Anarki di Argentina Jadi Bahan Gunjingan Diego Simeone

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jum'at, 22 Juni 2018 21:55 WIB
Anarki di Argentina Jadi Bahan Gunjingan Diego Simeone

Diego Simeone/Reuters

Harianjogja.com, JOGJA--Salah satu legenda Argentina yang kini membesut Atletico Madrid, Diego Simeone, mengatakan Argentina terlihat tersesat dan tanpa kepemimpinan saat dikalahkan Kroasia 0-3 di Nizhny Novgorod, Kamis (21/6/2018).

Kritikan Simeone itu dikirimkan melalui pesan audio dalam Whatsapp kepada asisten pelatih Atletico German Burgos dan dibocorkan oleh radio berbahasa Spanyol di Argentina. Kantor berita Reuters berusaha memverifikasi keterangan itu kepada Simeone, tetapi juru bicara pers Simeone dan kepala komunikasi Atletico tidak merespons permintaan wawancara.

"Apa yang terjadi pada timini merupakan apa yang terjadi pada Argentina dalam empat tahun terakhir yang memalukan: anarki, tidak ada kepemimpinan dari para pemain, pelatih, atau direktur. Tim itu tersesat," ucap veteran Piala Dunia 1994, 1998, dan 2002. Pada 1998, Simeone terkenal karena memprovokasi David Beckham sehingga bintang pujaan publik Inggris itu dikartu merah.

Anarkisme, yang kadang diasosiasikan dengan kekerasan dan kericuhan (meski sebenarnya tak terlalu tepat), adalah falsafah politik yang mengangankan tatanan sosial tanpa kepemimpinan dan anggota masyarakatnya mengatur diri sendiri. Anarki yang terjadi di Argentina sudah menjadi pengetahuan publik menyusul keputusan buruk Jorge Sampaoli dalam menerapkan taktik.

Selain mengkritik ketiadaan kepemimpinan di Albiceleste, Simeone juga mempertanyakan kualitas Lionel Messi yang tak mampu mengangkat Argentina sendirian sebagaimana yang dilakukan Cristiano Ronaldo untuk Portugal. 

"Messi sangat bagus, tetapi ia sangat bagus karena didampingi pemain-pemain luar biasa. Jika harus memilih antara Messi dan Ronaldo pada pertandingan normal, siapa yang akan kamu pilih?" tanya Simeone kepada Burgos.

Simenone kemudian menggunjingkan kiper Argentina Willy Caballero yang membuat blunder sehingga penyerang Ante Rebic mencetak gol pertama untuk Kroasia.

"Kiper telah melakukan hal ini sebelumnya, ya kan? Ia melakukannya saat melawan Spanyol, saat melawan Italia ketika [untungnya bola sepakan] mereka membentur tiang gawang, dan jika Anda teledor seperti itu di Piala Dunia, itu menjadi gol."


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online