220 Juta Data Penumpang Pesawat Bocor, Pelancong ke Vietnam Berisiko
Lebih dari 220 juta data penumpang dan awak pesawat dilaporkan bocor dari sistem APIS yang diduga terkait Vietnam. Data paspor hingga riwayat penerbangan ikut t
Aksi para suporter Madura United (MaduraUnitedFC)
ISC A 2016 telah memasuki pekan ketujuh.
Harianjogja.com, PAMEKASAN — Manajemen Madura United FC mengajukan banding atas sanksi yang diberikan komisi disiplin (Komdis) ISC A 2016 karena penyalaan flare (cerawat) dalam pertandingan melawan Persiba Balikpapan, Senin (13/6/2016) malam.
Manajer Madura United FC, Haruna Sumitro mengatakan, sanksi bertanding di tempat netral selama tiga kali pertandingan kandang merupakan sanksi berat yang tidak sesuai. Berdasarkan fakta-fakta di lapangan, menyebutkan bahwa pihak pengamanan di pintu masuk sudah melakukan sweeping sejak dini mengantisipasi masuknya flare.
“Namun, pasca selesainya babak pertama, pengamanan di pintu masuk mulai kendor. Bobolnya flare hingga masuk stadion dimungkinkan terjadi pada jeda babak pertama,” ungkapnya dikutip dari laman resmi klub, Jumat (17/6/2016).
Fakta berikutnya adalah klub maupun LOC tidak pernah mengijinkan suporter membakar flare ataupun smoke bom selama pertandingan belangsung.
Antisipasi atas kejadian tersebut, mengingat pertandingan bersamaan dengan hari puncak Ultah K-ConK Mania sudah menjadi bahasan dalam Match Cordination Meeting yang dihadiri oleh pihak LGC, Matchcom, Chairman LOC, Venue Manajer dari GTS, security manajer dan pihak-pihak terkait dalam pertandingan.
“Hasil koordinasi tersebut sudah dijalankan secara maksimal, utamanya pada saat memeriksa penonton masuk. Atas kejadian tersebut, benar jika Wasit Oky harus dilarikan ke rumah sakit karena sesak nafas. Namun, proses perawatan Oky tidak sampai memakan waktu lama karena sekira dua jam kemudian Oky sudah pulih,” tandasnya.
Menurutnya, adanya aksi flare dari suporter tidak dilakukan secara terstruktur baik oleh manajemen maupun panpel. Atas fakta-fakta itulah pihaknya sepakat untuk mengajukan banding terhadap keputusan Komdis tersebut.
“Yang pasti, atas putusan sela tersebut kami akan lakukan banding. Ada beberapa sisi fakta yang mungkin diabaikan oleh Komdis,” tutup Haruna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 220 juta data penumpang dan awak pesawat dilaporkan bocor dari sistem APIS yang diduga terkait Vietnam. Data paspor hingga riwayat penerbangan ikut t
Wisatawan kini tidak selalu datang hanya untuk melihat pemandangan, tetapi juga mencari pengalaman yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
Brajamusti dan The Maident dijadwalkan hadir di GBT saat PSIM Jogja menghadapi Persebaya pada pekan kedua Super League 2026/2027.
PSS Sleman langsung mengevaluasi kekalahan dari Bali United. Pieter Huistra menyoroti penguasaan bola dan menegaskan mental pemain tetap kuat.
Kepala HAM PBB Volker Türk memperingatkan AI tingkat lanjut bisa menjadi risiko eksistensial bagi manusia dan mendesak pengamanan global.
Motor matic berdecit saat jalan atau mengerem? Kenali 8 penyebabnya, mulai dari kampas rem, CVT, V-belt, bearing roda hingga suspensi.