Googlebook Resmi Meluncur, Era Chromebook Mulai Bergeser
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Derby DIY / Dok
Harianjogja.com, BANTUL - Pertandingan Derby DIY antara PSIM Jogja menjamu PSS Sleman bakal tersaji di Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (26/7/2018) mendatang.
Pertemuan kedua tim ini tidak saja menarik, karena dipercaya memiliki kekuatan yang sebanding, namun juga akan menjadi gengsi tertinggi di DIY.
Berbeda dengan pertemuan sebelumnya, Derby DIY kali ini akan mempertemukan sejumlah mantan.
Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro akan bertemu dengan tim yang ditukanginya sebelumnya, yakni PSIM Jogja. Sedangkan di kubu PSIM Jogja, pelatih Laskar Mataram Bona Simanjuntak akan bertemu dengan tim lamanya, PSS Sleman.
Selain pertemuan para pelatih dengan tim lamanya, pertemuan kedua kesebelasan ini juga akan mempertemukan sejumlah pemain dengan tim lamanya.
Di kubu PSS Sleman terdapat Rangga Muslim Perkasa. Pemain asal Bima ini akan bertemu dengan tim yang selama ini membesarkannya dan dibelanya musim lalu, PSIM Jogja. Bahkan Rangga sempat menjadi ikon di PSIM Jogja sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan Persebaya Surabaya pada putaran kedua musim lalu.
Sedangkan di kubu PSIM Jogja ada Crah Eka Angger Siswanto dan Candra Lukmana. Berbeda dengan Crah Angger yang hanya berbaju PSS Sleman di babak 16 besar ISC B 2016.
Sementara Candra Lukmana musim lalu masih berbaju PSS Sleman. Selain itu, pemain di posisi gelandang ini adalah produk dari perkumpulan di bawah PSS Sleman yakni SSB KKK. Tak sampai disitu, Candra sempat berbaju PSS U-15 & U-18, PORDA Sleman 2011-2015 dan Sleman United.
“Lawan PSIM, kita coba…(hening sejenak). Susah ya,” kata pelatih PSS Sleman Seto sembari tertawa usai pertandingan melawan PSS melawan Blitar United, Sabtu (21/7/2018).
“Tidak tahu (arti kalimat tersebut), lihat saja,” lanjutnya.
“Kalau bermusuhan itu tidak bagus. Ini hanya sebuah silaturahmi kemesraan,” tutup Seto.
Sementara pelatih PSIM Jogja, Bona Simanjuntak mengungkapkan jika Derby DIY adalah pertandingan penting. "Dua-duanya [Derby DIY dan Piala Indonesia] penting. Tapi derby lebih penting untuk mengamankan posisi kita (di Liga 2),” katanya.
Berikut rekor pertemuan PSIM Jogja vs PSS Sleman
7/7/1996 PSIM vs PSS 1-0
11/10/2008 PSS vs PSIM 1-0
12/4/2009 PSIM vs PSS 2-0
15/1/2010 PSS vs PSIM 1-0
26/2/2010 PSIM vs PSS 2-1
29/4/2014 PSIM vs PSS 0-0
19/8/2014 PSIM vs PSS 2-2
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Gempa M6,3 guncang Jepang timur laut. Shinkansen dihentikan, Miyagi terdampak, namun PLTN Fukushima dilaporkan aman.