Marc Marquez Tegaskan Tak Akan Gunakan Media untuk Serang Lawan
Marc Marquez menegaskan tak akan memakai media untuk menyerang lawan. Ia mengakui eksposur media bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
Masa depan Lorenzo di Yamaha dikabarkan selesai dan memilih bergabung dengan Ducati. Rekan setim, X-Fuera, Valentino Rossi memberikan komentar terkait dengan kabar tersebut.
Harianjogja.com, TEXAS — Rekan satu tim Jorge Lorenzo, Valentino Rossi akhirnya angkat bicara terkait dengan rumor bergabungnya X-Fuera ke Ducati pada musim depan.
"Jika dia melakukannya, itu adalah pilihan berani. Saya terus berharap, agar dia selalu beruntung dan juga Ducati. Dia adalah pembalap kuat dan sekarang Ducati pun sangat kompetitif,” ujar Rossi, dilansir Motorsport, Jumat (8/4/2016).
Menurut Rossi, situasi yang dihadapi oleh Lorenzo saat ini sama dengan yang dialaminya pada 2011. Saat itu, Rossi memilih meninggalkan Yamaha ke Ducati. Sayangnya, kala itu, pembalap asal Italia ini gagal meraih hasil yang baik selama bersama tim pabrikan asal Italia tersebut.
"Saat itu, saya sudah bertahun-tahun di Yamaha dan butuh tantangan baru. Ketika itu, saya berbicara dengan Filippo Preziosi (mantan bos Ducati), yang menyampaikan pada saya ada proyek menarik untuk meningkatkan performa Ducati,” sambungnya.
“Motor (Ducati musim ini) lebih kompetitif dan lebih cepat. Dalam balapan pertama di dua seri ini, mereka menunjukkan dapat berada di depan," sambung pembalap berusia 37 tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Marc Marquez menegaskan tak akan memakai media untuk menyerang lawan. Ia mengakui eksposur media bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.
Freeport meminta kejelasan prosedur ekspor emas terkait bea keluar 10% yang dinilai bertentangan dengan ketentuan IUPK perusahaan.
GIIAS Makassar 2026 menghadirkan 18 merek otomotif, terdiri dari 14 merek kendaraan penumpang dan empat merek sepeda motor.
PN Yogyakarta menjatuhkan hukuman 2-3 tahun penjara kepada 11 pengasuh Little Aresha, disertai denda Rp60 juta untuk setiap terdakwa.
PANDI mendorong Universal Acceptance agar aksara Bali, Jawa, Pegon, Jawi, dan Arab Melayu bisa digunakan di ekosistem internet global.
Prof Uceng mengajak massa aksi mengacungkan tiga jari dan meneriakkan revolusi di Titik Nol Jogja saat demonstrasi, Rabu (28/10/2026).