Liverpool Pecahkan Rekor Sponsor Jersei, Turkish Airlines Bayar Rp6 Triliun

Jumali
Jumali Selasa, 08 September 2026 19:17 WIB
Liverpool Pecahkan Rekor Sponsor Jersei, Turkish Airlines Bayar Rp6 Triliun

Pemain Liverpool menjalani pemanasan/Instagram: Liverpool

Harianjogja.com, JOGJA—Liverpool FC kembali mencatatkan pencapaian besar dari sisi bisnis. Klub asal Merseyside tersebut resmi mengumumkan Turkish Airlines sebagai sponsor utama jersei yang baru mulai musim 2027/2028, menggantikan Standard Chartered yang telah mendampingi The Reds selama hampir dua dekade.

Kesepakatan baru itu disebut sebagai kontrak sponsor jersei paling bernilai dalam sejarah Premier League. Nilainya diperkirakan melampaui 300 juta pound sterling atau sekitar Rp6,5 triliun untuk durasi kerja sama selama lima tahun.

Melalui kemitraan tersebut, logo Turkish Airlines akan menghiasi bagian depan jersei tim putra, tim putri, hingga akademi Liverpool mulai musim 2027/2028.

Kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi Liverpool yang dalam beberapa tahun terakhir terus memperkuat posisi sebagai salah satu klub dengan pendapatan terbesar di dunia.

Chief Commercial Officer Liverpool, Ben Latty, menyambut positif kemitraan baru tersebut. Menurutnya, Turkish Airlines merupakan perusahaan global dengan jaringan internasional yang sangat luas sehingga dinilai sejalan dengan visi pengembangan bisnis klub.

"Turkish Airlines adalah organisasi yang diakui secara global dengan jaringan internasional yang luas, dan kami berharap dapat memulai kemitraan kami dan membangun hubungan yang kuat bersama," ujar Ben Latty dilansir dari Sportsbible.

Ia juga menyinggung hubungan historis antara Liverpool dan Turki yang masih membekas di hati para pendukung. Salah satu momen paling ikonik adalah kemenangan dramatis Liverpool pada final Liga Champions 2005 di Istanbul.

Kesepakatan baru ini semakin mempertegas kekuatan komersial Liverpool yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Awal 2026, Liverpool untuk pertama kalinya menjadi klub Inggris dengan pendapatan tertinggi dalam laporan Football Money League yang diterbitkan Deloitte.

Klub yang bermarkas di Anfield itu mencatatkan pendapatan mencapai 702 juta pound sterling. Angka tersebut menempatkan Liverpool di jajaran klub dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia sepak bola.

Pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire menilai pertumbuhan pendapatan Liverpool tidak hanya berasal dari sponsor dan hak siar, tetapi juga dari optimalisasi aset klub.

Perluasan kapasitas Stadion Anfield disebut menjadi salah satu faktor utama yang meningkatkan pemasukan pada hari pertandingan. Selain itu, Liverpool juga semakin aktif memanfaatkan stadion untuk berbagai kegiatan nonsepak bola.

Konser musik, acara hiburan, hingga kegiatan komersial lainnya berhasil memberikan sumber pendapatan tambahan yang signifikan bagi klub.

"Jika Anda bisa mendapatkan lebih banyak uang di hari-hari non-pertandingan, maka itu adalah cara untuk mendorong klub maju dan Liverpool telah berhasil dalam hal itu," kata Maguire.

Selain pengembangan stadion, Liverpool juga memperluas jaringan penjualan produk resmi melalui megastore dan kanal distribusi global yang menjangkau lebih banyak penggemar di berbagai negara.

Di sisi lain, pengumuman ini sekaligus menandai berakhirnya era Standard Chartered sebagai sponsor utama di bagian depan jersei Liverpool.

Bank multinasional tersebut telah menjadi mitra utama klub sejak 2010 dan menjadi bagian dari berbagai momen penting dalam sejarah modern Liverpool, termasuk keberhasilan menjuarai Liga Champions dan Premier League.

Meski tak lagi menjadi sponsor utama jersei, hubungan kedua pihak tidak sepenuhnya berakhir. Standard Chartered tetap akan menjadi bagian dari ekosistem bisnis Liverpool sebagai mitra global mulai Juni 2027.

Liverpool pun menyampaikan apresiasi atas kontribusi perusahaan tersebut selama 17 tahun terakhir.

Dengan kontrak baru bernilai fantastis bersama Turkish Airlines, Liverpool kembali menunjukkan bahwa persaingan elite sepak bola modern tidak hanya berlangsung di lapangan hijau, tetapi juga dalam perebutan nilai komersial yang semakin besar dari tahun ke tahun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online