Survei Global 2026: Dokter Paling Dipercaya, Politisi Terendah
Survei Ipsos 2026 terhadap 23.537 responden di 31 negara menempatkan dokter sebagai profesi paling dipercaya, sedangkan politisi di posisi terbawah.
Sejumlah pesepak bola Timnas Indonesia berselebrasi usai mengalahkan Timnas Thailand pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (5/10/2026).Antara-Rivan Awal Lingga
Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Indonesia tidak masuk dalam daftar negara undangan turnamen Federasi Sepak Bola Asia Barat (WAFF) 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Oman pada Januari 2027. Dua negara di luar kawasan Asia Barat yang disebut mendapat undangan adalah Thailand dan Rusia.
Turnamen tersebut mengalami perubahan jadwal menjadi Januari 2027 untuk menyesuaikan penundaan pelaksanaan Piala Asia 2027. Berdasarkan informasi yang dikutip dari akun @theaseanfootball, terdapat 14 negara yang akan berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
Sebanyak 12 peserta berasal dari kawasan Asia Barat, sedangkan dua negara lainnya berstatus undangan.
Ke-12 negara Asia Barat yang disebut ambil bagian adalah Arab Saudi, Qatar, Irak, Oman, Uni Emirat Arab (UEA), Yaman, Suriah, Palestina, Lebanon, Kuwait, Yordania, dan Bahrain.
Dua negara undangan yang disebut akan meramaikan WAFF 2026 adalah Thailand dan Rusia. Kehadiran Thailand menarik perhatian karena negara tersebut merupakan salah satu kekuatan sepak bola Asia Tenggara.
Thailand saat ini disebut menempati peringkat ke-93 dunia. Sementara itu, Rusia juga masuk daftar undangan meskipun masih terkena sanksi dari UEFA dan tetap menjalani pertandingan internasional.
Tidak masuknya Timnas Indonesia dalam daftar undangan memunculkan pertanyaan mengenai alasan di balik keputusan tersebut.
Salah satu dugaan yang beredar adalah potensi Indonesia tidak dapat menurunkan skuad terbaik. Pasalnya, turnamen WAFF 2026 tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA.
Kondisi itu berpotensi membuat sejumlah pemain yang berkarier di luar negeri, seperti Jay Idzes, Kevin Diks, dan Ole Romeny, tidak bisa memperkuat Skuad Garuda apabila klub mereka tidak melepasnya.
Dengan demikian, keikutsertaan Indonesia dalam turnamen tersebut belum menjadi pilihan yang terlihat dalam daftar peserta yang beredar.
Di luar kabar mengenai WAFF 2026, Timnas Indonesia juga masih dinantikan kepastian lawan untuk agenda FIFA Matchday November 2026.
Sejumlah negara Asia Tenggara disebut telah memiliki jadwal pertandingan pada periode tersebut. Sementara itu, calon lawan Timnas Indonesia masih belum diumumkan secara lengkap.
Salah satu kabar yang beredar menyebut Indonesia berpeluang menghadapi Yordania pada Sabtu (14/11/2026) pukul 01.00 WIB. Namun, lokasi pertandingan belum dipastikan.
Media Qatar, WinWin, melaporkan pertandingan Indonesia melawan Yordania berpotensi digelar di Turki. Kemungkinan pemindahan lokasi tersebut dikaitkan dengan situasi konflik di Timur Tengah.
Selain Yordania, satu calon lawan lainnya untuk Timnas Indonesia pada FIFA Matchday November 2026 juga belum diketahui.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Survei Ipsos 2026 terhadap 23.537 responden di 31 negara menempatkan dokter sebagai profesi paling dipercaya, sedangkan politisi di posisi terbawah.
PAD wisata Bantul terancam kembali tak mencapai target. DPRD menyoroti penurunan kunjungan dan potensi kebocoran retribusi.
Gerindra mendesak Polri mengungkap otak, pemberi perintah, dan pihak yang terlibat dalam kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo.
Profil Ariyo Windutomo, jenderal TNI yang ditunjuk Prabowo menggantikan Listyo Sigit sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
Perda pajak dan retribusi DIY direvisi untuk mengoptimalkan pendapatan daerah. DPRD berharap perubahan aturan tidak menaikkan tarif.
SBY menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi politik Indonesia dan meminta Presiden Prabowo menghidupkan kembali politik yang berkeadaban.