BIGBANG hingga Maroon 5 Siap Tampil di Jakarta International Stadium
Simak jadwal konser My Chemical Romance, BIGBANG, ENHYPEN, dan Maroon 5 di Jakarta International Stadium pada 2026-2027.
Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Dok)
Harianjogja.com, JAKARTA — Tim Barito Putera terus melakukan pemantauan atau seleksi terhadap pemain asing pada rangkaian pekan kedua pelaksanaan Training Center (TC), di Lapangan Yon Zikon, Lenteng Agung, Jakarta.
Pemantauan terhadap pemain asing dilakukan untuk melengkapi tiga slot yang masih kosong di dalam tim berjuluk Laskar Antasari ini, jelang Indonesia Super League (ISL) 2015.
Berdasarkan informasi yang didapat dari Media Officer Barito Putera, Denny Nizar setidaknya ada dua pemain asing yang akan mengikuti seleksi mulai hari ini [Senin (8/12/2014)].
"Sesuai agenda Dirtek (Direktur Teknik, Milomir Seslija), pekan kedua mulai dilakukan seleksi pemain asing. Dan besok (hari ini) ada dua pemain yang akan bergabung latihan untuk seleksi," ujar Denny Nizar, seperti dilansir dari laman Beritabarito.com.
Dua pemain asing yg akan mengikuti seleksi, yakni Pablo Reyes. Pemain berusia 25 tahun asal Spanyol, bermain di posisi playmaker dan pernah bergabung di Akademi Atletico Madrid dan juga Sportivo Luqueno Paraguay. Dan satunya lagi pemain berasal dari Brasil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak jadwal konser My Chemical Romance, BIGBANG, ENHYPEN, dan Maroon 5 di Jakarta International Stadium pada 2026-2027.
Panglima TNI Agus Subiyanto membantah kabar Seskab Teddy diperiksa Pom TNI terkait dugaan penyadapan terhadap presiden.
BBPJN Jateng-DIY mengevaluasi Kelok 23 dan menutup sementara jalur Kretek-Girijati hingga seluruh aspek keselamatan terpenuhi.
JPSM Sehati Sleman siap mendorong pembentukan KPSM di seluruh padukuhan untuk memperluas pemilahan dan pengelolaan sampah mandiri.
Kejagung mengungkap enam perusahaan yang dikendalikan Arif Kurniawan dalam kasus dugaan korupsi tambang nikel di Sulawesi Tenggara periode 2013–2025.
Komisi I DPRD Kulonprogo menemukan alat cetak KTP elektronik bermasalah di Lendah, Galur, dan Panjatan. Warga mengeluhkan hasil cetak bergaris.