Layar iPhone Duo Bermasalah, Apple Ganti Unit yang Rusak
Sejumlah pengguna iPhone Duo melaporkan layar lipat retak di sekitar engsel. Apple mengganti salah satu unit, tetapi penyebabnya belum diketahui.
Pelatih Persija Stefano Teco (merah) berjabat tangan dengan pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (2/6/2018). /Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN - Angel Alfredo Vera memutuskan mundur dari posisi pelatih Persebaya Surabaya. Hal itu disampaikan pelatih asal Argentina tersebut Rabu (1/8/2018). Setiba dari partai away ke kandang Perseru Serui.
Keputusan tersebut diambil Alfredo tidak lepas dari hasil negatif yang diraih Persebaya dalam tiga pertandingan terakhir. Sebagai gantinya, Green Force menunjuk asisten pelatih Bejo Sugiantoro menjadi caretaker. Legenda hidup Persebaya yang mengantarkan Green Force juara Divisi Utama (kini Liga 1) pada 2004 itu, diharapkan bisa mengangkat performa tim.
”Sebagai profesional, saya selalu siap dengan segala risiko dan konsekuensi dari pekerjaan saya. Demi kebaikan tim, demi kebaikan Persebaya, dan demi kebaikan seluruh masyarakat Surabaya, saya menyampaikan kepada Presiden Klub bahwa saya mengundurkan diri. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas segala kebaikan yang telah saya terima, dan semoga kita semua tetap bisa terus menjalin hubungan baik ini,” kata Alfredo, dikutip dari laman resmi klub, Kamis (2/8/2018).
Kinerja Alfredo pada awal musim Liga 1 2018 sebenarnya terbilang apik. Sebagai tim promosi, sampai pekan ketujuh, Persebaya masih bertengger di posisi keempat. Pelatih yang mengantarkan Green Force juara Liga 2 itu berhasil membawa Rendi Irwan dkk meraih hasil seri maupun kemenangan di kandang lawan.
Sayang, deraan cedera membuat dia sulit menurunkan komposisi terbaik. Saat ini, Persebaya menduduki peringkat ke-15 dengan 22 poin. Terpaut 10 poin dari pemuncak klasemen Persib Bandung. Dengan 16 pertandingan tersisa, peluang Persebaya untuk memperbaiki posisi, bahkan menembus papan atas, sebenarnya masih terbuka. Namun, demi kondusivitas tim, Alfredo memutuskan mundur.
Presiden klub Persebaya Azrul Ananda mengapresiasi sikap Alfredo tersebut.
”Saya telah bertemu langsung dengan Coach Alfredo, mendiskusikan situasi yang terjadi secara terbuka dan baik-baik. Coach secara gentleman menyampaikan pengunduran dirinya, dan saya sangat apresiasi terhadap profesionalitasnya dalam menghadapi situasi ini,"
"Saya juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya. Saya akan terus mengingat jasanya membantu menyelamatkan Persebaya tahun lalu, menjadi juara Liga 2 dan kembali ke Liga 1. Bagaimana pun dia pernah menjadi bagian penting dalam sejarah klub bersejarah ini. Saya berharap semua pihak juga terus mengenang jasa tersebut,” jelasnya.
Bejo, legenda Persebaya, akan mengambil alih peran Alfredo. Mulai Kamis (2/8/2018), dia akan memimpin latihan Green Force.
Dengan jadwal pertandingan yang mepet, melawan Persela Minggu (5/8/2018), lalu Barito Putera pada 12 Agustus, Bejo menjadi pilihan terbaik untuk caretaker. Setelah melawan Barito, liga akan break satu bulan bersamaan dengan penyelenggaraan Asian Games 2018. Masa itu, bisa dimanfaatkan manajemen untuk menyusun langkah-langkah yang lebih strategis.
”Kami telah bicara dengan Coach Bejo, dan demi Persebaya, dia siap menjadi pelatih caretaker untuk dua game ke depan. Sambil kami menyiapkan langkah-langkah selanjutnya untuk sisa musim dan tahun-tahun selanjutnya,” papar Azrul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah pengguna iPhone Duo melaporkan layar lipat retak di sekitar engsel. Apple mengganti salah satu unit, tetapi penyebabnya belum diketahui.
Malaysia menyita 5.801 mainan squishy tanpa tanda keselamatan. Simak lima tips bagi orang tua untuk memilih mainan yang lebih aman.
Jadwal bola 26–27 Oktober 2026: Persija vs Persik, laga ACL Elite, Galatasaray vs Fenerbahce, PSG vs Lyon, dan Sevilla vs Osasuna.
Badan Geologi menargetkan penataan zona konservasi di 421 cekungan air tanah hingga 2045, dengan wilayah prioritas ditangani sampai 2029.
Kemendikdasmen memindahkan seluruh peserta TKA SMA di Kalimantan Tengah ke jadwal susulan akibat karhutla. Penyesuaian di Kalsel dilakukan parsial.
Polda DIY menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November dengan sasaran 12 pelanggaran lalu lintas prioritas.