Suarez Menangis karena Jadi Biang Kekalahan Uruguay
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
Real Madrid (Reuters-Javier Barbancho)
Harianjogja.com, BARCELONA — Laga panas terjadi saat Barcelona menjamu musuh bebuyutannya Real Madird. Madrid jauh-jauh hari menolak melakukan pasillo alias guard honour kepada musuh bebuyutan mereka, Barcelona, ketika dipertemukan pada el clasico di Camp Nou, Barcelona, Senin (7/5/2018) pukul 01.45 WIB.
Pelatih Madrid, Zinedine Zidane, bahkan sudah mengemukakannya sejak Barca belum memastikan mahkota juara Liga Spanyol pada April 2018 lalu. Zidane berdalih Barca juga tidak membuat barisan penghormatan ketika kedua tim bertemu pada el clasico Desember 2017 silam, alias setelah timnya ditetapkan sebagai juara Piala Dunia Klub.
"Saya bukan satu-satunya yang memutuskan, setelah Piala Dunia Klub, saya jadi paham tidak penting memberi barisan penghormatan kepada mereka [Barca],” tutur Zidane, dikutip Marca.com, Sabtu (5/5/2018).
“Beberapa orang bilang, alasannya karena mereka [Barca] tidak ikut dalam kompetisi [Piala Dunia Klub], namun itu bohong, Anda harus memenangi Liga Champions untuk bisa bermain di Piala Dunia Klub, padahal kami semua [Madrid dan Barca] main di Liga Champions," sambungnya.
Jadi, jangan harap Cristiano Ronaldo dkk. akan membungkuk menyambut Lionel Messi cs. pada el clasico edisi ke-237 nanti. Padahal, Barcelona akan memasuki lapangan Camp Nou dengan status ganda sebagai juara Liga Primera dan Copa del Rey musim ini.
Pasillo sebenarnya sudah menjadi tradisi di Spanyol, bahkan oleh Barca dan Madrid. Sebagai rival bebuyutan, Barca dan Madrid pernah beberapa kali membentuk barisan penghormatan setelah salah satu tim memasuki laga dengan status juara di berbagai kompetisi. Madrid melakukan pasillo kepada dream team Barca arahan Johan Cruyff ketika memasuki Santiago Bernabeu setelah mengklaim gelar Liga Spanyol pada 1991.
Sebaliknya, Barca pernah membentuk barisan penghormatan kepada Madrid di Camp Nou pada 1988 setelah musuh bebuyutan mereka itu merengkuh gelar juara Liga Spanyol. Tim berjuluk Blaugrana itu juga melakukan hal serupa kepada Madrid pada 2008. Padahal, kapten Barca saat itu, Carles Puyol, terang-terangan membenci melakukan pasillo kepada Madrid.
Tapi Puyol mengatakan pasillo tetap diperlukan sebagai simbol sportivitas insan olahraga. Wajar apabila banyak yang mengkritik keputusan Zidane menolak pasillo kepada Barca akhir pekan ini. Pelatih Barca, Ernesto Valverde, sendiri merasa pasillo tidak lagi relevan sebagai simbol olahragawan saat ini.
“Mengenai guard of honour, saya tidak akan melakukannya untuk siapa pun, saya juga tidak ingin itu dilakukan untuk kami. Saat ini, itu telah kehilangan esensinya dibanding beberapa tahun lalu,” ujar Valverde, dilansir goal.com.
Artinya, tanpa pasillo, Barca tetap akan menjaga martabat mereka sebagai penyandang status juara Liga Primera. Luis Suarez dkk. bisa saja menyapu el clasico Liga Primera musim ini dengan kemenangan, setelah dalam pertemuan pertama lalu mereka mempermalukan Madrid 3-0 di Santiago Bernabeu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Tingkah laku Luis Suarez di lapangan sepak bola memang tidak selalu positif. Dia pernah menggigit lawannya, berbuat rasialis kepada pemain kulit hitam, hingga berseteru dengan wasit.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.
Polda Jabar bongkar penipuan titik dapur MBG, 13 korban rugi Rp1,9 miliar. Pelaku jual akses palsu program pemerintah.
RD Kongo umumkan skuad Piala Dunia 2026, Yoane Wissa jadi andalan. Simak daftar lengkap pemainnya di sini.
BPS DIY catat pengangguran turun jadi 3,05% pada Februari 2026, jumlah pekerja dan angkatan kerja meningkat.