3 Hak Pekerja Setelah PHK: JHT, JKP, dan Uang Pesangon
Pekerja yang terkena PHK berpotensi memperoleh JHT, manfaat JKP, dan pesangon. Simak syarat serta ketentuan setiap hak finansial.
Kegiatan latihan PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Sepakbola DIY menghadapi pemain yang mulai hengkang dari timnya
Harianjogja.com, JOGJA -- Sejumlah pemain yang membela tiga tim Divisi Utama di DIY, baik PSS Sleman, PSIM Jogja dan Persiba Bantul mulai memilih hengkang dan bergabung dengan tim selain di luar DIY.
Keputusan hengkang ini tidak lepas dari belum adanya kepastian dari sejumlah tim DIY atas nasib mereka di kompetisi mendatang.
Kabar terakhir, PSIM Jogja harus merelakan salah satu gelandang andalannya M Juni Riyadi berlabuh ke Laskar Mahesa Jenar, PSIS Semarang.
Meski direkomendasikan untuk tetap dipertahankan pada musim depan bersama Laskar Mataram, pencetak lima gol untuk PSIM pada ISC B 2016 lalu ini memilih hengkang dan menandatangani prakontrak dengan tim asal Kota Atlas.
Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto menyayangkan lepasnya Juni Riyadi ke PSIS pada musim depan. Pemain yang bisa ditempatkan sebagai penyerang ini seharusnya bisa tetap berbaju PSIM pada musim depan.
"Namun, itu pilihannya. Kami sudah berusaha, kini kami pun harus mencari penggantinya. Selain posisi Juni, kami juga masih harus mencari pemain lainnya untuk menempati beberapa posisi yang kosong," ujar Erwan, Kamis (5/1/2017).
Sementara Ketua Umum PSIM Agung Damar Kusumandaru menyatakan, sampai saat ini pihaknya sengaja belum akan memberikan prakontrak kepada pemain yang dipertahankan. Belum adanya kepastian waktu kickoff dan format kompetisi menjadi pertimbangan manajemen untuk tidak segera melakukan prakontrak ke pemain.
Meski demikian, sejumlah upaya telah dilakukan manajemen agar para pemain lama tidak hengkang.
"Salah satunya adalah menggelar latihan. Untuk prakontrak sementara memang belum mengarah ke sana," ucap Agung terpisah.
Persoalan hengkangnya pemain lama juga dialami oleh manajemen PSS Sleman. Runner-up ISC B 2016 ini harus merelakan eks bek Timnas U-19 Bagas Adi Nugroho hengkang ke Arema FC.
"Kami sudah berusaha keras untuk menahan Bagas agar tetap di PSS, tetapi kami tak bisa berbuat apa-apa karena Bagas berada dalam manajemen agen pemain," ucap Manajer PSS, Arif Juli Wibowo.
Menurut Arif, setelah Bagas lepas, sejumlah pemain PSS juga didekati klub-klub lain. Sebut saja Mahadirga Lasut, Riski Novriansyah, Chandra Waskito, Dicky Prayoga dan kapten tim Busari. Saat ini manajemen sendiri masih menunggu koordinasi dengan PT PSS terkait dengan pembentukan tim untuk kompetisi Divisi Utama 2017. "Tanpa adanya koordinasi dengan PT PSS, kami tidak bisa berbuat apa-apa," tandas Arif.
Sementara dibandingkan dengan PSIM dan PSS, hengkangnya sejumlah pemain lebih parah dialami oleh Persiba Bantul. Hampir separuh pemain lama di Piala Kemerdekaan 2015 telah hengkang dan diikat oleh klub lainnya. Sebut saja, Khomat Suharto, Syaiful Lawenusa, M Khoiron dan Ugik Sugiyanto yang diklaim telah sepakat dengan PSCS.
Bahkan, gelandang muda potensial Persiba, Saddam Sudarma juga telah bergabung dengan PSIS.
Meski demikian, manajemen Persiba mengaku tidak khawatir jika pada kompetisi mendatang tidak memiliki pemain berkualitas. Manajer Persiba Endro Sulastomo menyatakan pihaknya akan memaksimalkan pemain yang ada pada kompetisi mendatang.
"Tidak perlu khawatir. Masih banyak yang mau gabung dengan kita. Pembentukan tim sendiri akan kami gelar dalam waktu dekat," ucap anggota DPRD Bantul ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pekerja yang terkena PHK berpotensi memperoleh JHT, manfaat JKP, dan pesangon. Simak syarat serta ketentuan setiap hak finansial.
Pengiriman PC global turun 21% pada kuartal III 2026. Lenovo masih memimpin, sedangkan Apple dan Asus mencatat kenaikan pangsa pasar.
Beasiswa WIMAYA 2026 UPN Veteran Yogyakarta menawarkan Rp250.000 per bulan. Cek syarat, dokumen, dan cara daftar sebelum 25 Oktober.
Cek delapan pengaturan ponsel sebelum liburan ke luar negeri, mulai dari roaming data, peta luring, hingga fitur pelacakan perangkat.
DPRD Bantul mendorong patroli intensif dan sinergi lintas OPD untuk mengantisipasi klitih serta memperkuat ketertiban masyarakat.
Pengajian kebangsaan Hari Santri Nasional 2026 mengajak santri dan masyarakat memperkuat persatuan, toleransi, serta kerukunan di Jogja.