DIRGANTARA CUP 2017 : Tak Ada Kejelasan Nasib Pengaruhi Kualitas Permainan Pemain

Jumali
Jumali Kamis, 02 Maret 2017 08:55 WIB
DIRGANTARA CUP 2017 : Tak Ada Kejelasan Nasib Pengaruhi Kualitas Permainan Pemain

Persinga Ngawi dipastikan menantang PSMS Medan pada final Piala Kemerdekaan 2015 setelah menang 3-2 atas Persiba Bantul dalam semifinal di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Kamis (10/9/2015) malam. Gol-gol kemenangan Persinga Ngawi dihasilkan oleh Afif Rosid menit ke-44, Harris Adiyatma menit ke-63 dan Slamet Sampurno menit ke-69. Sedangkan, dua gol Persiba Bantul dicetak M. Choiron menit ke-4 dan Johan Manaji menit ke-74. (JIBI/Solopos/Antara/M. Risyal Hidayat)

Dirgantara Cup 2017, Persiba melawan PS Mojokerto

Harianjogja.com, SLEMAN -- Persiba Bantul gagal memenuhi ambisinya meraih poin tiga setelah dikalahkan oleh PS Mojokerto Putra dengan skor 4-0 pada laga hari kedua Grup A, turnamen Dirgantara Cup 2016, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Rabu (1/3/2017) sore.

Baca Juga : http://m.solopos.com/2017/03/01/dirgantara-cup-2017-antiklimak-persiba-ditekuk-ps-mojokerto-putra-4-0-797625">DIRGANTARA CUP 2017 : Antiklimak Persiba Ditekuk PS Mojokerto Putra 4-0

Adapun empat gol yang dilesakkan oleh tim yang bermarkas di Stadion Gajah Mada, Mojosari ini masing-masing dicetak oleh Heri Saputra pada menit ke-12 melalui titik penalti, Ricky Kambuaya menit ke-41, Muhammad Isa menit 72, Fajar Cahyo Wibowo menit ke-84.

Atas hasil ini, persaingan tim-tim di Grup A untuk lolos ke babak semifinal semakin panas.

Karteker pelatih Persiba Siswanto mengatakan kekalahan kali ini lebih karena mental pemain belakang menurun usai gol kedua. Di samping itu, belum adanya kejelasan nasib para pemain membuat mereka tidak bisa tampil lepas.

"Untuk itu kami minta manajemen untuk segera bertindak. Setidaknya membangkitkan motivasi mereka. Belum adanya kejelasan nasib berpengaruh terhadap penampilan mereka," katanya.

Sementara Pelatih Mojokerto Putra Redi Suprianto mengatakan kemenangan atas Persiba membuka peluang timnya lolos ke semifinal. Adapun kunci dari kemenangan kemarin adalah perubahan skema dari 4-2-3-1 ke 4-4-2. "Skema ini mampu dioptimalkan. Para pemain saya juga mampu bermain maksimal," tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online