Timnas Indonesia Bisa Kalahkan Jepang di Piala Asia 2027? Ini 2 Keuntungannya

Jumali
Jumali Senin, 26 Oktober 2026 21:07 WIB
Timnas Indonesia Bisa Kalahkan Jepang di Piala Asia 2027? Ini 2 Keuntungannya

Timnas Indonesia vs Jepang di Piala Asia 2023/Dok.PSSI

Harianjogja.com, JOGJA—Timnas Indonesia berpeluang mendapatkan keuntungan besar jika mampu mengalahkan Jepang pada laga pembuka Grup F Piala Asia 2027. Selain menjadi modal penting dalam persaingan grup, kemenangan atas salah satu kekuatan utama sepak bola Asia itu berpotensi mendongkrak peringkat FIFA skuad Garuda.

Indonesia dijadwalkan menghadapi Jepang di Prince Abdullah Al Faisal Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi, Senin (11/1/2027). Pertandingan tersebut menjadi ujian awal bagi tim asuhan John Herdman dalam persaingan Grup F yang juga dihuni Thailand dan Qatar.  

Jepang tentu bukan lawan mudah. Karena itu, hasil imbang atau kekalahan dengan selisih tipis bisa menjadi hasil yang cukup positif bagi Indonesia. Meski demikian, peluang membuat kejutan tetap terbuka apabila skuad Garuda mampu tampil disiplin dan memaksimalkan kesempatan.

Belajar dari Kemenangan Irak atas Jepang

Indonesia dapat mengambil pelajaran dari Piala Asia 2023 ketika Irak berhasil mengalahkan Jepang dengan skor 2-1 pada pertandingan kedua Grup D. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Jepang tetap bisa dikalahkan meskipun memiliki reputasi sebagai salah satu tim kuat di Asia.

Pengalaman menghadapi Irak juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi Indonesia. Pada putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, skuad Garuda kalah 0-1 dari tim berjuluk Singa Mesopotamia tersebut.

Namun, hasil pertandingan terdahulu tidak otomatis menggambarkan kekuatan kedua tim saat ini. Indonesia perlu menyiapkan strategi yang tepat, menjaga konsentrasi sepanjang laga, dan mengurangi kesalahan untuk menghadapi tekanan Jepang.

1. Kemenangan Bisa Mendongkrak Ranking FIFA

Salah satu keuntungan yang bisa diperoleh Indonesia jika mengalahkan Jepang adalah tambahan poin dalam ranking FIFA. Hasil positif melawan tim dengan peringkat lebih tinggi berpotensi memberikan tambahan angka yang signifikan, bergantung pada peringkat kedua tim dan bobot pertandingan.

Dalam perhitungan yang dicantumkan Okezone, kemenangan atas Jepang diperkirakan menghasilkan tambahan 30,80 poin bagi Indonesia. Dengan angka awal 1.166,50 poin, total perolehan Garuda diproyeksikan menjadi 1.197,30 poin.

Berdasarkan simulasi tersebut, Indonesia berpeluang naik dari peringkat ke-116 ke posisi ke-106 dunia. Namun, angka dan posisi tersebut merupakan proyeksi, bukan hasil resmi FIFA. Perubahan peringkat juga bergantung pada hasil pertandingan negara lain serta pembaruan peringkat saat itu.

FIFA menggunakan sistem penambahan dan pengurangan poin berdasarkan hasil pertandingan, kekuatan relatif lawan, serta bobot pertandingan. Karena itu, jumlah poin yang diperoleh perlu dihitung kembali menggunakan data yang berlaku ketika laga berlangsung. 

2. Membuka Peluang Melaju ke Babak Gugur

Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Thailand, dan Qatar. Hasil pertandingan melawan ketiga lawan tersebut akan menentukan posisi Garuda di klasemen dan peluang melanjutkan perjalanan di Piala Asia 2027.

Untuk lolos ke babak 16 besar, Indonesia tidak harus selalu menang. Dua tim teratas dari setiap grup berhak melaju, sementara empat tim peringkat ketiga terbaik dari enam grup juga mendapatkan tiket ke fase gugur. Dengan demikian, peluang lolos ditentukan oleh perolehan poin dan posisi akhir di grup.  

Kemenangan atas Jepang tentu akan menjadi modal besar karena Indonesia bisa mengamankan tiga poin dari salah satu pertandingan tersulit di fase grup. Hasil tersebut juga dapat meningkatkan kepercayaan diri pemain saat menghadapi Thailand dan Qatar.

Jika berhasil lolos ke babak 16 besar, Indonesia akan memasuki fase gugur yang mempertemukan tim-tim terbaik dari setiap grup. Lawan yang dihadapi akan bergantung pada posisi akhir Indonesia dan kombinasi tim yang lolos dari grup lainnya.

Target melangkah lebih jauh, termasuk mencapai perempat final, akan menjadi tantangan berikutnya. Untuk mewujudkannya, Indonesia perlu menjaga konsistensi permainan sejak pertandingan pertama. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online