ICC 2018: Kalah, tapi Bentuk Permainan Arsenal Cukup Stabil

Budi Cahyana & Hanifah Kusumastuti
Budi Cahyana & Hanifah Kusumastuti Jum'at, 27 Juli 2018 00:05 WIB
ICC 2018: Kalah, tapi Bentuk Permainan Arsenal Cukup Stabil

Emile-Smith Rowe, masih 17 tahun dan sudah menyumbangkan gol untuk Arsenal./Reuters-Edgar Su

Harianjogja.com, JOGJA—Atletico Madrid menang 3-1 dari Arsenal melalui adu penalti di International Champions Cup (ICC) 2018 yang berlangsung di Singapura, Kamis (26/7/2018) petang. Di waktu normal, kedua tim berbagi angka 1-1.

Penjaga gawang Atletico Antonio Adan menyelamatkan tiga penalti sebelum melepaskan tendangan penalti dan juara Liga Europa 2017/2018.

Atletico memimpin pada menit ke-41 lewat Luciano Vietto dan Arsenal membalas enam menit kemudian melalui pemain 17 tahun, Emile Smith-Rowe.

Meski kalah, Arsenal puas dengan bentuk permainan yang mereka tampilkan.

“Saya pikir kami melakukannya dengan sangat baik di bawah manajer baru. Kami menekan dengan baik dan menciptakan banyak peluang,” kata kapten Arsenal Ramsey seusai pertandingan sebagaimana dilansir Reuters.

Berbagai pertanyaan muncul di benak pendukung Arsenal pada era baru mereka selepas Wenger. Sebagai nakhoda baru, Emery digadang-gadang memiliki karakter kuat untuk membangun Arsenal selepas rezim Wenger yang runtuh akhir musim lalu.

Saat membesut Paris Saint Germain (PSG), pelatih asal Spanyol itu kerap memakai formasi menyerang 4-3-3. Dengan skema itu, Arsenal diharapkan bisa melakukan pressing tinggi dan menerapkan strategi garis pertahanan tinggi.

Strategi itu bukan hal mustahil dipakai dengan amunisi Arsenal saat ini. The Gunners, julukan Arsenal, memiliki Alexandre Lacazette, Aaron Ramsey, Mesut Ozil, dan Pierre Emerick Aubameyang yang masing-masing berkontribusi besar atas serangan Arsenal di semua kompetisi musim lalu.

Lacazette terlibat dalam 21 proses gol (17 gol dan 4 asis), Ramsey dengan 20 proses gol (11 gol dan 9 asis), Ozil dengan 17 proses gol (5 gol dan 12 asis), serta Aubameyang dengan 14 proses gol (10 gol dan 4 asis).

Emery juga tidak benar-benar akan menghapus gaya permainan Arsenal bersama Wenger, yakni dengan operan-operan cepat alias filosofi passing.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online