Mau Liburan ke Luar Negeri? Cek 8 Pengaturan Ponsel Ini
Cek delapan pengaturan ponsel sebelum liburan ke luar negeri, mulai dari roaming data, peta luring, hingga fitur pelacakan perangkat.
Liga 2017 diersiapkan oleh PSIM termasuk mempersiapkan suporter
Harianjogja.com, JOGJA -- Manajemen PSIM Jogja memastikan mengumpulkan dua wadah suporter Brajamusti dan The Maident, hari ini di salah satu rumah makan di Jogja.
Pengumpulan dua wadah suporter PSIM ini dinilai penting sebagai sarana penciptaan iklim kondusif menjelang digulirkannya kompetisi Liga 2, 26 April mendatang.
"Ya, rencananya besok [hari ini], kami pertemukan. Harapannya muara akhir dari pertemuan besok adalah adanya ikrar kesepakatan bersama antarsuporter untuk menjaga iklim kondusif," kata Sekretaris PSIM Jarot Sri Kastawa kepada Harianjogja.com, Selasa (28/2/2017).
Jarot menerangkan, penciptaan iklim kondusif sangat diperlukan menjelang dan selama PSIM melakoni kompetisi Liga 2. Sebab, tanpa adanya iklim tersebut, niscaya harapan publik pecinta PSIM untuk melihat tim kesayangannya bermain di Sultan Agung Bantul mampu terlaksana.
Pada ISC B 2016 lalu, PSIM gagal melaju ke babak 8 besar, setelah gagal menggelar laga kandang melawan Perssu Sumenep. Kegagalan ini karena pihak kepolisian tidak mengeluarkan izin usai terjadi bentrok antarsuporter saat berlangsungnya laga antara PSIM melawan PSCS Cilacap.
Alhasil, tidak hanya gagal melangkah ke babak 8 besar, manajemen PSIM juga harus menanggung kerugian karena harus menggelar laga tanpa penonton melawan Persiraja di Stadion Gemilang Magelang.
"Tentu, kami tidak ingin hal ini terulang. Tanpa adanya iklim kondusif, tidak hanya izin keamanan, sponsor juga akan sulit untuk mendekat," ungkap Jarot.
Menurut Jarot, pada kompetisi Liga 2 mendatang, PSIM akan tetap menggelar laga kandang di Stadion Sultan Agung, Bantul. Sejumlah persiapan pun telah dilakukan, di antaranya berkomunikasi dengan pengelola stadion dan kepolisian setempat. Dari komunikasi awal, pengelola stadion tidak mempermasalahkan jika Laskar Mataram kembali berkandang di markas Persiba Bantul tersebut.
"Hanya saja, butuh bukti konkret bahwa kami mampu menjaga iklim kondusif dan tidak mengulang insiden kemarin. Untuk itu kami gelar acara tersebut," papar Jarot.
Terpisah, Presiden Brajamusti Rahmad Kurniawan mengaku menanggapi positif langkah manajemen dengan mengumpulkan suporter. Sejauh ini, Brajamusti telah berupaya agar terus menciptakan iklim kondusif dan membantu langkah dari manajemen.
Selain mengedukasi anggota Brajamusti untuk terus menciptakan iklim kondusif. "Kami akan datang. Kebetulan sudah dapat undangan. Ini langkah positif dan harus kami dukung," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek delapan pengaturan ponsel sebelum liburan ke luar negeri, mulai dari roaming data, peta luring, hingga fitur pelacakan perangkat.
Celah WPSplinter pada perangkat lunak Wi-Fi Broadcom berpotensi membahayakan router. Simak risiko dan cara mengamankan jaringan rumah.
TNI AU menyiagakan helikopter Super Puma untuk membantu pemadaman karhutla di Gunung Lawu melalui water bombing dan pemantauan titik api.
Lee Biscuits dikabarkan menutup pabrik di Johor, Malaysia, akhir Oktober 2026 setelah 92 tahun berproduksi. Simak sejarah merek biskuit Marie.
Biaya rakit PC gaming setara PS5 Pro diperkirakan Rp25 juta. Simak rincian komponen, alternatif lebih hemat, dan perbandingannya dengan konsol.
Dinkes Sleman mencatat 112 kasus leptospirosis dan dua kematian hingga September 2026, serta 80 kasus suspek dengan dua kematian.