Mats Hummels/Reuters-Lisi Niesner
Harianjogja.com, JOGJA—Bek paling berpengaruh di Timnas Jerman dalam lima tahun belakangan, Mats Hummels, mendukung keputusan Joachim Low mencoret Leroy Sane dari daftar pemain yang dibawa ke Piala Dunia 2018.
Sane, 22, secara mengejutkan tak dibawa ke Rusia meski dia bermain cemerlang bersama Manchester City pada musim 2017/2018. Low memilih Julian Brandt. Keputusan itu dikritik sejumlah kalangan. Namun, Hummels menganggap Low sudah mengambil keputusan tepat. Menurut dia, perilaku Sane sebagai pemain muda kurang pas.
“Leroy Sane belum setara Thomas Muller atau Mesut Ozil,” ucap bek Bayern Munchen itu sebagaimana dikutip oleh Sport Bild, Jumat (8/6/2018).
Hummels menyinggung pengaruh media sosial terhadap sikap pemain.
“Kadang butuh waktu yang tak sebentar untuk mencapai level yang sama di tim nasional sebagaimana di klub. Pemain muda sekarang, di Bayern juga, berbeda dengan pemain muda 10 atau 12 tahun lalu. Ini adalah generasi baru. Perilaku mereka berbeda, seperti di medsos.”
Hummels, tanpa menyebut Sane secara langsung, menyinggung pemain muda yang sok dan kebanyakan lagak.
“Saya sering menjadi pemian yang paling muda di tim dan saya harus sadar diri. Ini sangat normal. Sekarang, beberapa pemain berusia 18 tahun tak paham mengapa mereka harus bersikap demikian.”
“Di pekan-pekan awal bermain bersama tim utama Bayern, saya tak pernah berbicara di ruang ganti. Saya hanya berbicara dengan Stephan Furstner dan Michael Rensing karena meraka sama-sama berasal dari tim cadangan. Kepada orang lain, saya hanya menyapa, ‘Halo’. Tetapi sekarang semuanya berkembang cepat dan baru sepekan bergabung di tim utama, beberapa pemain muda sudah bertingkah layaknya mereka sudah bermain untuk tim selama tiga tahun.”
Komentar Hummels ini sejalan dengan laporan The Sun yang menyebut beberapa pemain Jerman tak suka dengan sikap Sane. Mereka lebih nyaman bermain tanpa Sane sehingga Low akhirnya mendepak pemain muda Liga Premier Inggris musim lalu itu demi suasana harmonis di ruang ganti.
Sementara, Low menyatakan pencoretan Sane murni karena alasan teknis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.