Pusat Data AI Dikecam, Warga Eropa Khawatir Air dan Energi Terkuras
Lebih dari 100 organisasi di 15 negara Eropa memprotes ekspansi pusat data dan mendesak moratorium proyek berskala besar.
ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Harianjogja.com, MILTON KEYNES — Menghadapi ajang balap Formula One 2015, pihak Red Bull mengklaim bahwa performa mesin mereka menyamai kinerja Mercedes. Peningkatan performa tersebut tidak lepas dari ikatan kerja sama antara Red Bull dengan Renault.
“Saya pikir, setidaknya kami tahu apa yang kami punya untuk mencapai level teratas. Tahun lalu ada rumor bahwa Mercedes memiliki semua tenaga kuda (mesin) ini, kami tahu mereka cenderung menghasilkan mesin yang baik. Saya tidak berpikir kami memiliki kesenjangan antara performa kedua mesin yang ada (Red Bull dan Mercedes),” ujar Pricipal tim dari Red Bull, Christian Horner seperti dilansir dari laman Crash, Senin (8/12/2014).
Horner menambahkan, saat ini pihaknya tidak merasa terganggu dengan kinerja mesin Honda pada mobil McLaren pada musim depan yang belum diketahui kualitasnya.
“Saya pikir untuk khawatirkan (mesin Honda) hanya menghilangkan energi. Fokus saya saat ini adalah memilah semua masalah kami. Kami ingin melakukan yang terbaik, yang kami bisa lakukan di setiap balapan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 100 organisasi di 15 negara Eropa memprotes ekspansi pusat data dan mendesak moratorium proyek berskala besar.
Panglima TNI Agus Subiyanto membantah kabar Seskab Teddy diperiksa Pom TNI terkait dugaan penyadapan terhadap presiden.
BBPJN Jateng-DIY mengevaluasi Kelok 23 dan menutup sementara jalur Kretek-Girijati hingga seluruh aspek keselamatan terpenuhi.
JPSM Sehati Sleman siap mendorong pembentukan KPSM di seluruh padukuhan untuk memperluas pemilahan dan pengelolaan sampah mandiri.
Kejagung mengungkap enam perusahaan yang dikendalikan Arif Kurniawan dalam kasus dugaan korupsi tambang nikel di Sulawesi Tenggara periode 2013–2025.
Komisi I DPRD Kulonprogo menemukan alat cetak KTP elektronik bermasalah di Lendah, Galur, dan Panjatan. Warga mengeluhkan hasil cetak bergaris.