Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bripka E
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Pemain PSS Asmi Azwibi (hijau, tengah) berebut bola dengan pemain Persinga Ngawi pada laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (17/2/2015) malam. Laga kedua kesebelasan berakhir dengan skor 3-3. (JIBI/Solopos/Harian Jogja)
PSS Sleman, tiga pemainnya reuni di Pedan.
Harianjogja.com, KLATEN - Vakum kompetisi tidak berarti sejumlah pilar PSS Sleman berhenti latihan secara total. Defender PSS Ade Kristian justru menjadikan momentum vakum kompetisi untuk berlatih bersama dua pemain yang juga pernah membela Super Elang Jawa.
Dua pemain yang berlatih bersama Ade adalah, eks Kapten PSS Fachrudin dan gelandang serang Andrid Wibawa. Fachrudin yang kini membela Sriwijaya FC datang ke Pedan karena klubnya sedang meliburkan tim. Sementara Andrid Wibawa yang kini berkostum Persis Solo kembali ke Pedan karena klubnya dibubarkan lantaran tak ada kejelasan kompetisi.
"Kebetulan saya, Andrid dan Fachrudin tinggalnya sama-sama di Pedan. Saya dan Andrid satu kampung, kalau dengan Fachrudin beda kampung tapi juga dekat jaraknya dari rumah saya," ujar Ade kepada Harianjogja.com, Senin (18/5/2015).
Tiga eks pilar PSS itu selama ini bergabung latihan bersama SSB Satrio Pandowo Desa Kauman, Kecamatan Pedan. Tempat latihannya juga di Lapangan Satrio Pandawa.
Sayang, kesempan ketiganya untuk reuni hanya berlangsung singkat. Baru sepekan berjalan, Fachrudin mendapat panggilan dari klubnya untuk segera kembali ke Palembang.
"Kata dia (Fachrudin) timnya harus segera mempersiapkan diri mengikuti turnamen pramusim yang digagas PT Liga," tandas Ade.
Kendati begitu, Ade dan Andrid tetap melakukan latihan bersama SSB Satrio Pandawa. Selain itu, Ade punya kesibukan lain di luar kegiatan sepakbola.
Beruntung baginya, lima bulan lalu dia merintis usaha di bidang jual beli alat-alat olahraga. Jadi ketika tidak ada kompetisi, pemain yang sempat tercoret dari skuat Jaya Hartono itu tetap punya celah untuk menyambung hidup.
"Kalau hasilnya rata-rata tiap hari belum tentu. Kadang ramai, kadang sepi. Namanya saja jualan. Tapi cukup buat memenuhi kebutuhan sehari-hari," bebernya.
Baik Ade, Andrid dan Fachrudin memang sudah lama akrab. Berasal dari SSB yang sama membuat ketiganya selalu berusaha menjaga persaudaraan. Eratnya tali persahabatan mereka semakin mantap ketika sama-sama mengadu nasib di Maguwoharjo.
Ketika kondisi sepakbola serba tidak jelas seperti saat ini, ketiganya saling membagi suka duka. Fachrudin yang masih memiliki kesempatan paling besar untuk tetap berkecimpung dalam kompetisi karena dia membela tim kasta tertinggi. Beda dengan Ade maupun Andrid yang timnya saat ini sudah membubarkan diri.
Ade menuturkan, sosok Fachrudin tak henti-hentinya memberikan motivasi pada dia dan Andrid agar tetap giat berlatih meski tim yang mereka bela menyatakan bubar.
"Dia memberikan dorongan moril kepada saya. Karena selama ini kita hidup dari sepakbola, jadi tetap berlatih merupakan hal wajib agar skill kami tidak hilang," papar Ade.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Iran merespons klaim Trump soal Selat Hormuz dengan menandai California sebagai wilayah baru Republik Islam Iran
DPRD Gunungkidul memperkuat keterbukaan informasi publik melalui digitalisasi JDIH agar produk hukum mudah diakses masyarakat.
BKD DIY mencatat hanya satu guru PPPK paruh waktu. Statusnya berpeluang berubah menjadi penuh waktu mulai 2027
Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta ditargetkan memberi dampak ekonomi Rp792 miliar. Simak jadwal dan program pendukungnya.
Christophe Nduwarugira mengungkap alasan bergabung dengan PSS Sleman dan mengaku tak sabar menjalani debut bersama Super Elja musim ini.