LIGA 2 : PSIM Sudah Tahu Gambaran Kekuatan Tuan Rumah PSBI

Jumali
Jumali Kamis, 01 Juni 2017 09:20 WIB
LIGA 2 : PSIM Sudah Tahu Gambaran Kekuatan Tuan Rumah PSBI

Para pemain PSIM memilih duduk di pinggir lapangan dan menunggu giliran pada laga uji coba antara PSIM melawan UAD di Stadion Mandala Krida, Jogja, Jumat (24/3/2017) sore. (Jumali/JIBI/Harian Jogja)

Laga lanjutan pekan keenam grup 5 Liga 2 2017 antara tuan rumah PSBI Blitar melawan PSIM Jogja akan digelar di Stadion Gelora Panataran, Blitar

 

Harianjogja.com, JOGJA --- Laga lanjutan pekan keenam grup 5 Liga 2 2017 antara tuan rumah PSBI Blitar melawan PSIM Jogja di Stadion Gelora Panataran, Blitar baru akan digelar Sabtu (8/7/2017) mendatang.

Meski demikian, sejumlah persiapan telah dilakukan oleh Laskar Mataram-julukan PSIM, guna meraih poin pada laga tandang di Jawa Timur.

Selain melakukan perbaikan dalam jangka waktu sebulan persiapan, kekuatan dari Laskar Peta-julukan PSBI pun telah cukup banyak diketahui oleh PSIM.

"Secara sekilas kami sudah tahu seperti apa lawan kami. PSBI memiliki permainan yang hampir sama dengan Madiun Putra dan Persinga," kata pelatih PSIM Erwan Hendarwanto, Selasa (30/5/2017).

Pelatih asal Magelang ini menambahkan, meski saat ini secara peringkat di klasemen Grup 5, PSBI menjadi juru kunci dan hanya mampu mengumpulkan tiga poin. Atau berada lima peringkat di bawah PSIM, kekuatan dari anak asuh Ferry Taufik Budiman tidak bisa dianggap remeh. Sebab, pada laga kali, mereka akan berstatus sebagai tuan rumah.

Di sisi lain, masalah kegagalan meraih poin laga tandang justru sedang dialami oleh PSIM. Hal ini dibuktikan dengan kegagalan meraih poin pada dua laga tandang dari total lima laga pada putaran pertama. Kegagalan pertama dialami oleh PSIM setelah ditekuk oleh Persatu Tuban dengan skor 0-1.

Sedangkan pada laga terakhir luar kandang, yakni melawan Madiun Putra, di Stadion Wilis, meski menguasai permainan PSIM justru takluk dengan skor 3-2 untuk kemenangan The Blue Force-julukan Madiun Putra.

"Inilah yang masih jadi kendala kami. Pola dan skema permainan pada laga tandang  mungkin sama. Hanya saja, akan ada perubahan komposisi pemain. Saya masih mengutak-atik komposisi pemain pas untuk laga tandang," terang Erwan.

Saat ditekuk Persatu 0-1 di Stadion Lokajaya, Tuban, PSIM mengandalkan pola 4-2-3-1 dengan mengandalkan kuartet pemain belakang, yakni Said Marjan, Edo Pratama, Ahmad Taufik dan Diaz Bayu.

Sedangkan pada lini tengah ada Pratama Gilang, Hendika Arga, Raymond, Rangga Muslim dan Dicky Prayoga. Sedangkan penyerang tunggal mengandalkan Engkus Kuswaha.

Komposisi pemain hampir sama juga diperlihatkan saat ditekuk Madiun Putra. Mengusung pola 4-1-4-1, kuartet pemain belakang dipercayakan kepada Said Marjan, Edo Pratama, Ahmad Taufik dan Diaz Bayu.

Satu gelandang bertahan Andi Dwi Kurniawan, dan kuartet gelandang diisi oleh Ranga Muslim, Hendika Arga, Dicky Prayoga dan M  Rifky. Lini depan kembali dipercaya kepada Engkus Kuswaha.

Perubahan skema ini pun berdampak pada agresifitas permainan PSIM. Di mana dalam 90 menit pertandingan, PSIM mampu menciptakan 58% penguasaan bola, 6 kali tembakan ke gawang, 5 kali tembakan melebar dan 4 kali tendangan sudut. Meski menguasai pertandingan, secara hasil PSIM gagal meraih poin karena ditekuk dengan skor 3-2 oleh Madiun Putra.

Di sisi lain, Erwan mengungkapkan, sudah pulihnya Said Marjan yang mengalami cedera saat melawan Madiun Putra, diperkirakan akan menambah alternatif baginya untuk menerapkan bek kiri yang pas untuk skuatnya. Sebab, dari lima pertandingan PSIM, peran Said Marjan dalam membantu penyerangan dan bertahan cukup baik.

"Said kemungkinan sudah pulih. Akibat cedera saat melawan Madiun Putra, ia harus absen sebulan untuk menjalani perawatan. Kemungkinan nanti saat lawan PSBI, dia sudah bisa," papar Erwan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online