PSIM JOGJA VS PSS SLEMAN : Ajang Reuni Para Mantan di Derbi DIY

Jumali
Jumali Rabu, 25 Juli 2018 18:55 WIB
PSIM JOGJA VS PSS SLEMAN : Ajang Reuni Para Mantan di Derbi DIY

Pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak bersama pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro berfoto bersama jelang Derbi DIY / Harian Jogja-Jumali

Harianjogja.com, JOGJA - Pertandingan syarat gengsi dan nostalgia tersaji saat PSIM Jogja menjamu saudara mudanya, PSS Sleman dalam derbi DIY pada lanjutan Liga 2 Wilayah Timur 2018 di Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (26/7/2018) sore.  Sebab, baik tuan rumah PSIM Jogja maupun PSS Sleman sama-sama diperkuat oleh mantan pemain maupun pelatih dari kedua kesebelasan.

Di kubu PSIM Jogja terdapat mantan pemain PSS Sleman yang kini menukangi Laskar Mataram, yakni Bona Simanjuntak. Selain itu ada tiga mantan pemain PSS yang berseragam PSIM Jogja, yakni Candra Lukmana, Crah Eka Angger dan Edo Pratama.

Sedangkan di tubuh sang tamu, PSS Sleman terdapat mantan pelatih dan pemain PSIM Jogja, Seto Nurdiyantoro, dan Rangga Muslim Perkasa. Bahkan, kedua pelatih baik PSIM Jogja maupun PSS yakni Seto Nurdiyantoro dan Bona Simanjuntak sempat bersama-sama berseragam PSS pada kompetisi Divisi Utama 2004 dan Copa Dji Sam Soe 2005 silam.

Pelatih PSIM Jogja Bona Simanjuntak mengatakan, laga melawan PSS Sleman adalah ajang reuni baginya dengan tim lamanya. Tetapi, sebagai seorang profesional, eks pemain PSMS Medan ini mau tidak mau harus meracik tim dengan maksimal.

Apalagi, PSIM membutuhkan tambahan tiga poin demi mengamankan posisi mereka di klasemen sementara. Hingga pekan ke-9, Laskar Mataram berada di peringkat ke-7 dengan 9 poin. Sedangkan sang tamu, PSS Sleman berada di posisi kedua klasemen Wilayah Timur dengan 19 poin.

"Pertandingan besok akan menarik. PSS Sleman adalah tim bagus dengan determinasi tinggi dan attacking football yang bagus. Tetapi, kami akan main kolektif dan punya motivasi serta daya juang tinggi. Mudah-mudahan besok bisa tampil maksimal dan mengamankan poin di kandang," kata Bona, Rabu (25/7).

Untuk itu strategi khusus telah disiapkan oleh Bona jelang laga derbi. Bona telah melihat rekaman pertandingan PSS Sleman dan memastikan akan meminta anak asuhnya untuk memaksimalkan pertahanan yang kompak untuk meredam agresivitas penyerang PSS Sleman. Di samping itu, Bona mengingatkan kepada anak asuhnya untuk fokus dan tidak terganggu dengan tensi pertandingan.

"Atmosfer dan tensi pertandingan pasti akan sangat berpengaruh, tetapi anak-anak wajib konsentrasi penuh. Jangan terpancing dan wajib bermain dengan cara kami," sambungnya.

Sementara pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro mengatakan, pertandingan derbi kali ini sejatinya sama dengan pertandingan lainnya. Mantan pelatih PSIM Jogja ini justru melihat dengan kekuatan yang hampir sama, pertandingan ini akan menarik untuk dilihat. Di mana PSIM Jogja adalah tim solid dan memiliki kolektivitas serta semangat yang tinggi. Oleh karena itu, eks pemain Persiba Bantul ini, berharap anak asuhnya fokus menghadapi pertandingan ini.

"Dengan materi pemain hampir sama. Nanti tim dengan konsentrasi, semangat kondisi fisik yang lebih akan menang dalam pertandingan ini," terangnya.

Seto juga enggan banyak berbicara terkait dengan candaannya mengenai berbagi poin yang sempat dilontarkannya beberapa waktu lalu. "Soal itu nanti saya buktikan di lapangan," katanya.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online