetahui arah datangnya bola maupun keberadaan pemain di belakangnya.
"Penalti itu terlalu berlebihan. Pemain melihat ke arah lain, bola datang dari belakang. Bagi saya itu bukan penalti karena dia bahkan tidak tahu ada orang di belakangnya," ujarnya.
Selain penalti pada awal pertandingan, Risto juga ditanya mengenai gol kemenangan Dewa United pada injury time. Gol tersebut sempat memicu protes keras dari para pemain PSIM karena diduga didahului pelanggaran handball.
Namun, Risto mengaku belum bisa memastikan apakah terjadi handball dalam proses terciptanya gol tersebut.
"Saya tidak tahu soal yang terakhir, apakah itu handball atau bukan. Saya tidak yakin," katanya.
Terlepas dari keputusan wasit, Risto mengakui PSIM juga melakukan kesalahan yang berujung kekalahan. Dia menilai anak asuhnya kehilangan konsentrasi pada 10 menit terakhir pertandingan.
Padahal, menurut Risto, PSIM mampu memberikan perlawanan yang layak kepada Dewa United yang merupakan pemuncak klasemen sementara.
"Kami bermain lebih dari sekadar permainan yang layak melawan pemimpin klasemen liga. Para pemain memberikan segalanya dan saya sangat senang dengan usaha yang mereka tunjukkan," ujarnya.
Risto menyebut PSIM tidak mampu membaca situasi pertandingan dengan baik ketika laga mendekati akhir. Situasi tersebut dimanfaatkan Dewa United yang memiliki pemain-pemain cepat di lini serang untuk melancarkan serangan balik.
"Di menit-menit akhir kami kebobolan karena tidak membaca pertandingan dengan baik. Kami mulai bermain naik-turun melawan tim yang memiliki banyak pemain cepat di lini serang. Mereka membuka ruang dan dari salah satu kesalahan itu mereka mencetak gol lewat serangan balik," jelasnya.
Sementara itu, pelatih Dewa United, Osmar Loss, memilih tidak berkomentar lebih jauh mengenai kepemimpinan wasit. Dia mengaku lebih fokus mengevaluasi aspek permainan timnya.
"Saya tidak memberikan komentar tentang wasit. Kesalahan memang bisa saja terjadi. Namun, saya lebih fokus pada tim saya sendiri terkait taktikal dan skill. Itu saja yang bisa saya urusi," katanya.
Kekalahan tersebut membuat PSIM belum beranjak dari peringkat ke-15 klasemen sementara dengan koleksi lima poin.
Sementara itu, Dewa United naik ke puncak klasemen setelah menggusur Persija Jakarta. Dewa United kini mengoleksi 20 poin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja telah menentukan pelatih baru. Guntur Cahyo Utomo menyerahkan data pemain dan analisis tim untuk mempercepat proses transisi.
Pesawat Hercules C-130 Australia mulai melakukan water bombing di Samarinda. Sementara itu, Barito Selatan memperpanjang tanggap darurat karhutla.
Pemprov Jateng melibatkan kader posyandu untuk mempercepat registrasi Perlinsos Digital. Saat ini, sekitar 2 juta KK telah terdaftar.
Dishub Kota Jogja memetakan 10 ruas jalan rawan kecelakaan saat musim hujan dan menyiapkan pemantauan serta penanganan gangguan lalu lintas.
Museum Sandi meraih Anugerah Kebudayaan Indonesia 2026 kategori museum berkat komitmennya melestarikan sejarah persandian nasional.
SD Negeri Kasihan Bantul meraih juara pertama nasional SSK Terbaik 2026 berkat integrasi pendidikan kependudukan dan keluarga selama tiga tahun.