Ditahan Persiwa 2-2, Ini Komentar Pelatih PSIM Jogja

Jumali
Jumali Sabtu, 14 Juli 2018 18:55 WIB
Ditahan Persiwa 2-2, Ini Komentar Pelatih PSIM Jogja

Pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak / Harian Jogja-Jumali

Harianjogja.com, BANTUL - PSIM Jogja harus puas ditahan imbang Persiwa Wamena dengan skor 2-2 pada laga pekan ke-8 lanjutan Liga 2 2018 di  Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (14/7/2018) sore.

Adapun dua gol PSIM Jogja dicetak oleh Hendri Satriadi menit ke-11 dan Hendika Arga menit ke-76. Sedangkan dua gol Persiwa diborong oleh Andreas Crismanto Ado di menit ke-67, dan 81.

Menanggapi kegagalan meraih poin penuh di kandang, pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak mengatakan, kegagalan timnya meraih kemenangan pada laga kali ini lebih disebabkan karena over confidence. Sebab, usai unggul 1-0 melalui Hendrico Satriadi, justru para pemain PSIM lebih memilih untuk tampil secara individu.

"Ada overconfidence sehingga setelah unggul 1-0 di babak pertama, mereka justru tidak main secara tim. Mereka tidak memperagakan permainan dari kaki ke kaki," kata Bona usai pertandingan.

Selain overconfidence, Bona menambahkan, para pemain juga gagal tampil tenang, usai gol penyama kedudukan pada menit ke-67. Alhasil, para pemain lebih banyak melakukan serangan dan tidak terstruktur.

"Mereka tidak tenang, setelah Persiwa menyamakan kedudukan. Selain itu, organisasi juga tidak jalan. Jarak antarlini jauh. Alhasil, Persiwa mampu memanfaatkan hal ini untuk mengembangkan permainan," imbuh Bona.

Sementara mengenai dua gol yang dicetak Persiwa, eks pemain PSMS ini mengungkapkan bahwa dua gol Andreas Crismanto Ado terjadi karena kesalahan dalam antisipasi bola silang. "Mereka terlalu fokus ke bola. Padahal, dua gol itu dari bola samping. Mereka tidak lihat ada pemain. Ini jadi catatan untuk pembenahan kami ke depan," tandas Bona.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online