Pemerintah Australia Boikot Piala Dunia 2018

Budi Cahyana
Budi Cahyana Kamis, 07 Juni 2018 15:25 WIB
Pemerintah Australia Boikot Piala Dunia 2018

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop./Reuters-Kham

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Australia tidak akan mengirimkan delegasi untuk menghadiri turnamen sepak bola akbar empat tahunan, Piala Dunia, yang sepekan lagi akan dimulai di Rusia.

Saat ini sudah ada dua pemerintah yang terang-terangan memboikot Piala Dunia Piala Dunia 2018, yakni Australia dan Inggris. Pembukaan dan penutupan Piala Dunia biasanya dihadiri sejumlah kepala negara dan menjadi ajang negosiasi informal. Menteri Luar Negeri Australia mengatakan boikot ini adalah keputusan di level pemerintah dan tak akan memengaruhi keikutsertaan Australia di Piala Dunia.

“Pemerintah Australia tidak akan mencampuri keputusan Federasi Sepak Bola Australia menyangkut Piala Dunia. Duta Besar Australia di Moskwa tetap akan melihat pertandingan Socceroos,” ujar Bishop dalam sebuah wawancara yang dikutip dari ESPN, Kamis (7/6/2018).

Sejak beberapa tahun belakangan, hubungan diplomatik Australia dan Rusia kurang akur. Australia kerap memprotes dugaan pelanggaran hak asasi manusia di Rusia, termasuk aneksasi Crimea dari Ukraina pada 2014.

Bulan lalu, Bishop bahkan menuduh pemerintah Rusia terlibat langsung dalam jatuhnya pesawat Malaysian Airlines MH17 yang menewaskan 38 warga Australia.

Sementara itum Federasi Sepak Bola Australia atau FFA menyatakan keikutsertaan dalam turnamen yang dihelat FIFA sangat penting karena organisasi sepak bola global tersebut juga mengampanyekan hak asasi manusia lewat sepak bola.

“Kami percaya turnamen sekelas Piala Dunia akan menjadi ajang keberagaman, toleransi, dan kerja sama internasional. Ini yang mendorong FFA ambil bagian bersama 31 negara lain di Piala Dunia 2018,” ujar Juru Bicara FFA.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online