OLIMPIADE 2016 : Akibat Doping, Lifter Asal Rusia Terancam Tak Bisa Ikut Olimpiade

Redaksi Solopos
Redaksi Solopos Jum'at, 24 Juni 2016 09:35 WIB
OLIMPIADE 2016 : Akibat Doping, Lifter Asal Rusia Terancam Tak Bisa Ikut Olimpiade

logo olimpiade 2016 (ist)

Olimpiade 2016 akan digelar di Brasil.

Harianjogja.com, LONDON — Atlet-atlet angkat besi Rusia terancam tidak bisa ikut Olimpiade Rio de Janeiro Agustus 2016, yang akan dikonfirmasikan oleh oleh Komite Olimpiade Internasional, terkait kasus doping yang melanda negara tersebut.

Lima hari setelah atlet-atlet atletik Rusia dilarang tampil pada Rio 2016 oleh federasinya, kini giliran lifter-lifternya yang juga bakal dicoret dari pesta olahraga sejagat itu oleh Federasi Angkat Besi Internasional (IWF).

Kazhakhstan, negara terkuat di cabang angkat besi, dan Belarus juga terkena sanksi skorsing atlet lifter-lifternya gagal dalam tes doping ulang atas sampel dari Olimpiade 2008 dan 2012, Rabu.

IWF juga menghukum sejumlah negara berupa pengurangan jatah jumlah atlet ke Olimpiade.

Tes doping yang dilakukan IOC telah menunjukkan ada 17 hasil positif dari Olimpiade 2008 dan 2012, kata IWF yang mengungkapkan bahwa jumlah itu mungkin akan bertambah.

IWF masih menunggu konfirmasi soal hasil tes positif doping itu dari IOC.

Awal pekan ini IOC telah menyatakan dukungan terhadap Federasi Atletik Internasional (IAAF) untuk tetap dengan keputusan melarang atlet atletik Rusia tampil di Olimpiade karena ditemukannya bukti penggunaan doping secara sistemik di negara tersebut.

IWF akan mengatakan pertemuan pekan di Tbilisi, setelah adanya temuan tersebut, termasuk 24 hasil positif doping pada kejuaraan dunia di Houston, AS, bulan November lalu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online