MASA DEPAN ATLET : Tiga Atlet Papua Positif HIV

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Kamis, 17 Desember 2015 00:35 WIB
MASA DEPAN ATLET : Tiga Atlet Papua Positif HIV

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIKM) Laras Hati menggelar pawai peringatan Hari AIDS se-Dunia di sepanjang Jl. Malioboro, Jogja, Senin (1/12/2014). Pawai itu disertai dengan pembagian brosur berisi informasi dan artikel-artikel tentang kesehatan reproduksi remaja, cara pencegahan HIV/AIDS dan pengobatan HIV/AIDS kepada masyarakat. (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)

Masa depan tiga atlet Papua yang positif terinfeksi HIV belum ada kejelasan.

 

 

Harianjogja.com, JAYAPURA -- Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Provinsi Papua menyatakan setidaknya tiga atlet bumi cenderawasih positif terinfeksi virus yang belum ditemukan obatnya ini.

Sekretaris KPA Provinsi Papua Constant Karma, di Jayapura, Rabu, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan angka resmi jumlah atlet yang terinfeksi virus HIV tersebut, namun sekitar dua sampai tiga orang.

"Hingga kini KPA Papua belum melakukan Voluntary Counseling Test (VCT) kepada para atlet, karena belum ada permintaan resmi dari pihak KONI," katanya, Rabu (16/12/2015).

Dia menjelaskan, hasil tersebut diketahui dari pemeriksaan darah saat tes kesehatan para atlet.

Menurut Karma, VCT merupakan proses konseling pra testing, konseling post testing, dan testing HIV secara sukarela yang bersifat "confidential" dan secara lebih dini membantu mengetahui status HIV.

"Intinya kalau pemeriksaan pada atlet kita harus menunggu dari KONI karena tes dan konseling ini merupakan layanan," ujarnya. Dia menuturkan karena ini merupakan kewenangan Dinas Kesehatan juga, sehingga tidak mesti dilakukan oleh KPA.

"Hanya sudah ada pembicaraan dengan pihak Gubernur Papua Lukas Enembe dan Ketua Satgas Papua Bangkit John Banua Rouw sehingga saya kira nanti ada proses kelanjutannya untuk melakukan pemeriksaan VCT," katanya lagi.

Dia menambahkan untuk penanggulangannya nanti langsung ke VCT, KPA tidak masuk ke layanan langsung.

"Nanti di VCT akan ada konselingnya, ada dokter dan perawat, sehingga untuk penanganannya ke depan sudah tak lagi menjadi ranah kami," ujarnya lagi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Artikel Penulis