Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Kurniawan DY (Youtube)
Kongres Pemilihan PSSI segera digelar.
Harianjogja.com, JAKARTA — Kurniawan Dwi Yulianto mengaku tak keberatan maju menjadi calon Ketua Umum PSSI. Mantan striker timnas Indonesia ini menegaskan niatnya itu bukan untuk kepentingan pribadi atau pun golongan, tapi untuk perubahan sepakbola tanah air.
Nama Kurniawan DY diusung oleh Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) menjadi salah satu kandidat Ketum PSSI. Alasannya, APPI menilai federasi sudah saatnya dipimpin oleh pemain yang tahu betul tentang sepakbola.
"Selagi itu amanah dan tanpa kepentingan pribadi atau golongan dan benar-benar niatnya bersih untuk sepakbola pasti saya bersedia, walaupun sebenarnya saya tidak gila jabatan," ujar Kurniawan, Jumat (19/8/2016).
Persaingan Kurniawan untuk bisa maju menjadi calon Ketum PSSI dipastikan menemui jalan terjal. Soalnya, para kandidat lainnya dipastikan sudah lebih dulu mengamankan kekuatan dari 107 pemilik suara.
Apalagi, calon Ketum PSSI lainnya juga mempunyai nama yang tak kalah besar, meski bukan dari dunia sepakbola. Sejauh ini, ada Letjen Edy Rahmayadi, Erwin Aksa, dan Moeldoko. Bahkan, belakangan ini muncul nama yang tak kalah asing bagi sepakbola Indonesia, yakni Joko Driyono.
Kurniawan sendiri tak mau berpikir muluk-muluk. Dia hanya menginginkan PSSI suatu saat bisa dipimpin oleh pelaku sepakbola yang tahu bagaimana kondisi di lapangan.
"Kalau saya sih santai saja, saya tidak gila jabatan. Tapi memang saya menginginkan adanya mantan pemain sepakbola yang ikut berpartisipasi di pencalonan Ketum PSSI."
"Siapapun orangnya dan berharap suatu saat nanti PSSI bisa dipimpin oleh pelaku sepakbola di lapangan, tidak tahu berapa tahun ke depan," katanya.
Terakhir kali PSSI dipimpin oleh mantan pemain adalah ketika tahun 60-an. Ketika itu Maulwi Saelan yang merupakan mantan penjaga gawang timnas Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Arema FC menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta di laga terakhir BRI Super League 2026. Joel Vinicius cetak gol cepat menit ke-2.
Operasi gabungan di Bantul mengamankan 2.060 batang rokok ilegal tanpa pita cukai di Pleret dan Banguntapan.
Komisi Yudisial memantau sidang dugaan pembunuhan mahasiswi di Pantai Nipah, NTB, untuk memastikan hakim menjalankan kode etik.