JBBA 2026: Ekonomi Berkelanjutan Penting bagi Korporasi dan Instansi
JBBA 2026 mendorong korporasi dan instansi publik mengadopsi ekonomi berkelanjutan sebagai strategi bisnis dan tata kelola.
Skuat PSS Sleman resmi dilaunching di halaman Jogja City Mall, Rabu (27/4/2016) malam. Sebanyak 26 pemain resmi diperkenalkan oleh manajemen PSS Sleman kepada publik sebelum mereka berlaga di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2016. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
PSS Sleman meluncurkan skuat 2016, namun para sesepuh pendiri tak tampak hadir
Harianjogja.com, SLEMAN-Launching tim PSS Sleman yang digelar besar-besaran di halaman Jogja City Mall (JCM), Rabu (28/4/2016) menyisakan pertanyaan.
Pada hajatan besar manajemen Super Elang Jawa itu, tak tampak satu pun sesepuh pendiri PSS Sleman. Ternyata, ketidakhadiran pada pendiri PSS Sleman itu lantaran tak mendapatkan undangan dari pihak manajemen PSS Sleman.
Saat dikonfirmasi, salah satu pendiri PSS Sleman Sukidi Cakrasuwignya. Pria yang pernah menjabat sebagai manajer PSS Sleman di era 2000-an itu mengaku sama sekali tak menerima undangan dalam bentuk apapun dari pihak manajemen PSS Sleman.
“Padahal acara launching tim tahun lalu, saya masih diundang. Bahkan saya masih sempat berorasi di atas panggung,” katanya saat dihubungi Harian Jogja, Kamis (28/4/2016) siang.
Meski tak begitu mempersoalkan, pria yang tercatat sebagai salah satu pendiri PSS Sleman itu tetap menyayangkan tindakan dari manajemen PSS Sleman yang kini nyaris sama sekali tak menganggap keberadaan ia dan para pendiri PSS Sleman lainnya.
Dijelaskannya, hingga saat ini, para pendiri PSS Sleman memang sudah banyak yang meninggal dunia. Tercatat, hanya beberapa orang saja yang masih tersisa, seperti misalnya Suryo Sariyono, Sudarsono KH, dan Sugiarto SY.
“Bagaimanapun, mereka beliau-beliau ini untuk PSS Sleman tak bisa dikesampingkan lo,” cetus pria yang akrab disapa Mbah Kidi itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hermanto Tanoko mengakuisisi Taman Dayu melalui Tancorp dan Tanrise Property. Simak kisah istri ditegur satpam hingga strategi bisnisnya.
Korupsi motor listrik BGN merugikan negara Rp863,85 miliar. Kejagung menyerahkan lima tersangka dan barang bukti kepada JPU.
BPJPH memastikan wajib halal berlaku 18 Oktober 2026 dan menyiapkan aturan khusus bagi UMK serta produk impor.
Tekanan ekonomi membuat pekerja di Bantul memangkas belanja, berburu promo, memilih barang pre-loved, dan mencari pekerjaan tambahan.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Sabtu (10/10/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis