Kebakaran TPA Jatibarang Semarang, 22 Warga Batuk dan Sesak Napas
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto Pemain tengah Tim Nas U-19, Evan Dimas Darmono (6) berusaha melewati sejumlah pemain belakang Persiba Bantul dan menyarangkan gol ke gawang Persiba yang dikawal Ari Kuswanto dalam pertandingan persahabatan melawan Persiba Bantul di Stadio Sultan Agung, Bantul, DI. Yogyakarta, Rabu (05/02/2014). Hingga babak pertama usai Persiba Bantul tertinggal 0-2 atas Tim Nas U-19.
Piala Kemerdekaan, PSS Sleman dan PSIM Jogja konsisten menolak turnamen bentukan Tim Transisi.
Harianjogja.com, BANTUL—Persiba Bantul mengambil keputusan mengejutkan di detik-detik akhir batas waktu penutupan pendaftaran Piala Kemerdekaan yang digulirkan Tim Transisi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senin (6/7/2015) ini.
Klub yang bermarkas di Stadion Sultan Agung itu akhirnya memutuskan untuk ikut kejuaraan yang akan mulai berlangsung pada 1 Agustus 2015. Manajer Persiba Bantul, Endro Sulastomo, mengungkapkan rencananya, Senin pagi ini, berkas kesediaan untuk berpartisipasi akan langsung dikirim ke Tim Transisi.
“Iya, Persiba memutuskan ikut. Enggak ada pilihan lain kecuali ikut,” ujar Endro saat ditemui Harianjogja.com di Lapangan Prancak, Bantul, Minggu (5/7/2015).
Keputusan Persiba terbilang mengejutkan. Sebelumnya, juara Divisi Utama 2010-2011 itu langsung menyatakan penolakan ketika baru menerima undangan untuk berpartisipasi. Endro mengaku manajemen klub memang awalnya menolak berpartisipasi di turnamen berhadiah ratusan juta rupiah itu. Alasannya karena Persiba sudah ditinggal sejumlah pemain pilar yang mudik ke kampung halaman menyusul penghentian kompetisi. Berbekal materi pemain lokal, Persiba tidak ingin menjadi bulan-bulanan klub lain. Namun, Persiba akhirnya mengubah keputusan.
“Ada tiga alasan yang membuat kami harus ikut turnamen itu,” ujar dia.
Alasan pertama adalah mengutamakan kepentingan pemain. Manajemen Persiba selama ini merasa prihatin dengan nasib pemain yang terlunta-lunta mencari penghasilan setelah kompetisi dihentikan.
“Kasihan juga kan para pemain. Padahal keahlian mereka adalah bermain sepak bola. Turnamen ini menjanjikan match fee [uang yang diterima tiap pertandingan] yang bisa menjadi tambahan pemasukan bagi pemain,” kata dia.
Tim Transisi menjanjikan match fee kepada tiap klub sebesar Rp50 juta per pertandingan.
Alasan kedua, Persiba ingin membantu menyukseskan program pemerintah. Endro menyebut Piala Kemerdekaan termasuk program pemerintah karena yang menyelenggarakan adalah Kemenpora. Sementara instansi itu adalah alat kelengkapan negara sehingga programnya harus disukseskan.
Alasan ketiga, Persiba ingin ambil bagian untuk menyelamatkan sepak bola nasional. Klub yang musim lalu terdegradasi dari Indonesia Super League (ISL) tersebut tidak ingin konflik Kemenpora dan PSSI ini justru menjadikan keadaan semakin memburuk.
Endro juga tidak merasa khawatir dengan ancaman sanksi yang dikeluarkan PSSI bila klub anggotanya menyatakan ikut Piala Kemerdekaan. PSSI sempat melontarkan ancaman kepada klub yang ikut Piala Kemerdekaan. Penyebabnya, turnamen itu tidak dikelola federasi yang diakui FIFA.
“Saya rasa sanksi enggak akan keluar. Justru keadaan akan membaik. PSSI dan Kemenpora akan berdamai setelah turnamen ini,” kata Endro.
Di sisi lain, dua tim Divisi Utama di DIY lainnya, PSS Sleman dan PSIM Jogja tetap menolak turnamen itu.
“Kalau kami tetap tidak ikut sesuai keputusan direksi sejak awal. Tetapi memang kabarnya ada beberapa tim yang berubah pikiran, seperti PPSM Magelang yang rencananya ikut ke Piala Kemerdekaan,” ujar Manajer Umum PSS Sleman, Sukoco.
Demikian halnya dengan PSIM Jogja yang tidak sedikit pun tergiur dengan janji-janji Tim Transisi. Ketua Umum PSIM Agung Damar Kusumandaru tetap menjaga sikap patuh kepada PSSI. Dia menyatakan, sikap PSIM menolak Piala Kemerdekaan merupakan sikap taat klubnya terhadap federasi sepak bola nasional.
Jumat (4/7/2015), sebanyak 18 klub Divisi Utama menandatangani pakta integritas sebagai kontestan Piala Kemerdekaan. Tim Transisi membagi 18 peserta turnamen dalam tiga grup, tiap grup diisi enam tim. Tiap klub berhak mendaftarkan 22 pemain dan enam ofisial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari kelima. Sebanyak 22 warga mengalami batuk dan sesak napas akibat terdampak asap.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Para chef mengeksplorasi kuliner Jawa Tengah dan Jawa Timur, dari sate srepeh hingga tahu telur, untuk menghidupkan kembali makanan lokal.